
Keesokan pagi nya, Verrel terbangun dari tidurnya. Tubuh nya sudah tidak seperti kemarin lagi, ia sudah merasa sangat baik. Tubuh nya memang membaik tetapi hati nya terasa sangat sakit, ia masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana istri nya melakukan hal itu pada orang lain
"Kau sudah bangun." Ucap Wanda.
"Dimana istri ku." Tanya Verrel.
"Istri mu sudah pulang, setelah puas bersama ku. Apa kau tidak bisa memuaskan nya sampai dia selingkuh dari ku." Jawab Wanda.
"Tidak ini tidak mungkin, Akifa tidak mungkin melakukan hal ini pada ku." Ucap Verrel yang merasa sangat hancur saat ini.
"Bukan nya kau mandul Verrel, akan aku beri tau rahasia yang sangat besar pada mu, kalau istri mu bukan hamil dari anak mu, tetapi anak ku."
"Tidak, itu anak ku bukan anak mu, Bajingan lepas kan aku." Teriak Verrel.
Alvaro dan yang lainnya menuju ke Efron grup untuk melihat rekaman CCTV di sana. Mereka semua sedikit lega karena orang yang kecelakaan kemarin bukan Verrel.
"Kenapa kita baru kepikiran." Ucap Dylan.
"Kemarin semua orang panik jadi tidak ada yang berpikir ke sana." Kata Rizky.
__ADS_1
Sesampainya di Efron grup mereka semua langsung menuju ke ruangan tempat pemantauan Cctv, dan langsung mencari rekaman kemarin malam.
"Kau bajingan itu anak ku bukan anak mu." Ucap Verrel.
"Apa sakit Verrel, itu yang aku rasakan dulu Verrel saat kau dan teman-temannya mu menindas ku."
"Kau si kaca mata besar itu, Wanda." Ucap Verrel.
"Kau masih mengingat ku, bagaimana aku sudah berubah bukan, dunia berputar Verrel kau sekarang berada di bawah dan aku di atas." Kata Wanda.
"Wan, maafkan semua kesalahan ku dulu, aku akui aku salah pada mu, aku sangat jahat pada mu, tapi itu masa lalu wan, tolong lupakan itu." Ucap Verrel.
"Lupakan kata mu, kau pikir apa yang kau lakukan pada ku hanya hal kecil."
"Karena kau, ibu ku meninggal ayah ku pergi meninggalkan ku dan adik ku, kau Bajingan Verrel kau Bajingan."
"Apa, aku melakukan hal seburuk itu, maaf wan aku tidak tau, maafkan aku." Ucap Verrel.
"Maaf kata mu, aku akan membuat kau merasakan apa yang aku rasakan dulu Verrel, istri mu juga akan pergi meninggalkan diri mu."
__ADS_1
Sementara itu Alvaro yang sudah tau jika Verrel di bawa oleh seorang langsung melacak plat mobil yang membawa Verrel, ia mengerahkan semua tim terbaik nya agar cepat menemukan Verrel.
Semua barang-barang Verrel tertinggal di atas meja, itu sebabnya mereka tidak bisa melacak Verrel, plat mobil itu satu-satu nya hal yang bisa mereka andalkan.
"Tenang Alvaro, Verrel pasti selamat percaya pada ku." Ucap Vano.
Kurang lebih 30 menit mereka menunggu akhirnya Alvaro dapat menemukan tempat Verrel berada, mereka langsung pergi ke tempat itu dengan membawa beberapa tim untuk berjaga-jaga jika terjadi perlawanan.
Sementara itu tubuh Verrel sudah penuh dengan luka sabetan dari pecut. Wanda melakukan itu dengan sangat kejam ia sangat senang melihat Verrel menangis kesakitan.
"Akkkkhhhhgggggg bunuh aku Wanda, tapi jangan kau sakiti istri ku, dan anak itu." Ucap Verrel.
"Kau sudah dikhianati oleh nya dan kau masih menerima nya, kau laki-laki macam apa Verrel."
"Aku tidak peduli, mau itu anak ku atau anak mu, rasa cinta ku pada istri ku tidak pernah berkurang sedikit pun." Ucap Verrel.
"Kau bohong Verrel, aku yakin hati mu sangat sakit menerima kenyataan ini."
"Iya hati ku memang sangat sakit dan itu yang kau mau bukan, semua sudah terjadi, percuma untuk menyesal, aku tetap mencintai istri ku apapun yang telah terjadi." Ucap Verrel dengan tegas.
__ADS_1
"Bodoh, aku akan membunuh istri mu Verrel, atau aku akan menikmati tubuh istri mu lagi tepat di depan diri mu." Kata Wanda.
Wanda mengambil botol Alkohol dan langsung memasukkan ke dalam mulut Verrel dengan paksa. Sampai Verrel Menengguk habis Alkohol itu.