
Alvaro membiarkan Elena memulai aksi nya. Ntah kenapa ia semakin tidak tertarik dengan apa yang ia lihat sekarang. Rasa nya benar-benar sudah membosankan.
"Tutup tubuh mu." perintah Alvaro.
"Sayang, aku ingin bermain-main pada mu. Aku akan membuat mu ketagihan." ucap Elena.
"Aku sedang tidak tertarik melakukan apapun. Dan ingatlah jangan kau seperti ini di depan semua laki-laki, aku tidak suka barang ku juga di miliki orang lain bahkan di sentuh orang lain." kata Alvaro.
"Jika kau tidak mau tidur dengan ku, bagaimana aku tidak tidak dengan orang lain." ujar Elena.
"Bukan karena aku menemukan mu di bar bukan berarti kau bisa seenak mu. Apa kau masih sering tidur dengan laki-laki lain." tanya Alvaro.
"Tidak sayang, aku setia menunggu mu. Sampai kau benar-benar mau tidur bersama ku." jawab Elena.
"Bagus lah." ucap Alvaro.
"Sayang, kita ke mall yuk, aku ingin membeli sesuatu." kata Elena.
"Pakai pakaian mu baru kita pergi. Apa kau mau menunjukkan seluruh tubuh mu ke penghuni bumi." ucap Alvaro.
"Kenapa sekarang bibir mu pedas sekali." kata Elena sambil mengecup bibir Alvaro.
"Sudah cepat, atau kita tidak jadi pergi." ujar Alvaro.
"Sebenar, aku siap-siap dulu." ucap Elena dan langsung berlari masuk kedalam kamar.
"Jika sudah berbelanja dia lupa masalah sebelumnya, jadi aku tidak perlu repot-repot menjelaskan semuanya." batin Alvaro
Setelah selesai bersiap mereka langsung berangkat menuju mall. Di sana Elena selalu menggandeng tangan Alvaro, ia ingin menunjukan pada orang-orang di sana kalau orang tampan dan kaya ini milik ya.
__ADS_1
"Ke sana." ucap Elena.
"Jam tangan lagi." tanya Alvaro.
"Iya jam tangan ku kemarin sudah jelek." jawab Elena.
Alvaro membelikan semua barang yang Elena mau. Sampai ia sediri bingung berapa isi kartu yang di berikan istri nya ini. Jika hanya uang bulanan seharusnya sudah habis dari tadi.
Agnes menarik nafas panjang saat melihat notifikasi dari HP nya. Ia langsung mengerti kalau yang menggunakan kartu itu bukan Angel sudah pasti anak sulung nya Alvaro.
Tampa terasa waktu sudah hampir gelap dan mereka berdua masih berada di cafe untuk makan, Alvaro lupa kalau diri nya harus menjemput Angel sekolah. Tiba-tiba suara HP Alvaro berbunyi, ia mengambil HP itu dan langsung menjauh dari Elena karena bunda nya yang menghubungi nya.
"Halo bun." ucap Alvaro.
"Apa Angel bersama mu, dia sedari tadi belum pulang." tanya Agnes.
"Halo al."
"Iya bun, kami bersama nanti kami akan pulang secepatnya." ucap Alvaro.
Setelah sambungan telepon itu putus, Alvaro langsung kembali ke Elena.
"Sayang aku harus pergi, kamu bisa pulang sendiri kan." ucap Alvaro dan langsung berlari ke mobil nya tanpa mendengarkan jawaban dari Elena.
Alvaro langsung melajukan mobil nya menuju sekolah Angel, di perjalanan ke sana hujan deras di sertai petir datang membuat Alvaro semakin khawatir.
"Aaaaahhh." teriak Angel saat mendengar suara petir yang sangat kuat. Baju nya telah basah terkena guyuran air hujan, untungnya ia sengaja meninggal tas nya di dalam kelas jadi tidak ikut basah. Angel duduk dengan memeluk kaki nya dengan rapat, ia masih setia menunggu jemputan dari Alvaro.
"Bodoh." ucap Alvaro dengan sambil memayungi Angel.
__ADS_1
"Tuan, anda sudah datang." kata Angel dengan suara yang gemetar.
Alvaro tidak menjawab ucapan Angel ia langsung membawa Angel masuk kedalam mobil.
"Kenapa masih menunggu ku." tanya Alvaro.
"Anda bilang ingin menjemput saya, saya takut jika saya pulang duluan anda akan kebingungan mencari saya." jawab
Alvaro langsung membawa mobil nya menuju toko baju terdekat. Sesampainya di toko itu, ia langsung keluar untuk membeli kan Angel baju ganteng ganti.
"Celana dalam, kaca mata. Bagaimana aku bisa tau ukuran nya." batin Alvaro.
Karena malas banyak berpikir Alvaro mengambil nya secara random berharap yang ia ambil sesuai dengan milik Angel. Setelah ia membayar semuanya Alvaro langsung kembali masuk kedalam mobil.
"Lepas pakaian mu ganti dengan ini." ucap Alvaro.
Mereka berdua pindah ke kursi tengah agar bisa lebih leluasa. Alvaro mengusap wajah dan rambut Angel dengan handuk. Setelah itu ia mulai membuka kancing baju Angel.
"Tuan, apa yang ada lakukan." tanya Angel.
"Menggantikan mu baju." jawab Alvaro tanpa menggantikan tangannya.
Alvaro langsung menghentikan tangan nya saat melihat sesuatu yang sangat menggoda iman nya.
"Ada apa tuan." tanya Angel.
"Tidak ada." jawab Alvaro.
Ia kembali melanjutkan aksi nya, air ludah nya sangat sulit di telan saat melihat apa yang berada di depan nya. Ia tidak menyangka jika Angel memiliki bentuk yang sempurna walaupun masih tertutup kaca mata.
__ADS_1