Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 66 S4


__ADS_3

"Dua dok," tanya Kenzo.


"Tidak mas Kenzo, coba tebak lagi."


"Hmmm 3 dok," tanya Kenzi yang ikut menebak berapa jumlah keponakan nya.


"Masih kurang tepat, bisa di coba lagi."


"5 dok, apa anak ku ada 5," tanya Kenzo.


"Tepat sekali, 5 anak kembar mas," jawab Dokter.


"Apa," ucap mereka semua yang sangat terkejut.


"Annnak ku ada 5 dok, bagaimana cara aku melahirkan nya," kata Sonia sambil mengusap dada nya.


"Sabar sayang, kamu pasti bisa," ucap Kenzo sambil mengusap rambut istri nya.


"Pasti bisa di lahir kan, mas Kenzo sangat bersemangat membuat anak sampai bisa kembar 5 begini," kata Dokter.


Setelah melakukan pemeriksaan mereka semua langsung pulang ke rumah. Sonia masih tidak percaya jika diri nya hamil anak kembar 5, sedangkan Kenzo sibuk memikirkan nama dan bagaimana cara mengurus nya.


"Kenzo, bagaimana kalau setelah ke lima anak mu lahir, buat 5 anak kembar lagi. Setelah itu kita buat klub bola anak ku jadi Kapten nya," kata Kenzi.


"Kau gila, lima anak saja aku bingung bagaimana cara mengurus nya, aku juga bingung siapa nama nya," ucap Kenzo.


"Hahaha santai saja, kau kan kuat," kata Kenzi.


Sesampainya di rumah Verrel sudah menunggu ke dua anak nya, ia sangat penasaran berapa jumlah cucu nya nanti.


"Kenzi, Kenzo bagaimana," tanya Verrel.


"Hmmm istri ku baik-baik saja dad, dia hanya perlu jaga kesehatan dan selalu kontrol ke dokter," jawab Kenzi.


"Bagus lah, ayah sangat senang mendengar hal itu, semoga anak dan istri mu sehat selalu," kata Verrel.


"Dad ucapan mu benar apa ada nya," ujar Kenzo.


"Tunggu-tunggu maksud mu bagaimana," tanya Verrel.


"Istri ku hamil kembar 5 dad, kembar 5 dad, aku sangat bingung sekaligus senang," jawab Kenzo.


"Hahaha kau sangat beruntung Kenzo, mempunyai anak kembar 5, rumah ini akan semakin ramai," kata Verrel.

__ADS_1


Sementara itu Vero dan Alvaro sedang berjalan mendekati Sakura yang sedang duduk di sofa sambil memainkan HP nya, kedatangan mereka berdua ingin melamar Sakura agar mau menjadi istri Vero.


"Sakura," ucap Alvaro.


"Kek," kata Sakura dan langsung berdiri pertanda ia sangat menghormati Alvaro.


"Santai saja Sakura, ayah ku tidak akan memakan mu," kata Vero.


"Vero jangan jangan ucapan mu tadi," bisik Sakura.


"Iya sayang, aku akan melamar mu," ucap Vero.


"Hahaha sudah dengarkan aku berbicara dulu, kalian jangan berdebat seperti itu," kata Alvaro.


"Iya kek," ucap Sakura.


"Sakura kau kan sudah berpisah dengan Kenzi, aku ingin melamar kan kau untuk Vero. Vero sangat suka dengan mu, jadi dari pada anak ini berbuat aneh-aneh lebih baik aku melamar kan mu untuk Vero," kata Alvaro.


"Kek aku baru bercerai dengan mas Kenzi, bagaimana mungkin aku bisa menikah lagi dengan Vero," ucap Sakura.


"Itu malah lebih baik, jika kau keluar rumah ini dengan status baru mu itu, kau akan menjadi bahan bicarakan orang-orang. Jika kau menikah dengan Vero status mu itu akan hilang. Dan ingat ini tidak pemaksaan Sakura jika tidak mau juga tidak papa," kata Alvaro.


"Aku tidak memaksa mu, jika kau tidak mau juga tidak papa," saut Vero.


"Bagaimana Vero, apa Sakura boleh meminta waktu."


"Iya yah boleh, besok Sore aku akan meminta jawaban mu," ucap Vero.


"Baik Vero, aku akan menjawabnya besok. Apapun jawaban ku jangan marah ya."


"Iya sayang aku tidak akan marah pada mu," kata Vero.


Setelah lamaran sederhana itu, mereka berdua langsung kembali masuk ke dalam kamar. Sebenarnya Angel juga ingin ikut melamar kan Sakura untuk Vero tetapi Vero sudah tidak sabar dan meninggalkan bunda nya di kamar mandi.


"Bagaimana sayang," tanya Angel.


"Belum di jawab bun, aku tidak tau apa kah lamaran ku di terima atau tidak," jawab Vero.


"Anak mu ini ingin sekali menikah tapi masih manja begini, bagaimana dia bisa membina rumah tangga yang baik," ucap Alvaro.


"Ya tidak papa, nanti aku manja pada istri ku gampang kan," kata Vero.


"Oh begitu ya, apa kau sudah bisa tidur tanpa ku," tanya Alvaro.

__ADS_1


"Tidak tau, nanti kalau tidak bisa aku masuk kembali ke kamar mu," jawab Vero.


"Ya ya ya terserah mu lah," ucap Alvaro.


"Sudahlah jangan berdebat begini, aku harap Vero akan belajar menjadi dewasa setelah menikah. Terlalu bergantung pada kita juga tidak baik," ujar Angel.


Sakura sedang memikirkan lamaran dari Alvaro dan Vero, ia sangat bingung harus menjawab apa. Kalau Sakura menjawab iya, Sakura takut terjebak di dalam pernikahan yang tidak bahagia, tetapi jika menolak nya Sakura sangat tidak enak pada Alvaro dan juga Vero.


"Pilihan mu ini akan menentukan hidup mu selanjutnya Sakura, aku harus memilih keputusan terbaik," batin Sakura.


Saat sudah berada di dalam kamar tiba-tiba Sonia merasa menginginkan sesuatu untuk ia makan, yang tak lain adalah jajanan tradisional. Mata nya langsung melirik kearah Kenzo yang sedang sibuk dengan hp nya.


"Sayang," ucap Sonia dengan sangat manja.


"Iya ada apa," tanya Kenzo tanpa melirik ke arah Sonia.


"Aku ada di dalam hp situ, sehingga kamu tidak melihat ku saat sedang berbicara dengan ku," ucap Sonia yang kesal akan sikap Kenzo, perasaan ibu hamil memang sangat sensitif.


Kenzo tau saat ini istri nya sedang kesal dengan nya, ia meletakan hp nya lalu mendekati Sonia dan langsung memeluk nya.


"Ada apa sayang maafkan aku," ucap Kenzo sambil memberikan kecupan manis di wajah Sonia.


"Aku ingin memakan sesuatu," kata Sonia.


"Mau makan apa sayang," tanya Kenzo.


"Jajanan pasar, seperti gorengan, kue basah, sate ayam, somay, cilok Batagor, aku mau semua," kawan Sonia sambil menelan air ludah nya dengan kasar saat menyebutkan semua makanan itu.


"Semua nya sayang," tanya Kenzo.


"Iya aku mau, oh iya aku mau es doger, es dawet, es kepala muda dan es tebu," jawab Sonia.


"Banyak sekali mana mungkin aku membelinya sayang, kamu juga tidak akan mampu menghabiskan nya," kata Kenzo.


"Aku mau sekarang sayang, aku mau cepat carikan untuk aku makanan itu," ucap Sonia.


"Iya iya iya, jangan marah begini, nanti ke lima anak kita juga akan marah."


Kenzo sangat pusing dengan permintaan istri nya, ia lebih memilih menyuruh orang nya untuk mencari semua makanan dan minuman yang Sonia minta.


"Semua nya tuan?"


"Iya cepat pergi, jika perlu sama orang nya, agar istri ku sangat puas," kata Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2