Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 275 S3


__ADS_3

"Pak seperti nya mas Dylan terpaksa menikah dengan ku." Ucap Lilis.


"Tidak papa lis, nanti dia juga akan mencintai mu, apalagi saat kalian sudah memiliki seorang anak." Kata Sumanto.


"Iya pak, pak aku curiga jika mas Dylan sudah memiliki pasangan di kota, dia pernah mengatakan pada ku jika dia mengingat pernah pergi ke pesta pernikahan bersama seorang wanita."


"Mungkin saja lis, kita juga tidak bisa berbuat apapun. Kita tidak tau alamat rumah nya, mungkin dia memang sudah di takdir kan bersama kita." Ucap Sumanto.


"Semoga saja seperti itu pak." Kata Lilis.


Sementara itu Verrel sudah sampai di desa selanjutnya, kali ini desa itu sedikit tertutup Verrel dan yang lainnya sulit mencari informasi tentang Dylan. Untung nya semua bisa di bicarakan dengan uang.


"Sudah memberi uang banyak, tetapi mereka tidak mengetahui apapun." Ucap Rizky.


"Hahaha sabar Rizky, masin ada 19 desa lagi, kalian sudah menyerah begitu saja." Ujar Verrel.


"Mereka hanya memanfaatkan kita, dari awal kita datang aku sudah tidak suka dengan mereka." Kata Candra


"Kau gantian membawa mobil ini, aku lelah." Ucap Verrel.


Verrel dan Candra bertukar posisi dan langsung melanjutkan perjalanan sebelum gelap mereka sudah berada di desa selanjutnya. Apalagi Verrel yang sangat takut kegelapan.


Setelah kurang lebih menempuh perjalanan 1 jam akhirnya mereka sampai di desa ketiga, mereka bertiga menyempatkan diri untuk makan terlebih dahulu di salah satu warung sambil diam-diam mencari informasi tentang Dylan.

__ADS_1


"Maaf buk, apa ibu tau tentang kecelakaan di jembatan atas sana." Tanya Verrel.


"Iya mas saya mendengar nya, kata nya mayat nya masih belum di temukan ya mas. Tidak heran si mas jembatan itu terkenal sangat mistis, ada banyak korban kecelakaan di sana dan sampai sekarang masih belum di temukan."


"Apa benar buk, ah ibu membuat saya takut." Ucap Verrel.


"Hanya cerita dari mulut ke mulut mas, tidak tau benar atau tidak."


"Rizky untung saja saat itu kita tidak sampai malam di sungai itu." Bisik Verrel.


"Iya aku sangat bersyukur, tapi apakah Dylan masih selamat. Itu garis besar nya sekarang."


"Aku yakin Dylan pasti masih selamat." Ucap Candra.


Kegiatan Dylan sehari-hari sangat berbeda di kota, ia lebih suka ikut ke sawa bersama Sumanto dari pada di rumah bersama Lilis yang setiap saat menggoda nya. Ia benar-benar takut dirinya kehilangan akal dan malah merusak Lilis.


"Ada apa Dylan." Tanya Sumanto.


"Tidak ada pak, boleh aku coba untuk mencangkul."


"Silahkan jika bisa." Ucap Sumanto.


"Kau di sini dulu, bapak ingin ke sana sebentar melihat sawa lainnya." Kata Sumanto.

__ADS_1


"Iya pak." Ucap Dylan.


"Pekerjaan seperti apa ini, aku benar-benar lelah, baru saja beberapa cangkulan." Dylan memilih menepi kembali sambil mengipas ngipas tubuh nya dengan caping.


"Mas Dylan." Ucap seseorang.


"Iya saya sendiri." Kata Dylan sambil melihat ke arah seseorang itu.


"Saya Tina, saya di minta bapak Sumanto mengantarkan minuman dan makanan ini."


"Oh iya terimakasih." Ucap Dylan yang kebetulan sekali sangat haus.


"Mas Dylan pacar nya mbak Lilis." Tanya Tina.


"Tidak, kenapa kamu bertanya seperti itu." Tanya balik Dylan.


"Kata bapak kalian akan menikah dalam waktu dekat, saya pikir mas pacar nya mbak Lilis." Jawab Tina.


"Saya sebenarnya tidak ingin menikah dengan Lilis, tetapi bapak memaksa saya, saya tidak bisa menolak permintaan bapak." Ucap Dylan.


"Pantas saja, mbak Lilis juga bukan wanita yang baik."


"Maksud kamu bagaimana." Tanya Dylan.

__ADS_1


"Dulu mbak Lilis pernah hamil di luar pernikahan, tapi tiba-tiba perut nya mengecil kembali." Jawab Tina.


"Kamu sadar tidak, yang kamu lakukan itu salah, kenapa kamu menjelek-jelekan seseorang. Saya tidak percaya dengan apa yang kamu katakan. Meskipun saya tidak suka pada Lilis tapi saya yakin dia bukan wanita yang seperti itu."


__ADS_2