Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 43: Bertarung Lagi


__ADS_3

Meskipun arena itu telah kacau balau, itu tidak menghalangi pertarungan yang terus berlanjut, terlebih lagi untuk menghentikan pria seperti Brock.


***


Alasan Danny peduli karena ia merasakan kehangatan Hendrik, ia kagum dengan persahabatan yang dijalaninya. Mungkin Hendrik akan tidak senang atas ikut campurnya Danny dalam masalah ini, namun tetap ia sama sekali tidak bisa membiarkan Hendrik sendiri.


Memang Danny sedari kecil memiliki sifat suka ikut campur urusan orang lain, karena sifatnya itu juga ia bertindak berani, meskipun ia tahu masalah yang dihadapinya itu lebih besar dibanding dirinya, namun keberaniannya jauh melebihi dari apapun masalah yang ia hadapi.


"Hendrik aku tahu kau sangat peduli pada sahabatmu ini.."


"*Tapi aku tak mengerti... kau begitu peduli terhadapnya.."


"Inilah yang bisa kulakukan sekarang..."


"Aku akan menghentikannya disini.. Untukmu*.."


Brock mulai waspada ia kini lebih berjaga-jaga, terlihat dari besar tubuhnya ia selalu siap memasang pose bertarung miliknya itu.


Brock juga tahu, pria asing yang didepannya ini bukanlah pria biasa, ia sama sekali tidak dapat mengukur kekuatan lawannya itu.


"Baiklah kita sebaiknya berkenalan dahulu?" tanya Danny


"Kau boleh memanggilku Brock si petarung terhebat sepanjang masa!!"


"Huh! bukan itu maksudku." ucap Danny sembari berlari kearah Brock


Brock waspada, ia tetap berada ditempatnya.


Larinya Danny begitu cepat mengibaskan sejumlah debu besar kearah Brock, Danny tiba-tiba menghilang dipandangan matanya.


"Huh?!"


"Kemana pria kecil itu?!" ucap Brock sembadi celingak-celinguk melihat sekitarnya.


"Dibelakangmu.."


DUM!

__ADS_1


Sebuah pukulan tangan kanan yang begitu keras dari Danny tepat mendarat di punggung Brock, menghempaskannya kebelakang namun ia tidak terjatuh juga.


Masih dalam keadaan bertahan, ternyara Brock bertahan hanya menggunakan aura merah yang melingkupinya, punggungnyapun ikut terlindungi meskipun telah dipukul sampai menghempaskannya kebelakang.


"...."


Danny merasa sedikit kesakitan setelah memukul Brock, ia kemudian melihat kepalan tangan kanannya, merah namun tidak berdarah.


"Begitu ya..." Danny kini mengerti


Aura merah kekuatan Brock bukan hanya tanda besarnya kekuatan fisik yang dimilikinya atau tidak hanya untuk pamer melainkan juga berfungsi sebagai pertahanan yang juga amat kuat bagi tubuhnya sendiri bahkan dapat mengembalikan 50% dari total setiap serangan lawan yang ia terima.


Brock sendiri mengalami sakit yang cukup tidak berarti setelah diserang Danny berkat aura merahnya itu.


Danny sadar kekuatan pria ini benar-benar diluar akal bagi petarung manapun, ia benar-benar kuat sepertinya memang dirinya yang terkuat sejauh yang pernah Danny lihat, dengar, atau bahkan ditemui saat ini olehnya.


Brock kemudian mulai sadar akan kecerdikan lawan asingnya itu, bahkan ia mampu mengelabuinya disaat yang lain mungkin sudah dikalahkan olehnya.


Danny tidak habis pikir Hendrik mampu bertahan 1 jam melawan monster ini. Untungnya disaat ia sampai Hendrik belum benar-benar kehilangan kehidupannya.


Beberapa waktu berlalu, mereka berdua kembali beratu tinju satu dengan yang lain, namun kini perbedaan mulai terlihat.


Tidak seperti jalannya pertarungan dengan Hendrik, kini Brock mulai kehabisan tenaga fisiknya, perlahan namun pasti aura merah pekatnya itu perlahan memudar dan semakin memudar.


Setelah tiga puluh menit berlalu, akhirnya mereka berhenti dari masing-masing serangan dan gempuran yang mereka lancarkan itu, mereka mulai mengambil jarak aman.


"Huhh..."


"Huhh...."


Danny mulai kehabisan nafas dalam peetarungannya kali ini, sekujur badannya memerah sedikit mengeluarkan darah, kedua tangannya mulai dipenuhi oleh urat-urat ototnya yang menandakan ia memang sudah menjalani pertarungan yang begitu berat.


Disisi lain kini aura merah Brock telah benar-benar menghilang, sama seperti Danny ia nampak kelelahan namun badannya masih tetap berotot dan kuat, layaknya seperti perisai hidup bagi dirinya itu.


Danny mengetahui bahwa pertarungannya tadi, ia hanya menghancurkan bagian luar dari pertahanan Brock dan ia masih belum mengetahui kekuatan Brock yang sebenarnya.


"Siapa pria ini ?!" Brock mulai bertanya-tanya dalam hatinya, ia tidak menyangka ada satu orang yang mampu menghancurkan aura fisik terbaik yang telah ia keluarkan, dimana tidak ada satupun yang lain yang pernah benar-benar bertahan dari aura merah kekuatan fisiknya.

__ADS_1


"Apakah ia lebih kuat dariku?!"


Brock mulai terkesima dengan kemampuan lawannya itu, ia mulai tertarik dan lagi kesenangan bertarung ini mulai muncul dalam diri Brock yang belum pernah ia rasakan selama ini.


Brock memang selalu percaya diri karena ia paling kuat dibanding semua prajurit serta pendekar yang lain, dan ia sudah melihat banyak bukti dalam kemenangannya itu, namun kali ini pertarungan ini jauh dari ekspektasi awalnya.


Danny yang tidak disangka menunjukkan kebolehan latihannya itu bahkan sampai mampu menandingi Brock, sampai membuatnya mengeluarkan seluruh kekuatannya.


"Boleh juga kau! HAHAHA!" Teriakan Brock amat keras menandakan kepuasan yang selama ini ia inginkan


"Baru kali ini aku lihat lawanku dapat bertahan sejauh ini!"


"Kau memang hebat!"


"..."


Mendengar pujian dari Brock tidak serta merta membuat Danny bangga, melainkan ia terus waspada karena Brock masih belum kalah


"Bisa kita hentikan sekarang?" tanya Danny


"Hentikan?"


"Ini akan masuk ke babak yang paling menyenangkan.."


"?!"


Danny merasa atmosfir disekitarnya berubah, meskipun aura merah Brock telah hilang ternyata ia masih memiliki kemampuan lain.


Energi Brock kembali meningkat dengan drastis, meskipun tidak ada perubahan apapun yang terjadi dalam dirinya, namun Danny bisa merasakan dengan jelas kekuatan Brock bertambah berkali-kali lipat.


"Ini akan sangat menyenangkan..." gumam Brock dengan senyum mengerikan


Pertarungan mereka belum usai, rasa-rasanya kini Danny kembali harus mengulang dari awal, namun keoptimisan Danny tidak berkurang sedikitpun.


"Aku..."


"Aku.. Pasti Mengalahkanmu!" teriak Danny

__ADS_1


__ADS_2