
"Janji, sudah pergi sana," kata Verrel.
"Ayo Rakha," ucap Vano.
Rakha Vano jadikan sebagai orang yang mengangkat barang nya. Selain menyelesaikan masalah Rakha, Vano juga ingin meninjau bisnis nya. Itu sebabnya ia membawa cukup banyak keperluan untuk di sana.
"Sudah semua ayo kita ke bandara," ucap Vano.
"Kakek sudah pamit dengan nenek," tanya Rakha.
"Rakha nenek mu sudah di TPU, bagaimana aku mau pamit," jawab Vano.
"Kakek bukan nenek yang itu, nenek baru Anita," kata Rakha.
"Aku belum mengatakan pada nya kalau aku akan pergi," ucap Vano.
"Sudah pamit dulu sana, nanti dia ngambek lagi," kata Rakha.
"Apa begitu," tanya Vano.
"Iya cepat kek, aku juga sedang menunggu sesuatu," jawab Rakha.
Dengan cepat Vano langsung turun dari mobil. Ia berlari ke ruangan belakang melewati jalan tersingkat agar tidak ada orang yang tau. Dari kejauhan Vano melihat anita baru masuk ke dalam kamar nya.
"Pas sekali, di sana tidak ada CCTV," ucap Vano.
Vano berjalan mendekati kamar Anita, agar di buka kan pintu oleh pemilik kamar, Vano mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Siapa si," batin Anita, padahal ia baru ingin mau mandi.
"Tunggu sebentar," ucap Anita.
Ketika pintu sudah di buka Vano langsung masuk ke dalam kamar. Hal itu cukup mengejutkan Anita.
"Bapak kenapa masuk ke dalam," tanya Anita.
"Hahaha biar cepat hamil," jawab Vano.
"Bapak." Anita langsung mundur takut Vano berbuat yang tidak-tidak.
"Tidak aku bercanda, aku akan pergi ke Belanda selama beberapa hari, jadi jangan mencari ku," ucap Vano.
"Lah kenapa tiba-tiba seperti ini. Lalu jawaban ku bagaimana," tanya Anita.
"Kalau sudah ada jawaban nya sekarang saja tapi kalau belum tunggu aku pulang," jawab Anita.
__ADS_1
"Tunggu bapak pulang saja. Hati-hati ya, jaga kesehatan jangan terlalu lelah." Anita memberanikan diri mengusap wajah Vano.
"Iya iya aku mengerti, tidak ingin memeluk ku," tanya Vano.
Dengan wajah yang bersemu malu Anita memeluk Vano. Ia cukup sedih karena akan tidak bertemu dengan Vano selama beberapa hari.
"Hati-hati pak, jaga kesehatan pokok nya. Beri kabar kalau sudah sampai," ucap Anita.
"Iya iya." Vano memegang dagu Anita yang cukup mengemas kan.
"Boleh," tanya Vano.
"Tidak," jawab Anita.
"Hadeh, ya sudah aku pergi dulu, gadis ini memang sangat menggemaskan," ucap Vano.
Vano mengecup dahi dan bibir Anita lalu pergi meninggalkan Anita. Ia tidak tau jika Anita langsung terdiam saat mendapatkan serangan mendadak dari Vano.
Vano kembali masuk ke dalam mobil. Ia sudah tenang ketika sudah berpamitan pada calon istri nya. Rakha tersenyum melihat kakek nya yang terlihat sangat bahagia.
"Ini kek minum ya." Rakha memberikan paperback ke Vano.
"Ini apa," tanya Vano.
"Ini nama nya paperback. Isi nya nutrisi penambah hormon testosteron," jawab Rakha.
"Kakek ingin punya anak kan. Testosteron adalah hormon steroid dari kelompok androgen. Penghasil utama testosteron adalah testis pada jantan dan indung telur pada betina, walaupun sejumlah kecil hormon ini juga dihasilkan oleh zona retikularis korteks kelenjar adrenal. Hormon ini merupakan hormon **** jantan utama dan merupakan steroid anabolik."
"Apa bisa aku punya anak lagi," tanya Vano.
"Pasti bisa, itu sebabnya aku memberikan ini. Aku juga minum kok, nanti kita punya anak bersama-sama," jawab Rakha.
"Oh kau baik sekali," kata Vano.
"Iya dong, kan demi kakak," ucap Rakha.
"Halah karena agar aku segera menyelesaikan masalah mu," kata Vano.
"Iya kau benar, hahaha sudah lah ayo berangkat aku sudah tidak sabar untuk menyelesaikan semua nya," ucap Rakha.
Hari ini sudah jadwal para istri untuk memeriksa kandungan mereka. Dan sudah pasti para suami menemani istri mereka. Di rumah sakit sudah ada Kenzo dan istri nya yang datang lebih dulu. Karena Sonia hamil paling tua dan perut yang paling besar. Sonia sudah seperti hamil 9 bulan padahal ia kandungan nya masih berumur 6 bulan.
"Sayang perut kamu semakin besar saja ya," ucap Kenzo.
"Jangan di buka gitu ah, kamu ada-ada saja," kata Sonia.
__ADS_1
"Jangan aku ingin merasakan tendang mereka. Kamu tau anak kita itu sangat sensitif. Setiap malam saat kamu tidur aku selalu mengusap perut mu dan mereka langsung saling bertandang seperti bermain bola," ucap Kenzo.
"Hahaha iya kamu benar, aku tidak tau bagaimana sempit nya di dalam sana," kata Sonia.
"Ya ya ya, di sana sangat sempit," ucap Kenzo.
"Kamu tau dari mana," tanya Sonia.
"Hahaha aku jelas tau lah, aku kan sering berkunjung ke sana, jadi aku tau semua nya," jawab Kenzo.
"Heh kamu ada-ada saja, tempat yang kamu kunjungi dan tempat yang mereka tempati berbeda," kata Sonia.
"Wah pasangan yang sangat bahagia, sedang membahas kandungan nya ya," ucap dokter.
"Iya dok, sedang membahas tempat berkunjung ku, apa beda dengan anak ku," tanya Kenzo.
"Beda mas Kenzo, kalau sama kasihan anak nya selalu di tusuk benda tumpul," jawab Dokter.
"Mas kamu tidak seharusnya bertanya seperti itu. Terkadang pertanyaan kamu itu ada-ada saja," kata Sonia.
"Hahaha tidak papa mbak, sudah ayo kita mulai pemeriksaan nya," ucap dokter.
Dengan semangat Kenzo membantu istri nya naik ke atas tempat tidur. Pertama-tama mereka ingin tau jenis kelamin anak mereka. Dan tentu saja mereka juga ingin melihat perkembangan anak mereka.
Dokter mulai memeriksa tekanan darah Sonia dan semua nya normal terkendali. Itu semua sudah pasti berkat Kenzo yang sudah menjadi suami yang baik dan siaga. Mata Kenzo langsung tertuju pada layar monitor, harapan nya banyak sekali untuk ke lima anak nya ini.
"Wah pertama sudah terlihat, dia sangat sehat dan jenis kelamin nya...
"Laki-laki, ada burung nya," kata Kenzo.
"Benar laki-laki," ucap dokter.
"Dan itu juga ada burung nya, laki-laki lagi, aku punya banyak anak laki-laki," kata Kenzo yang benar-benar sangat bahagia.
"Itu laki-laki lagi, akkk anak ku tiga laki-laki," ucap Kenzo.
"Aku ingin satu anak perempuan," kata Sonia.
"Ini juga laki-laki lagi," ucap dokter.
"4 anak laki-laki, penerus ku banyak sekali," kata Kenzo.
"Satu lagi apa dok, apa pria lagi," tanya Sonia.
"Satu lagi, dia tidak mau memperlihatkan nya. Tunggu sebentar ya," jawab dokter.
__ADS_1
"Love, ahkkk anak ku wanita," teriak Kenzo. Semua harapan Kenzo benar-benat terkabulkan, ia sangat puas mempunyai 4 anak laki-laki dan satu anak wanita.