Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 187 S4


__ADS_3

"Sayang, aku pikir kamu tidak bisa begini," kata Alice sambil meremas rambut Rakha. Ia sangat tidak tahan dengan bibir Rakha yang menari-nari di atas dada nya.


Rakha sudah terbawa dengan suasana, ia melakukan apa yang ia suka, masalah resiko atau apapun itu ia pikirkan nanti. Yang terpenting ia mendapatkan sesuatu yang sangat lezat.


"Aku suka, aku pria normal dan aku seperti pria pada umumnya," kata Rakha.


"Aku memiliki pacar yang tidak polos," ucap Alice.


"Wangi sekali sayang, besar sekali aku sangat suka." Sebelum menutup nya kembali Rakha memberikan kecupan manis di sana.


"Sayang, kamu tunggu sebentar ya, aku melakukan pemotretan sebentar lagi, kamu tunggu di sini," kata Alice.


"Jangan lama-lama," ucap Rakha.


Alice pergi meninggalkan Rakha di ruangan itu. Mata Rakha terus tertuju pada bodi Alice yang sangat aduhai.


"Ya mungkin dia tidak baik, tapi kalau aku bisa merubah nya ke arah yang ke lebih baik kenapa tidak," batin Rakha.


Alice berjalan mendekati tim nya, Alice langsung menjadi pusat perhatian banyak orang. Tim yang berasal dari Indonesia, sangat penasaran siapa pria yang memanggil nya sayang.


"Siapa dia?"


"Pacar ku," kata Alice.


"Kau gila, kau tidak bisa berpacaran."


"Dia berasal dari keluarga Efron, kenapa tidak bisa," kata Alice.


"Dia ingin meminta jatah ya, sudah ayo kita selesai kan."


"Kalian benar, dia ingin meminta jatah," kata Alice.


Setelah selesai melakukan pemotretan, Alice kembali mendekati Rakha. Alice menahan tawa nya saat melihat Rakha tertidur dengan mulut yang terbuka.


"Sayang," ucap Alice sambil menutup mulut Rakha.


"Sudah siap," tanya Rakha.


"Sudah sayang, aku ganti dulu, mau ikut?"


"Mau," ucap Rakha.


"Tidak ada, aku ganti dulu." Alice mengambil pakaian yang lebih tertutup dari biasa nya, ia sedang bersama Rakha yang membuat nya tidak bisa memakai pakaian terbuka seperti biasa nya.

__ADS_1


Alice kembali lagi dengan pakaian yang jauh lebih Rakha sukai, dengan seperti ini Rakha bisa membawa Alice bertemu dengan kakek nya.


"Kita makan dulu ya, aku sangat lapar," ucap Alice.


"Ya aku juga sayang, aku sangat lapar. Setelah sampai aku langsung ke tempat mu."


"Tadi kan sudah minum susu," ucap Alice.


"Masih kurang sayang, nanti lagi ya." Rakha menggandeng Alice keluar dari ruangan itu.


Rakha membawa Alice ke Restoran yang tidak jauh dari hotel tempat Vano dan diri nya menginap. Ia ingin mengenalkan Alice dengan kakek nya.


"Sayang setelah makan kita bertemu dengan kakek mu," kata Rakha.


"Hmmmm dia tidak galak kan," tanya Alice.


"Tidak sayang, kamu harus bersifat lebih baik lagi," jawab Rakha.


"Hmmm iya sayang, aku akan lebih sopan lagi," kata Alice.


"Mana tau kakek ku suka dengan mu, jadi aku bisa langsung menikah dengan mu," ucap Rakha.


"Kamu benar-benar ingin menikah dengan ku," tanya Alice.


"Iya jelas, kamu tau aku sudah sangat ketinggalan dengan para sepupu mu, mereka sudah memiliki istri dan calon anak. Sedangkan aku sampai sekarang belum ada kejelasan, aku datang ke Belanda ingin meminta izin pada orang tua mu, kalau aku akan membawa mu ke Indonesia dan menikah dengan ku," jawab Rakha.


"Tidak aku beri kamu waktu dua hari," kata Rakha.


"Hanya dua hari sayang," tanya Alice.


"Ya dua hari, itu sudah terlalu lama untuk ku," jawab Rakha.


"Kamu tau orang tuah ku tu galak, kamu tidak takut."


"Aku takut, hahaha aku sudah siap menikah, jadi aku sudah siap untuk bertemu dengan orang tua mu. Mau orang tua mu galak aku tida peduli sayang," kata Rakha.


"Wah pacar ku pemberani nya," ucap Alice.


Setelah selesai makan, Rakha membawa Alice le hotel tempat Vano berada. Kakek usia rentan itu masih saja aktif dalam kegiatan nya. Biasa nya umur segitu ia harus sudah beristirahat di rumah.


"Hot daddy," ucap Alice.


"Hahaha iya iya kamu benar, usia nya sudah hampir tiga kali lipat dari usia ku, tapi dia masih terlihat sangat bugar. Otot-otot nya saja masih terlihat cukup kencang."

__ADS_1


"Pantas saja Rakha memiliki tubuh seperti ini. Kakek nya saja sudah seperti hot daddy," batin Alice.


"Kakek calon menantu mu datang," kata Rakha.


"Selamat malam kakek," ucap Alice.


"Malam, siapa nama mu," tanya Vano.


"Alice kakek," jawab nya sambil tersenyum.


Vano sama sekali tidak selera dengan pilihan Rakha, bodi dan tubuh nya sangat bagus, tetapi Alice sama sekali tidak mencerminkan keluarga Efron.


"Rakha," ucap Vano.


"Iya kek ada apa," tanya Rakha.


"Sudah bertemu dengan orang tua nya," tanya Vano.


"Belum kek, lusa aku langsung bertemu dengan nya," jawab Rakha.


"Ya sudah, aku ingin istirahat dulu," ucap Vano.


Rakha langsung melihat perubahan wajah Vano, iya yakin kakek nya memiliki pandangan berbeda tentang pacar nya. Alice memang tidak termasuk wanita yang Vano harapkan.


"Sayang, ini sudah malam aku harus pulang," ucap Alice.


"Aku antar ya," kata Rakha.


"Tidak sayang, aku bisa pulang sendiri, manager ku sudah menunggu ku di bawa," ucap Alice.


"Kamu hati-hati, besok aku akan menjemput mu." Sebelum pergi Rakha mencium wajah dah bibir pacar nya terlebih dahulu.


Sementara itu di rumah sakit kondisi Monica sudah jauh lebih baik. Ia akan pulang ke rumah besok pagi. Malam ini ia masih berada di rumah sakit. Monica sudah tidak merasakan sakit lagi di tangan nya. Hanya saja Monica belum bisa menggerakkan tangan nya.


"Mas aku gerah," ucap Monica.


"Kata dokter kamu sudah bisa terkena air, aku lap-lap saja ya," kata Rian.


"Tapi aku mau mas," ucap Monica.


"Aku suami mu kenapa kamu harus malu."


"Hmmm ya sudah," ucap Monica.

__ADS_1


Rian mulai membuka baju Monica, kulit mulus Monica mulai terpampang secara nyata. Selama di rumah sakit Yang membersihkan tubuh Monica Suster. Rian tidak berani melakukan nya karena ia masih takut.


Untuk saat ini Rian benar-benar ingin melihat tubuh istri nya. Dari ujung kaki sampai ujung rambut ia Ingin melihat semua nya.


__ADS_2