
Wilda menunggu Axel memberikan sesuatu pada nya tapi Axel malah cuek dan memainkan handphone nya yang membuat Wilda kecewa. Axel melirik ke arah Wilda ia tidak tau kenapa Wilda terlalu memperhatikan nya.
"Ada apa," tanya Axel.
"Tidak ada," jawab Wilda yang sudah yakin jika Axel melupakan janji nya.
"Oh kau tidak bisa tidur jika tidak memeluk ku, sini-sini peluk aku," ucap Axel.
"Kau terlalu percaya diri," kata Wilda dan memilih membelakangi Axel.
"Aku tidak suka kau belakangi, jangan salahkan aku jika aku menusuk mu dari belakang."
"Axel," Wilda kembali membalik tubuh nya.
"Hahaha jangan membelakangi mu, itu tidak sopan."
"Bagaimana dengan mu, kau lebih mementingkan handphone mu dari pada aku, bukan nya itu lebih tidak sopan," tanya Wilda.
"Oh itu yang membuat mu kesal, ya ya ya aku tidak akan mengabaikan mu." Axel menarik Wilda dan memeluk nya denger erat.
"Tidur lah, aku belum bisa tidur, mungkin aku akan bergadang menyelesaikan tugas ku. Tadi akhirnya sudah tidur di tempat teman ku, jadi jangan khawatir aku."
"Aku mengkhawatirkan mu, kau terlalu percaya diri tuan, aku tidak mungkin mengkhawatirkan mu," ucap Wilda.
"Hati dan mulut mu tidak sejalan, sudah tidur lah jangan membuat masalah du malam hari," kata Axel.
Setelah Wilda tidur dengan lelap baru lah Axel membuka laptop nya untuk menyelesaikan tugas Kantor nya.
"Kau sudah sampai." Laura mengirimkan pesan pada Axel.
Axel yang mendengar handphone nya berdering langsung mengambil nya dan membuka pesan yang masuk.
"Aku sudah sampai, kau membuka blokiran nomor ku," tanya Axel.
"Aku tidak akan sanggup tidak mendapatkan pesan manis dari mu," jawab Laura.
"Oh iya, hahaha jangan membuat hati ku berdebar di malam hari," kata Axel.
"Kenapa bisa beredar, kau Kesetrum," tanya Laura.
"Kirim kan foto mu, aku sangat merindukanmu," ucap Axel.
"Tuan mesum, aku tau maksud mu," kata Laura.
"Pacar mu saja mendapatkan nya, apa aku orang hanya sangat kau cintai tidak mendapatkan nya."
Laura mulai selfie gaya yang cukup seksi, belahan dada bagain atas nya sangat terlihat dengan jelas.
"Wow kau sangat cantik, aku ingin memiliki mu," ucap Axel.
"Kau memuji ku cantik setelah aku mengirimkan foto, kalau tidak kau mana pernah memuji ku."
"Jangan marah cantik, ya sudah aku harus melanjutkan tugas ku, sampai jumpa lain waktu."
Obrolan singkat itu membuat Axel kembali pada masa lalu nya, Axel tidak sadar jika apa yang ia lakukan saat ini akan melukai perasaan orang terdekat nya. Dan tentu saja akan membuat masalah baru harus besar.
Pukul 4 dini hari Axel baru bisa tertidur, ia tidur dengan memasukan wajah nya ke dalam baju istri nya.
"Axel," ucap Wilda yang sadar dengan ulah gila suami nya.
"Kau mengantuk jangan ganggu aku," kata Axel yang masih enggan pergi dari dalam sana. Karena Wilda juga masih sangat mengantuk ia tidak memperdulikan hal itu dan memilih melanjutkan tidur nya.
Sinar matahari mulai menerobos masuk ke dalam jendela kamar Vero. Ia terbangun karena Sakura sengaja membuka gorden, Sakura melakukan itu agar sinar mengenai tubuh suaminya.
"Sayang sangat silau," ucap Vero.
"Tidak papa, matahari pagi baik untuk mu," kata Sakura.
"Aku masih mengantuk sayang," rengek Vero.
"Tidak ada tidur lagi, ini sudah pagi, nanti siang baru tidur lagi. Sebentar lagi juga dokter akan datang untuk melepaskan infus di tangan mu," kata Sakura.
"Apa hari ini aku boleh mandi," tanya Vero.
"Kamu akan mandi jika dokter mengizinkan mu mandi, kamu mau makan apa sayang?"
"Aku ingin makan kamu," jawab Vero.
"Aku serius sayang, kamu mau makan apa," tanya Sakura.
"Aku ingin makan Sushi, beli saja di luar. Ayah tau restoran Sushi yang paling aku suka," jawab Vero.
"Aku yang meminta papah mencarikan Sushi untuk mu, itu sangat tidak sopan sayang," ucap Sakura.
"Aku yang akan meminta nya, aku tau kamu pasti merasa tidak enak," kata Vero.
"Kau mau meminta apa," tanya Alvaro yang datang bersama dokter.
"Aku ingin makan Sushi yah, boleh kan," tanya Vero.
"Iya iya nanti aku akan membelikan mu Sushi yang kau minta," jawab Alvaro.
"Pagi Vero, bagaimana dengan keadaan mu, apa sudah lebih baik?"
"Aku jauh lebih baik dari sebelumnya dok, apa aku boleh mandi," tanya Vero.
"Belum boleh jika mandi secara langsung, istri mu bisa membantu mu untuk bersih-bersih agar tidak lengket saja," jawab Dokter.
"Hari ini dokter akan melepaskan infus di tangan mu, dan kau harus meminum obat tambahan agar cepat pulih kembali."
__ADS_1
"Aku sudah bosan," ucap Vero dengan lemas.
Setelah pemeriksaan Alvaro kembali masuk ke dalam kamar Vero dengan membawa Sushi yang Vero minta, Alvaro hampir memborong Sushi yang ada di restoran tersebut, pagi ini semua keluarga Efron memakan Sushi.
"Hmmm enak yah, aku ingin membeli saham restoran itu," ucap Vero.
"Tidak jangan berlebihan, jika kau benar-benar suka dengan Sushi ayah akan membuat kan restoran Sushi untuk mu," kata Alvaro.
"Bukan nya itu malah semakin berlebihan, keluarga yang aneh," batin Sakura.
...***...
Axel bangun lebih dulu di bandingkan istri nya, padahal ia baru tidur beberapa jam lalu. Axel bangun cepat karena ia harus pergi ke kantor, ia lupa jika hari ini Wekeend.
"Selamat pagi," Satu pesan masuk ketika Axsk membuka handphone nya.
"Pagi sayang, aku harus bekerja," kata Axel.
Laura tertawa saat membaca pesan dari Axel, ia yakin Axel terlalu lelah sampai tidak bisa membedakan hari.
"Ini Weekend sayang, kamu mau bekerja dimana Weekend begini."
Axel langsung memukul dahi nya ketika sadar jika hari ini ia tidak perlu masuk ke kantor.
"Maaf aku lupa, ya sudah aku juga ada kesibukan lainnya."
Saat Axel ingin meletakan handphone nya, ia melihat posisi tidur Wilda yang sangat lucu menurut nya. Ia membuka kamera handphone nya dan langsung memfoto momen langkah tersebut.
"Aku mendapatkan aib mu Wilda, hahaha kau akan malu jika aku menyebarkan ini ke Media sosial," kata Axel.
"Axel, kau sudah bangun kenapa tidak membangunkan ku," tanya Wilda.
"Baru saja aku ingin membangunkan mu, tapi kau sudah bangun lebih dulu," jawab Axel.
"Aduh." Wilda langsung bangkit dari atas kasur dan masuk ke dalam kamar mandi.
Axel mengerut kan dahi nya karena ia tidak tau kenapa Wilda masuk ke dalam kamar mandi.
"Kenapa," tanya Axel saat melihat Wilda kembali keluar.
"Sudah penuh," jawab Wilda.
"Oh apa masih sakit," tanya Axel.
"Lumayan, biasanya aku hari ketiga sudah tidak sakit lagi dan hari kelima sudah selesai," jawab Wilda.
"Tidak lama lagi aku akan mendapatkan hak ku," kata Axel sambil tersenyum licik pada Wilda.
"Aku marah pada mu," ucap Wilda.
"Jangan gila Wilda, apa salah ku, kau pagi-pagi sudah marah pada ku," tanya Axel.
"Kau tidak membawa kan sesuatu pada ku, kata nya kau mau membawakan ku sesuatu," jawab Wilda.
"Kau pria yang tidak tanggung jawab, aku sangat kesal dengan mu, jangan harap kau mendapatkan hak mu."
"Maaf Wilda, maafkan aku. Aku benar-benar lupa," ucap Axel.
"Tidak ada kata maaf," kata Wilda.
"Oke begini saja, sebagai ucapan maaf ku dan hadiah untuk mu, aku akan membawa mu jalan-jalan, kau bisa meminta apa saja yang kau mau," ucap Axel.
"Benarkah, kau janji," tanya Wilda.
"Iya aku janji, ayo cepat bersiap lah kita akan pergi pagi ini juga," jawab Axel.
"Terima kasih, kalau begitu aku akan mandi dulu," ucap Wilda dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.
"Dasar wanita, hanya karena lupa saja bisa marah seperti itu, pakai mengancam tidak dapat hak lagi," batin Axel.
Setelah selesai bersiap-siap mereka berdua langsung turun dari lantai atas, kebetulan sekali semua orang sedang berada di ruang makan, memakan Sushi yang Alvaro beli tadi.
"Wah pengantin baru, baru turun," ucap Dylan.
"Kau lupa Dylan, bagaimana kasar nya Axel kemarin," ujar Verrel.
"Sudah jangan membicarakan anakku, kalian berdua sini makan lah," ucap Rizky.
"Tidak pah, aku dan Wilda akan makan di luar," kata Axel.
"Mau kemana, tumben sekali kau mengajak istri mu keluar," tanya Alana.
"Untuk menyenangkan nya kenapa tidak mah, aku akan membawa nya berkeliling dunia, aku pergi dulu mah," jawab Axel.
"Axel kau membuat ku malu," ucap Wilda.
"Untuk apa kau malu, jangan malu sayang, ada saku di sini," kata Axel.
"Sayang kata mu, kau membuat ku mual," ucap Wilda.
"Hahaha kau benar-benar sangat sulit di perilaku dengan romantis," kata Axel.
"Lihat Axel, awal nya saja dia menolak menikah tapi sekarang dia sangat lengket dengan istri nya," ucap Rizky.
"Hahaha kau seperti tidak tau pria saja, dia akan sangat lengket ketika mendapat jatah, keluarga ini menikah berawal dari paksaan," kata Verrel.
"Aku takut Axel masih berhubungan lagi dengan Laura, mereka tidak boleh menjalin hubungan lagi," ucap Alana.
"Aku berharap Laura cepat menikah agar mereka tidak memiliki celah berhubungan kembali."
__ADS_1
Sebelum berpergian kemana-mana mereka berdua menyempatkan diri untuk sarapan dulu, Axel membawa Wilda makan di restoran milik paman nya Dylan.
"Aku rasa Rakha ada di sini, tadi aku sudah menghubungi nya kata nya dia ada di restoran ayah nya, tapi aku tidak tau yang mana," ucap Axel.
"Mungkin saja dia ada di sini," kata Wilda.
Axel menunjukkan identitas nya sebelum masuk ke dalam, mereka berdua langsung di layani seperti raja ketika tau Axel termasuk keluarga Efron.
"Tuan sepupu anda datang."
"Pasti Axel," ucap Rakha dan langsung keluar dari ruangan nya.
Saat sedang asik-asik nya memilih hidangan yang akan mereka makan tiba-tiba ada yang memeluk Axel, hal itu membuat nya cukup terkejut.
"Rakha kau membuat ku terkejut," ucap Axel.
"Hahaha kau kenapa ke sini," tanya Rakha.
"Aku ingin makan gratis, kenapa tidak boleh?"
"Tidak untuk mu, dan untuk istri mu tentu saja boleh," kata Rakha.
"Jangan macam-macam pada ku," ucap Axel.
"Bagaimana kau sudah enak-enak belum. Kau lupa saat di Inggris kau mau melepaskan keperjakaan mu, eh wanita itu lari ketika melihat milik mu," kata Rakha.
"Jangan katakan itu, nanti dia takut, aku belum melakukan nya dia sedang datang bulan," bisik Axel.
"Hahaha, makan nya kau perkecil milik mu, aku tidak tau kenapa milik mu bisa bengkak."
"Itu keajaiban, sudah berhenti membahas hal itu, nanti dia mengetahui nya."
"Apa yang kalian bicarakan, apa yang bengkak," tanya Wilda.
"Kaki mu tidak bengkak, kemarin kan kau jatuh di kamar mandi," jawab Axel.
"Kalian mau kemana," tanya Rakha.
"Kami akan jalan-jalan, kenapa kau mau ikut," tanya Axel.
"Aku tidak ada pasangan, bagaimana jika aku mengajak Laura," jawab Rakha.
"Rakha berhenti bermain-main jangan sampai wanita ini ngambek lagi," kata Axel.
"Bawa saja, asalkan wanita itu tidak gatal dengan suami ku," ucap Wilda yang merasa tertantang.
"Hahaha bagaimana Axel, kau memperbolehkan aku dan Laura pergi," tanya Rakha.
"Jika wanita ini memperbolehkan nya aku tidak masalah, aku yakin akan ada pawang yang menjaga ku," jawab Axel.
Laura yang mendapatkan panggilan dari Rakha mau saja karena ada Axel yang juga ikut, ia tidak tau jika istri Axel akan mengawasinya.
"Sudah dia akan datang, kalian makan lah dulu," ucap Rakha.
"Bagaimana kami bisa makan, makanan nya saja tidak datang," kata Axel.
"Hahaha tunggu sebentar," untuk Rakha.
Rakha ikut makan bersama pengantin baru, ia merasa lebih senang melihat pasangan yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Dia istri Axel," batin Laura.
"Selamat pagi," ucap Laura.
Mata Wilda langsung melihat ke arah Laura, ia sangat penasaran dengan wanita yang Axel sukai.
"Dia wanita nya, memang sangat cantik jauh berbeda dengan ku," batin Wilda.
Sebelum Laura datang, Wilda sudah pindah duduk di samping Axel, yang membuat nya tidak khawatir jika Laura dekat-dekat suami nya.
"Laura kau semakin cantik saja," kata Rakha.
"Rakha jangan menggoda ku, Axel selamat atas pernikahan mu," ucap Laura.
"Iya Laura, perkenalkan istri ku Wilda," kata Axel.
"Laura senang bertemu dengan mu."
"Iya senang bertemu dengan mu Wilda," ucap Laura.
"Jangan tersenyum pada nya, atau aku akan memotong burung mu," bisik Wilda.
"Kenapa dengan wanita ini, dia menempel dengan ku dan terlihat sangat posesif," batin Axel.
"Kita mau kemana," tanya Laura.
"Menemani pasangan ini berbulan madu," jawab Rakha.
"Oh kalian tidak liburan," tanya Laura.
"Tidak aku sangat sibuk," jawab Axel.
Axel benar-benar terasa sangat bingung, dua wanita nya sedang bersama nya, wanita satu ia cintai dan yang satu nya adalah istri nya.
"Kau kenapa," tanya Wilda.
"Tidak ada, aku sudah kenyang," jawab Axel.
"Makan sayang, jangan sampai aku memasukkan semua makanan ini kedalam perut mu," ucap Wilda dengan nada yang menekan.
__ADS_1
"Iya sayang aku akan makan lagi," kata Axel.
"Wanita ini membuat Axel tertekan," batin Laura.