Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 101 S2


__ADS_3

"Kak Adit." teriak Fiona.


Skip ya. hehehe...


Malam hari telah tiba, Fiona dan Adit berjalan keluar dari kamar, Fiona masih cemberut karena Adit yang menyerang nya tanpa persetujuan nya tadi, Tapi tadi ia malah lebih menikmati nya dari pada tadi malam. Fiona masih bisa mengingat jelas kalau ia lah yang berteriak-teriak nama Adit karena merasakan sesuatu berbeda. Fiona juga sudah tidak merasakan terlalu sakit meski awalnya masih terasa sakit tapi itu hanya beberapa saat saja.


Si bucin Adit hanya bisa memeluk Fiona dari belakang ia tau kalau Fiona sedang marah pada nya. Tetapi ia juga bahagia karena teriakan Fiona tadi yang terus memanggil namanya. Itu benar-benar membuat Adit puas.


"Sayang, kau marah pada ku." Adit meletakkan kepala nya di pundak Fiona.


"Hmmmm." gumam Fiona.


"Maaf, aku tidak sengaja, tapi kau menikmati nya kan." kata Adit.


"Kak sudah jangan di bahas." Wajah Fiona memerah karena malu.


Adit menggendong Fiona menuju ruang makan, karena ia tau Fiona kesulitan berjalan.


"Kak Adit." teriak Fiona sambil tertawa.


Hari ini rumah tampak sangat sepi, hanya ada Adit dan Fiona di ruang makan. Mereka sedikit bingung karena tidak melihat siapapun di rumah ini.


"Eh kalian sudah keluar, om dan tante pergi ke luar kota." Vano berjalan mendekati meja makan.

__ADS_1


"Oww, kak Varo dan kak Angel mana." tanya Fiona.


"Aku tidak tau, sedari tadi belum pulang, mungkin Alvaro membawa Angel ke apartemen nya." jawab Vano.


Sementara itu di apartemen Angel masih tertidur pulas. Sedangkan Alvaro sudah bangun dan masih berdiam memandang wajah Angel yang seperti nya sangat kelelahan. Alvaro memikirkan perasaan nya pada Angel, ia memang sudah mencintai dan sangat menyayangi Angel terapi ia belum pernah menyatakan nya langsung. Ia sadar jika wanita memerlukan hal itu, mengatakan cinta pada nya dengan momen yang sangat romantis.


"Sayang bangun lah, apa kamu tidak lapar. Memakan mu bukan membuat kun kenyang tapi malam membuat ku lapar, ayo bang...


Angel membungkam mulut Alvaro dengan jari nya. Suami saat ini benar-benar cerewet seperti ibu-ibu hamil.


"Mana taun Alvaro yang tidak banyak bicara. Kenapa cerewet sekali." kata Angel dengan suara yang serak.


"Seperti nya kamu benar-benar ingin ku makan lagi." ujar Alvaro yang merasa tertantang.


"Kau menantang ku." tanya Alvaro.


Tidak aku mau mandi, sayang aku perlu baju, pakaian ku tadi kamu rusak. Aku mandi dan kamu keluar carikan aku pakaian ya." Angel mengecup dahi Alvaro dan berjalan masuk kedalam kamar mandi.


Alvaro bangkit dari atas kasur dan langsung mengenakan pakaian nya kembali setelah itu Alvaro keluar dari apartemen untuk mencarikan Angel pakaian.


Setelah beberapa menit di kamar mandi, Angel keluar dengan hanya mengenakan kimono yang tersedia di sana. Ia bercermin di kaca yang cukup besar untuk melihat tubuh nya yang menurut nya lebih berisi dari sebelumnya.


Milik nya juga terlihat lebih membesar, ia berfikir karena sering di pakai Alvaro mungkin berefek pada nya. "Apa aku akan hamil, jika aku hamil perut ku akan membesar. Seperti nya akan menyenangkan jika mempunyai anak." kata Angel.

__ADS_1


"Kau ingin hamil." tanya Alvaro dengan memeluk Angel dari belakang.


"Kita melakukan nya tiap hari, mustahil jika aku tidak cepat hamil." ujar Angel.


"Aku hanya berharap yang terbaik untuk hubungan kita. Aku ingin kamu selama nya dalam hidup ku, jangan pernah tinggal kan aku apapun yang terjadi." ucap Alvaro.


Fiona dan Adit sedang berada di ruang keluarga, biasa nya Fiona lah yang selalu menempel pada Adit kini kebiasaan itu berubah 180 derajat Adit lah yang suka menempel pada Fiona. Ntah kenapa rasa cinta nya pada Fiona meningkat berkali-kali lipat.


"Kalian berdua hentikan keuwuan ini, apa tidak kasihan dengan ku." ucap Vano.


"Kak vano segera lah menikah." kata Fiona.


"Jika orang tua ku mengizinkan ku, aku akan segera mencari pasang tapi mereka tidak memperbolehkan ku." ucap Vano.


"Kenapa van, kenapa tidak boleh." tanya Adit.


"Dari dulu semua kehidupan ku sudah di atur oleh mereka berdua, bisa berkuliah di sini bersama kalian sudah menjadi hal yang luar biasa untuk ku. Dan aku yakin mereka sudah mempersiapkan wanita untuk ku. Suka tidak suka aku pasti di paksa menikah." jawab Vano.


"Kenapa tante jihan dan om kevin seperti itu." ucap Fiona.


"Mereka pernah bilang itu semua demi kebaikan ku, dan mereka tidak ingin aku berbuat kesalahan besar seperti yang mereka perbuat dulu. Tapi sampai sekarang aku tidak tau apa yang mereka perbuat sampai mendidik ku seperti ini." kata Vano.


Halo semua maaf ya karena besok tahun baru dan author juga perlu liburan makah besok author libur kalau ada waktu pasti up. hehehe

__ADS_1


__ADS_2