Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 76 S2


__ADS_3

Alvaro melihat ke arah Angel yang tampak serius dengan nya. Perlahan ia membuka mulut nya dan memakan makanan yang Angel berikan.


"Pedas." batin Alvaro yang sangat tidak bisa makan makanan pedas.


"Ada apa tuan." tanya Angel.


"Kamu makan makanan pedas. Bukannya kamu punya penyakit lambung." tanya Alvaro.


"Tidak papa tuan, hanya sekali-kali. Saya lagi kepengen makan ini." jawab Angel.


Alvaro hanya menganggukkan kepala nya dan kembali memainkan HP nya. Ia sedang berusaha menjelaskan masalah tadi pada pacar nya Elena. Angel bergerak mendekati Alvaro dan duduk di samping nya agar lebih mudah menyuapi suami nya.


"Tuan." ucap Angel yang masih memberikan makanan.


Ingin sekali Alvaro menolak makanan itu tetapi ia tidak tega melihat Angel yang tampak tulus pada nya, ia berharap tidak terjadi apa-apa pada perut nya sesudah memakan makanan ini.


"Terimakasih." ucap Alvaro.


Tak lama makanan yang Alvaro pesan datang dan hampir semua makanan itu makanan pedas yang membuat Alvaro bergidik. Alvaro hanya mampu makan sedikit karena ia tidak sanggup banyak makan makanan pedas itu.


"Sudah tuan." tanya Angel.


"Sudah, saya tidak kuat terlalu pedas." jawab Alvaro.zaAz


"Terus makanan sebanyak ini, mau di apakan." tanya Angel.


"Biarkan saja, yang penting sudah aku bayar." ucap Alvaro sambil berdiri untuk membayar makanan yang ia pesan.


Setelah membayar makanan itu mereka berdua langsung kembali ke dalam mobil untuk pulang. Dan yang tidak di harapkan Alvaro mulia terjadi perutnya mulai terasa sakit.

__ADS_1


"Ada apa tuan." tanya Angel.


"Tidak papa." jawab Alvaro.


Di dalam perjalanan pulang Alvaro merasakan perut nya semakin sakit, sangat sakit sekali dan ia mulai mengeluarkan keringat dingin.


"Anda kenapa tuan, apa anda sakit." tanya Angel.


"Perut ku sakit." jawab Alvaro.


"Apa kita ke rumah sakit saja." ucap Angel.


"Tidak perlu aku hanya perlu istirahat, lagi pula sebentar lagi juga sampai." kata Alvaro.


Sesampainya di rumah Alvaro benar-benar sudah lemas perut nya sudah sangat sakit sekali. Pakaian nya juga sudah basah dengan air keringat nya. Angel membantu Alvaro turun dari mobil dengan memapah nya.


Agnes yang semula ingin mengamuk pada Alvaro langsung membatalkan niatnya karena melihat Alvaro seperti orang yang menahan sakit. Ia mendekati Angel yang kesulitan memapah Alvaro.


"Tidak tau mah." jawab Angel.


"Kau makan pedas lagi." tanya Agnes.


"Iya mah, sudah jangan marah-marah. Perut ku sakit." jawab Alvaro.


"Masuk lah kedalam kamar, mamah siap kan obat nya dulu." ucap Agnes.


Alvaro dan Angel naik ke dalam kamar mereka menggunakan lift. Angel sedikit terkejut saat tau rumah ini memiliki lift karena selama ini ia naik dan turun menggunakan tangga.


"Jangan terkejut, ayah sengaja tidak memperbolehkan kita naik lift kata nya biar sehat naik tangga. Tapi kalau begini tidak papa menggunakan lift." ujar Alvaro.

__ADS_1


Sesampainya di dalam kamar Alvaro langsung merebahkan diri nya ke atas kasur, dan tak lama Agnes datang dengan membawa obat dan segelas air mineral.


"Minum ini dan istirahat lah." ucap Agnes.


"Mah, ini tidak papa kan." tanya Angel.


"Tidak sayang, hanya saja suami mu akan manja ketika sakit." jawab Agnes.


Agnes pergi meninggalkan kamar itu, angel mendekati Alvaro yang tenga memejamkan mata nya seperti masih menahan sakit.


"Tuan, sebaiknya buka dulu baju anda yang telah basah nanti masuk angin." ucap Angel.


Alvaro tidak memperdulikan Angel ia masih diam tidak bergerak sedikit pun.


"Tuan, buka dulu pakai anda." ucap Angel sambil menggoyang tubuh Alvaro.


Alvaro mulai bergerak ia duduk dengan masih memejamkan mata nya, perut nya benar-benar masih terasa sangat sakit. Angel bergerak membuka satu persatu kancing baju suami nya. Setelah itu ia mengelap keringat yang masih menempel.


"Sudah lebih baik tuan beristirahat." ucap Angel.


Alvaro menarik tangan Angel hingga mereka berdua jatuh ke atas ranjang. Ia memeluk Angel dan menarik selimut sampai tubuh mereka berdua tertutup.


"Tuan, apa yang anda lakukan." tanya Angel.


Alvaro masih tidak menjawab dan malah mempererat pelukan nya, sampai Angel menyerah dan ikut tertidur di dalam pelukan hangat itu.


"Siapa dia kenapa cantik sekali." batin Alvaro saat membuka mata nya. Alvaro terbangun pada dini hari karena merasa haus, perut nya juga tidak terasa sakit lagi.


"Aku memeluk nya. Wah mau di letak di mana wajah ku." batin Alvaro.

__ADS_1


"Tapi tunggu benda nya, menempel di dada ku. Aku ingin menyentuh nya, aaahhhhh ini bisa membuat ku gila." batin Alvaro yang mulai terbawa nafsu.


Angel mempererat pelukan nya, sampai Alvaro menahan nafas karena milik Angel sangat menempel di dada nya dan sedikit nampak dari luar. Otak mesum Alvaro mulai bekerja, ia, memasukan tangan nya kedalam pakaian Angel dengan mata yang terpejam agar Angel mengiranya ia masih tidur.


__ADS_2