Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 71 S2


__ADS_3

"Cium." tanya Angel.


"Kenapa, apa kau takut?"


"Tidak, saya tidak takut." jawab Angel.


"Lakukanlah, kau juga tidak akan mendapatkan dosa malahan kau akan mendapatkan paha..


"Cup." Angel mencium bibir Alvaro.


Mata Alvaro terbelalak saat mendapat kan ciuman dari Angel, ia tidak menyangka jika Angel benar-benar melakukan hal itu.


"Kau benar-benar mencintaimu ku." ucap Alvaro.


"Sesuai perintah mu." kata Angel yang sebenarnya merasa sangat malu.


"Tapi bukan begitu ciuman yang ku maksudkan." ujar Angel.


"Apa aku salah." tanya Angel.


"Bukan salah hanya saja kau tidak melakukan nya secara benar." jawab Alvaro.


Alvaro perlahan mendekati bibir Angel, akan tetapi Angel memundurkan kepala nya.


"Diam lah, aku akan memberimu pelajaran cara yang benar." ucap Alvaro.


Alvaro kembali mendekati bibir Angel, ia mencium bibir Angel secara lembut. Rasa nya sangatlah manis, bibir termanis yang pernah ia rasakan. Perlahan Alvaro menerobos masuk kedalam bibir Angel yang membuat Angel gelagapan karena baru pertama kali nya.


Alvaro sangat menikmati nya walaupun ia tau jika Angel masih sangat terasa kaku. Ia tidak pernah berciuman selama ini dengan seseorang tetapi dengan Angel ia tidak ingin melepaskan ciuman panas ini.


Alvaro melepaskan ciuman saat merasakan nafas Angel yang mulai tidak beraturan. Ia mengusap bibir Angel yang penuh dengan air ludah nya.


"Bagaimana apa terasa nikmat." tanya Alvaro.


Angel tidak menjawab nya karena ia bingung harus menjawab apa.


"Ayo istri penurut ku, jawab pertanyaan ku." ucap Alvaro.


"Iya tuan." jawab Angel.

__ADS_1


"Iya apa, apa kau menikmati nya?"


"Iya tuan, saya menikmati nya." jawab Angel.


"Bagus, katakan terimakasih pada ku, karena mau mencium mu." kata Alvaro.


"Terimakasih tuan, lah mau mencium saya." ucap Angel.


"Aku benar-benar suka istri penurut, sana siapkan aku air. Aku ingin mandi." ucap Alvaro.


"Baik tuan." kata Angel dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


Alvaro memejamkan mata nya, ia masih merasakan betapa manisnya bibir milik Angel. Bibir itu bisa membuat nya gila.


"Ahhhh, kenapa aku terus memikirkan bibir nya. Dia istri ku seharusnya aku bisa melakukan nya lebih." batin Alvaro.


"Sudah tuan." ucap Angel.


"Tunggu-tunggu apa tadi pagi pas aku bangun tidur kau bersama ku." tanya Alvaro.


"Iya tuan." Angel.


"Apa kau melihat seluruh tubuh ku?"


"Iya tuan."


"Iya tuan." jawab Angel dengan suara yang sedikit pelan.


"Ya sudah lah. Lagian kau istri ku, jadi buat apa aku malu pada mu." ucap Alvaro sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi.


Siang hari telah berganti menjadi malam. Sedari tadi Alvaro hanya menghabiskan waktu nya di atas ranjang dengan menonton TV, melihat Angel melaksanakan shalat, membersihkan kamar dan lain sebagai nya. Ia tidak keluar dari ramah karena uang nya sudah tidak memungkinkan.


"Bagaimana aku bertemu dengan Elena jika uang ku tidak ada." batin Alvaro.


"Angel mendekat lah." panggil Alvaro.


"Ada yang bisa saya bantu tuan." tanya Angel.


"Kenapa kau jauh sekali, apa kau tidak mau dekat dengan suami mu." ujar Alvaro.

__ADS_1


"Maaf tuan." ucap Angel.


Alvaro menarik tangan Angel sampai Angel duduk di atas pangkuan nya.


"Tu... tuan." ucap Angel.


"Kenapa apa kau tidak suka." tanya Alvaro.


"Hmmm tidak tuan, saya selalu suka apa yang tuan lakukan." jawab Angel.


"Sebenarnya ada yang ingin ku katakan pada mu." ucap Alvaro.


"Apa tuan." tanya Angel.


"Hmmm, boleh kah aku meminjam uang mu, aku janji setelah ayah mentransfer ku, langsung aku kembali kan." ucap Alvaro.


"Sebentar tuan, saya ambil dulu." kata Angel.


Tak lama Angel kembali dengan kartu yang di berikan Agnes tadi pagi.


"Ini tuan, pakai lah. Tuan tidak perlu meminjam nya." ucap Angel.


"Apa kau yakin memberi kan ini pada ku." tanya Alvaro.


"Iya tuan, kartu ini kan milik keluarga tuan." jawab Angel.


"Kenapa kau baik sekali, terimakasih. Setelah aku mendapatkan uang dari Ayah akan ku ganti semua nya." ucap Alvaro.


"Tidak perlu tuan." ujar Angel.


"Ini untuk mu." ucap Alvaro sambil memberikan beberapa lembar yang yang tersisa di dompet nya.


"Untuk saya, untuk apa tuan, saya tidak memerlukan nya." tolak Angel.


"Bukan nya besok kau harus sekolah. Ini untuk uang jajan mu." kata Alvaro.


"Terimakasih tuan." ucap Angel.


"Sebagai ucapan terimakasih ku, malam ini kau boleh tidur di samping ku." ujar Alvaro.

__ADS_1


"Tidak tuan terimakasih atas tawaran nya." tolak Angel.


"Aku tidak suka penolakan." ucap Alvaro dengan manarik Angel hingga Angel terjatuh ke atas ranjang menimpa dirinya.


__ADS_2