
"Iya sayang." Ucap Lilis.
Lilis sangat senang akhirnya dia menemukan orang tidak kalah kaya dan gagah dari Dylan. Bahkan Brian sangat mudah ia koda sampai diri nya saat ini sedang mengandung anak Brian. Pertemuan Lilis dan Brian terbilang tidak di sengaja saat Lilis ke kota dan ia tersesat, Lilis bertemu dengan Brian dan terjadi lah cinta dalam satu semalam.
"Apa harus kita ke kantor yah." Tanya Verrel.
"Iya Verrel kau dan ayah akan menyambut tamu penting." Jawab Alvaro.
"Jadi apakah semua karyawan akan libur."
"Tidak semua beberapa devisi tetap bekerja seperti biasa, karena mereka ada hubungan nya dalam pertemuan ini." Ucap Alvaro.
"Apa ada pesta lagi yah." Tanya Verrel.
"Banyak kali pertanyaan mu, itu tergantung tamu kita, jika dia meminta untuk mengadakan pesta baru lah kita adakan malam ini." Jawab Alvaro.
Sesampainya di Efron grup mereka langsung masuk ke dalam ke ruang pertemuan untuk menjamu tamu penting.
"Dia datang." Batin Dila yang menjadi salah satu devisi yang bertugas.
"Aku mencintai kakak ku, tapi pesona nya membuat ku tidak bisa mengalihkan pandangan ku." Batin Dila.
Pertemuan itu berjalan cukup lama, Verrel sampai benar-benar bosan mendengarkan tamu ayah nya berbicara dengan berbagai macam bahasa, bukan karena ia tidak mengerti Verrel hanya malas berpikir untuk bergabung dalam pembicaraan itu. Akhirnya setelah kurang lebih 5 jam di dalam ruang pertemuan itu mereka menyelesaikan pertemuan itu juga, dan hal yang paling Verrel tunggu yaitu pesta.
__ADS_1
"Verrel aku tidak bisa ikut, aku harus pulang, perut Alana sakit." Ucap Rizky.
"Iya pulang lah, dari pada kau aku cium." Kata Verrel yang sedang menikmati minuman di depan nya.
"Hey berhenti minum, nanti kau mabuk lagi." Ucap Alvaro.
"Tidak yah, hanya sedikit saja."
"Ingat jangan banyak-banyak ayah ke sana dulu, jika ingin pulang bisa minta antar siapa saja yang kau kenal atau tunggu ayah."
"Siap yah." Ucap Verrel.
"Kak Verrel sedang lengah, apa aku beri obat itu sekarang." Tanya Dila.
"Hmmmm iya sayang, ahh kamu beri sekarang." Jawab Wanda yang sedang asik dengan wanita nya.
"Tidak sayang, aku sedang olahraga lima jari, nanti malam kau harus melayani ku sayang." Jawab Verrel.
Setelah sambungan telepon itu putus Wanda menghentikan aksi nya, yang membuat wanita bersama nya kecewa.
"Ada apa sayang."
"Pergi dari sini, kita cukupkan." Ucap Wanda sambil merapihkan pakaian nya.
__ADS_1
Dila berjalan mendekati Verrel yang telah kehabisan meminum nya. Ia datang sambil membawa kan segelas minuman spesial untuk Verrel.
"Habis aku ada satu untuk mu." Ucap Dila.
"Hmmmm, kau siapa." Tanya Verrel yang mulai kehilangan kesadaran nya.
"Aku, kamu melupakan ku sayang." Dila mengusap wajah Verrel.
"Akifa sayang, kamu kenapa di sini." Tanya Verrel yang ingin merai wajah Dila tetapi tidak bisa.
"Sayang minum ini dulu, kita akan bersenang-senang sayang." Jawab Dila.
"Hmmm." Verrel mengambil gelas itu dan langsung menengguk nya sampai habis.
Setelah beberapa sat Dila mulai berani duduk di atas pangkuan Verrel. "Kamu ingin sayang, ayo kita pulang." Ucap Dila.
Verrel tersenyum pada Dila yang ia pikir Akifa, tubuh nya mulai terasa panas dan ia sangat ingin kenikmatan.
Dila membawa Verrel masuk ke dalam mobil nya, ia langsung membawa mobil itu ke rumah nya tempat ia tinggal bersama Wanda.
"Panas." Verrel membuka satu-persatu pakaian atas nya.
Sampai ia tidak menggunakan atasan, tangan Dila mulai nakal mengusap dada bilang dan perut sixpack Verrel.
__ADS_1
"Hmmm ahhh sayang." Gumam Verrel.
Maaf up sedikit Author sedang sibuk di dunia nyata, maaf para sayang ku.