
"Kenzi kau berselingkuh dengan nya," ucap Kenzo.
"Aku aku tidak berselingkuh kak, aku tidak melakukan nya," kata Kenzi.
"Katakan dengan benar Kenzi, jangan sampai daddy tau dari orang lain," tanya Kenzo.
"Aku tidak berpacaran dengan nya kak, mungkin satu minggu ini aku cukup dekat dengan Sofia," jawab Kenzi.
"Itu gila nya kau, kenapa kau bisa dekat dengan nya. Sofia hanya teman mu masa lalu mu. Kau suka sekali dengan wanita."
"Aku pernah suka dengan nya kak, aku tidak tau kenapa perasaan ini mau muncul kembali, aku memang gila kak," kata Kenzi.
"Kau suka dengan nya, kau memang ingin berencana selingkuh," ucap Kenzo.
"Aku tidak berencana selingkuh dengan nya kak, semua mengalir begitu saja," kata Kenzi.
Bruk... Verrel memukul wajah Kenzi.
"Katakan dengan benar, aku ingin mendengar dari mulut mu sendiri, kau selingkuh dengan nya tidak" tanya Verrel.
"Aku aku tidak berselingkuh dengan nya dad," jawab Kenzi.
"Bohong Kenzi, bohong kau membuat mommy kecewa dengan perilaku mu," ujar Akifa.
"Mommy jangan menangis mom, jangan menangis karena kesalahan ku, ya aku sedang dekat dengan nya, beberapa kali kami pernah berpelukan," kata Kenzi.
"Aku sudah melihat hal itu di CCTV, kau masih suka dengan nya kan," ucap Verrel.
"Iya dad aku masih suka dengan nya, tapi aku tidak berniat untuk berselingkuh dengan nya. Semua mengalir begitu saja," kata Kenzi.
"Daddy tidak tau apa yang kau katakan benar atau tidak. Yang jelas kau berbuat salah, tanpa kau sadari selingkuh tetap selingkuh. Satu hal yang harus kau tau tidak ada kebenaran di balik perselingkuhan," ucap Verrel.
"Kau tidak hanya berpelukan dengan nya Kau pernah menciumnya kan," tanya Akifa.
"Sayang kamu tidak memperlihatkan nya pada ku," ucap Verrel.
__ADS_1
"Aku tidak ingin kamu marah besar, tapi melihat kedewasaan dari Kenzi, aku tidak bisa menyembunyikannya hal ini," kata Akifa.
"Kurang ngajar, kau berbuat hal seperti itu di rumah ku, Kenzi," beberapa pukulan mendarat di wajah Kenzi. Untung saja Vero dan Kenzo masih di tempat itu untuk memisahkan dan memenangkan Verrel.
"Daddy sudah dad, memukul nya tidak akan menyelesaikan masalah," ucap Kenzi.
"Kau kurang ngajar Kenzi, aku sudah muak dengan mu. Pertama suruh pergi wanita itu dari sini, ke dua aku tidak akan membiarkan mu bertemu dengan istri mu, dia yang akan memutuskan semua nya." Verrel pergi meninggalkan mereka semua.
"Mommy sangat kecewa dengan mu, jika kau masih ingin bersama dengan wanita itu, pergi dan jangan pernah kembali ke sini. Perbaiki diri mu Kenzi," ucap Akifa dan ikut menyusul Verrel.
"Bagus, pertama Sakura dan ke dua Sofia. Jangan dekat-dekat dengan istri ku, kau pria gila," kata Vero.
"Jangan panggil aku kakak lagi Kenzi, kau sangat menjijikkan nikmati saja semua nya sendiri," ucap Kenzo.
Kenzi benar-benar sangat kacau, semua orang meninggal nya, ia sadar apa yang ia lakukan adalah kesalahan besar. Dan yang harus ia lakukan saat ini memperbaiki semua nya.
"Kenzi," ucap Sofia saat melihat Kenzi masuk ke dalam kamar nya.
"Kau harus pergi, jangan dekati aku lagi. Aku tidak mau rumah tangga ku hancur," kata Kenzi.
Dengan cepat Kenzi melepaskan pelukan itu, pergi Sofia jangan sampai keluarga ku yang turun tangan. Mereka sudah tau semua nya Sofia," ucap Kenzi.
"Aku tidak peduli aku ingin bersama mu."
"Tidak bisa Sofia, aku sudah menikah. Untuk ciuman yang kemarin itu kau yang memulai nya, kau yang menyerang ku, aku tidak membalasnya, berarti aku tidak berniat untuk selingkuh dari mu," ucap Kenzi.
Tiba-tiba ada dua orang suruhan Verrel datang masi ke dalam kamar Sofia. Mereka berdua di perintahkan untuk mengusir Sofia dari rumah ini.
"Tuan kami di minta untuk mengusir wanita ini oleh tuan Verrel."
"Maaf Sofia, kau pasti bisa hidup dengan baik. Bawa dia aku tidak akan melarang kalian membawa nya," ucap Kenzi dan pergi meninggalkan kamar Sofia.
"Kenzi, aku mencintaimu, Kenzi jangan Kenzi," teriak Sofia saat di paksa keluar dari rumah ini.
Kenzi merebahkan diri nya di atas kasur, ia merenungi semua kesalahan nya. Memang ia tidak berniat untuk selingkuh tapi apa yang ia lakukan sudah termasuk berselingkuh. Untuk ciuman itu bukan ia yang meminta nya, Sofia yang menyerangnya tetapi ia tidak membalas ciuman itu.
__ADS_1
"Karla maafkan aku, aku ingin kamu kembali," ucap Kenzi.
Karla pergi ke tempat yang Verrel maksud. Vila yang cukup jauh dari perkotaan dan memang sangat cocok untuk menenangkan perasaan nya yang sedang kacau.
"Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan," ucap Karla.
"Sayang aku mencintaimu, aku tidak ingin pisah dengan mu," ucap Kenzi dan Karla secara bersamaan.
Keesokan harinya, setelah perasaan Kenzi sudah tenang, ia berjalan mendekati ruangan Verrel untuk meminta Verrel memberitahu nya dimana keberadaan Karla.
"Cari saja sendiri, aku tidak akan memberitahu mu sebelum Karla meminta nya," ucap Verrel.
"Daddy aku mohon, aku ingin bertemu dengan nya, jangan halangi aku," kata Kenzi.
"Jangan ganggu aku, pergi Kenzi jangan buat aku tambah marah pada mu," ucap Verrel.
Kenzi memutuskan untuk mencari istri nya sendiri, ia yakin dengan berjuang sendiri ia bisa mencari keberadaan istri nya.
Pasangan lainnya Wilda dan Axel semakin mesra saja, mereka berdua tidak segan saling mencium meskipun tidak ada yang meminta nya. Axel juga sudah baikan dan pagi ini ia akan melakukan nya dengan Wilda, tidak ada menunggu malam karena ia takut seperti kemarin, sudah perawatan tapi gagal total.
"Sayang kita bersih-bersih sebentar ya," ucap Axel.
"Kamu Benar-benar sudah sembuh kan," tanya wilda.
"Iya sayang aku sudah, sembuh nanti kamu jangan nangis ya," jawab Axel sambil tersenyum nakal pada Wilda.
"Aku mandi dulu, aku tidak mau bau badan," ucap Wilda sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
"Aku ikut," Axel berlari mengejar Wilda.
Di dalam kamar mandi, Axel sudah menahannya agar tidak melakukan apa-apa adik nya sudah berdiri tegak meminta hak nya, ia tidak tau kenapa adik nya langsung bereaksi. Padahal ia tidak membayangkan apapun, hanya melihat Wilda mandi, itupun tidak terlihat dengan jelas karena tertutup kaca buram. Hanya wajah dan leher jenjang Wilda yang terlihat oleh nya. Axel. menyesal memilih berendam di badhup, seharusnya ia ikut mandi bersama dengan Wilda.
"Sayang tunggu aku di ranjang, jangan pakaian apapun, aku mencintaimu," teriak Axel saat melihat Wilda berjalan keluar dari kamar mandi.
Karma Axel soon
__ADS_1