
"Kenapa aku di minta tinggal di sini," tanya Vivi.
"Tidak papa Vivi, beri waktu kakak mu untuk berdua dengan istri nya. Agar kamu mudah ke Cafe nanti akan ada supir yang menjemput mu dan mengantar mu," kata Verrel.
"Paman bisa saja, aku tidak papa kok. Tapi kalau Vivi mau tinggal di sini juga tidak papa," ucap Rian.
"Bagaimana Vivi mau," tanya Verrel.
"Ya sudah tidak papa, aku juga ingin cepat mempunyai keponakan," jawab Vivi.
"Bagus untuk perlengkapan mu nanti akan ada yang mengantar nya," ucap Verrel.
Sementara itu Rakha sedang mengantar ke dua kakek nya pulang ke rumah. Mobil yang di bawa Alvaro mogok tanpa sebab, itu sebabnya Alvaro meminta agar Rakha mengantar mereka berdua pulang. Awal nya Vano menolak, tetapi tidak ada pilihan lain selain ikut dengan Alvaro dan Rakha.
"Aku pulang dulu ya kakek," ucap Rakha.
"Mampir lah dulu," kata Alvaro.
"Apa sudah ada makanan, aku lapar," tanya Rakha.
"Jelas sudah, tidak seperti rumah mu yang masih kosong," jawab Alvaro.
Karena lapar Rakha memutuskan untuk mampir sejenak. Di rumah juga memang tidak ada makanan.
"Itu Rakha," ucap Verrel.
"Paman, kalian sudah mau pulang," tanya Rakha.
"Iya mereka akan pulang, hanya Vivi yang tinggal di sini," jawab Verrel.
"Rakha nanti bisa kau antar Vivi ke Cafe," tanya Verrel.
"Bisa paman," jawab Rakha dengan cepat.
"Sekarang," tanya Rakha.
"Aku belum bersiap-siap," ucap Vivi.
"Nanti kalau sudah siap, datangi aku di ruang makan aku sangat lapar." Rakha pergi ke arah ruang makan. Ntah sudah beberapa hari ini ia selalu makan di rumah ini. Bahkan sampai saat ini Rakha belum pernah mencicipi masakan istri nya.
__ADS_1
"Selalu yang terbaik," ucap Rakha sambil makan dengan lahap.
Vivi kembali masuk ke dalam kamar nya untuk bersiap-siap. Ntah kenapa ia malah senang bisa pergi bersama dengan Rakha.
"Dia pria beristri, kau tida boleh begini," batin Vivi.
Setelah selesai bersiap-siap, Vivi langsung pergi ke ruang makan tempat Rakha berada. Vivi merasa heran dengan Rakha yang makan sangat lahap di rumah ayah nya. Ia pikir pria beristri pasti akan makan bersama istri nya di rumah.
"Aku sudah siap, kamu makan saja dulu," ucap Vivi.
"Aku juga sudah selesai, tapi tunggu sebentar ya, aku masih melas bergerak," kata Rakha.
"Vivi dimana letak Cafe mu," tanya Rakha.
"Tidak jauh dari Efron grup, kalau kamu sering ke perusahaan itu, pasti kamu akan melihat Neon Cafe di pinggir jalan," jawab Vivi.
"Cafe astethic itu," tanya Rakha.
"Hahaha iya, bisa di katakan seperti itu, kamu pernah ke sana," tanya Vivi.
"Pernah satu kali, bersama teman-teman ku. Tapi bukan kamu yang melayani kami," jawab Rakha.
"Ohh begitu, ya sudah ayo kita berangkat, nanti pegawai mu keburu datang duluan," ucap Rakha.
Di perjalanan mereka berdua tidak ada yang berbicara. Vivi fokus dengan handphone nya. Sedangkan Rakha sedang menerima panggilan dari istri nya.
"Sayang kamu dimana," tanya Alice.
"Tadi aku mengantarkan kakek pulang dan sekarang aku mengantarkan keponakan nya paman. Kamu tidur saja dulu, kata kamu kamu lelah," jawab Rakha.
"Ya sudah aku istirahat saja, jangan sore sore pulang nya," ucap Alice.
"Mimpi indah, see you." Rakha mematikan sambungan telepon itu.
"Maaf ya, istri ku mencari ku," kata Rakha.
"Iya tidak papa," ucap Vivi yang langsung sadar kalau ia harus menjaga jarak dengan Rakha, Rakha benar-benar pria yang lembut dengan istri nya. Hal itu takut membuat diri nya memiliki rasa ketertarikan tersendiri pada Rakha.
"Sudah sampai," ucap Rakha.
__ADS_1
"Kamu tau tempat nya, berarti kamu tidak bohong kalau pernah ke sini," kata Vivi.
"Untuk apa aku bohong, aku memang sudah pernah ke sini," ucap Rakha.
Rakha ikut masuk ke dalam Cafe, ia malas pergi dari Cafe ini dan memilih untuk memesan sesuatu.
"Sudah buka," tanya Rakha.
"Sudah, pegawai ku sudah datang sejak tadi," jawab Vivi.
"Jadi tidak perlu menunggu kamu," tanya Rakha.
"Tidak, aku percaya mereka. Aku juga menyerahkan kunci cadangan untuk mereka tapi cafe ini baru buka kalau sudah ada aku," jawab Vivi.
"Kalau begitu buatkan aku minuman dan makanan yang paling rekomendid di sini," Ucap Rakha.
"Baiklah tunggu sebentar ya, aku akan membuatkan nya."
Rakha membuka handphone nya saat mendengar notif masuk ke dalam handphone nya.
"Kenzo," ucap Rakha.
"Hallo kalian dimana," tanya Rakha.
"Kami sedang di jalan, tidak jauh dari perusahaan, Kau sudah pulang menjemput istri mu," tanya Kenzo.
"Sudah tapi sekarang aku juga ada di luar, aku sedang di neon Cafe milik Rian," jawab Rakha.
"Wah aku tau tempat itu, kami akan ke sana," saut Kenzi.
"Sini lah, aku menunggu kalian," ucap Rakha.
Tak butuh lama makanan yang Rakha minta sudah datang. Vivi langsung yang mengantarkan makanan dan minuman itu untuk Rakha, ia melakukan itu sebagai ucapan Terima kasih nya pada Rakha karena sudah mengantarkan nya.
"Wah seperti nya enak sekali," ucap Rakha.
"Coba saja dulu, silakan di nikmati aku ke belakang dulu," kata Vivi.
"Kamu tidak menemani ku makan," tanya Rakha.
__ADS_1