Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 16 S4


__ADS_3

"Aku tidak kuat," ucap Kenzo yang terkulai lemas di atas matras.


"Apa melakukan enak-enak akan selelah ini, tapi kenapa daddy senang sekali melakukan nya." batin Kenzo.


"Kenzo, kau tidak memanggil daddy," tanya Verrel.


"Tidak perlu aku hanya sedikit olahraga saja, aku tau setiap pagi pasti kau sedang enak-enak dengan bunda," jawab Kenzo.


"Dari mana kau tau," tanya Verrel.


"Jika daddy sudah datang dengan bertelanjang dada dan memakai celana pendek itu, sudah pasti daddy habis melakukan nya," jawab Kenzo.


"Hahaha kau bisa saja, Kenzo tidak papa kan kau pergi bersama Kenzi," tanya Verrel.


"Hmmmm," gumam Kenzo.


"Yakin," tanya Verrel kembali.


"Iya dad, aku ingin menyenangkan perempuan itu, daddy tau Sonia belajar memijat demi menyembuhkan ku, aku ingin membalas kebaikan nya," ucap Kenzo.


"Istri mu sangat luar biasa Kenzo, jaga dia dengan baik," kata Verrel.


"Kau benar dad, aku tidak akan melepaskan nya, aku beruntung menikah dengan wanita seluar biasa itu."


"Buat dia hamil Kenzo, dengan demi kian, dia tidak akan lepas dari mu," Ucap Verrel.


"Apa benar dad, tapi aku takut tidak bisa melakukan nya dengan kondisi ku seperti ini," kata Kenzo.


"Bisa Kenzo, nanti istri mu pasti akan membantu mu," ucap Verrel.


Keesokan harinya, Kenzo dan yang lainnya sudah siap terbang ke Jepang. Demi tidak membuat orang terkejut dengan kemunculan Kenzo, mereka berempat memilih naik pesawat pribadi, dan sudah pasti mereka juga berangkat dari bandara pribadi keluarga Efron.


"Tuan saya takut," ucap Sonia yang memang belum pernah naik pesawat.


Kenzo menarik Sonia dan meletakan kepala Sonia di dada bidang nya, tangan nya mengusap rambut Sonia agar Sonia tidak takut lagi.


"Sudah tenang saja, ada aku di sini," kata Kenzo.


Walaupun satu pesawat Kenzo dan Kenzi masih seperti orang yang tidak saling kenal, Kenzi duduk jauh di depan sana sedangkan Kenzo dan Sonia duduk di belakang.


"Sayang di sana nanti aku ingin belanja," ucap Novi.


"Iya sayang kamu bisa belanja sepuas kamu."


Setelah kurang lebih 8 jam mengudara akhirnya mereka sampai juga di negara yang bernama Jepang, di kota Tokyo mereka sudah di tunggu mobil yang akan membawa mereka berempat ke hotel tempat mereka akan menginap.


"Sayang aku ingin," bisik Novi.


"Aku tidak membawa pengaman," ucap Kenzi.

__ADS_1


"Untuk apa sayang, kamu takut aku hamil," tanya Novi.


"Iya sayang, kita masih lama menikah nya, aku nanti akan mencari nya, jika tidak ada maaf kita tidak bisa melakukan nya," jawab Kenzi.


Kamar hotel Kenzi dan Kenzo bersebelahan agar jika terjadi apa-apa atau ingin sesuatu dapat mudah saling memberikan kabar.


"Tuan, aku sangat senang sekali," teriak Sonia sambil melompat ke atas kasur.


"Apa sekarang waktu nya," batin Kenzo.


Kenzo merangkak naik ke atas ranjang untuk mendekati Sonia yang Sedang berbaring di atas ranjang.


"Sayang," ucap Kenzo.


"Apa.. apa tuan apa yang anda katakan," tanya Sonia.


"Tidak ada, Sonia kau ingin punya anak berapa," tanya Kenzo.


"Aku ingin satu saja cukup si, paling banyak dua, aku ingin kasih sayangku tidak terlalu banyak terbagi. Nanti jika terlalu banyak terbagi suami ku bisa mencari wanita lain," jawab Sonia.


"Ingin punya anak sekarang," tanya Kenzo.


"Mamaksud tuan," tanya Sonia dengan gugup.


"Tidak ada kau bodoh tidak tau maksud ku," jawab Kenzo.


"Saya paham tuan, apa yang Anda maksud. Saya istri anda, saya siap melakukan apa pun yang ada minta," ucap Sonia.


"Tidak tuan, saya yakin tuan bukan orang yang seperti itu," jawab Sonia.


Kenzo yakin ini sudah waktunya, iya merasa untuk apa menunda-nunda nya lagi jika ke dua bela pihak sudah sama-sama siap, seperti yang Verrel katakan.


Kenzo mendekati bibir Sonia dan tak lama mereka berdua berciuman lebih agresif dari sebelumnya. Tangan mereka mulai membuka satu persatu pakaikan pasangan mereka.


"Ahhh," ucap Sonia.


"Kenapa," tanya Kenzo.


"Maaf tuan, seperti nya saya datang bulan," jawab Sonia.


"Apa itu, kenapa sampai membuat mu mendesah," tanya Kenzo.


"Inti nya tuan, saya tidak bisa melakukan nya sampai satu minggu lama nya, bisa lebih atau kurang. Saya tadi mendesah karena merasakan sesuatu yang keluar dari milik saya."


"Jadi malam pertama kita gagal," tanya Kenzo.


"Sekali lagi maaf tuan," jawab Sonia.


Kenzo kesal akan hal itu, Kepala nya turun ke bawa dan ia tidak sengaja melihat sesuatu yang membuat nya terkejut. Kenzo melihat darah yang tembus di pakaian putih Sonia, yang ia yakin keluar dari dalam sana.

__ADS_1


"Sonia itu apa, kenapa sampai berdarah seperti itu," tanya Kenzo.


"Sudah aku katakan tuan, saya datang bulan darah Itu yang keluar dari milik saya," jawab Sonia.


"Jadi bagaimana ini, apa sakit," tanya Kenzo.


"Tidak tuan, saya hanya memerlukan pembalut," jawab Sonia.


"Oh baiklah kau tunggu sini," ucap Kenzo dan langsung membawa kursi roda nya keluar dari kamar.


Karena terlalu panik Kenzo sampai lupa jika dirinya tidak tau apa-apa di tempat ini, ia juga tidak tau dimana mencari benda yang bernama pembalut.


Kebetulan Kenzo berpapasan dengan Kenzi di depan lift, mereka berdua sempat saling tatapan sampai Kenzi pergi berlalu dari depan Kenzo.


"Kenzi," ucap Kenzo untuk pertama kali setelah sekian lama nya.


Sontak Kenzi langsung menghentikan langkah kali nya, ia langsung membalik tubuh nya karena sangat terkejut Kenzo memanggil nama nya. Demi Sonia Kenzo rela melakukan apapun termasuk mengubur rasa benci nya pada Kenzi.


"Kau memanggil ku," tanya Kenzi.


"Iya, bantu aku," jawab Kenzo.


Kenzi langsung berlari mendekati Kenzo, ia sangat khawatir saat tau Kenzo membutuhkan bantuan nya.


"Ada apa Kenzo, ada yang sakit, kau kenapa," tanya Kenzi.


"Tunggu dulu, aku mau berbicara dengan mu hanya untuk kali ini, bantu aku mencari pembalut untuk istri ku," ucap Kenzo.


"Hanya karena pembalut," tanya Kenzi.


"Iya bantu aku cepat," jawab Kenzo.


Kenzi membawa Kenzo pergi ke toko tempat ia membeli pengaman tadi.


"Kau tau yang nama nya pembalut," tanya Kenzo.


"Iya aku tau, di ujung sana," jawab Kenzi.


Setelah menemukan pembalut Kenzo langsung mengambil beberapa pak dan merek, Kenzi tau itu sangat berlebihan tapi Kenzi membiarkan saudara kembar nya itu yang penting Kenzo senang.


"Itu tidak," ucap Kenzi.


"Ini apa," tanya Kenzo.


"Ini untuk penunda kehamilan, kau bisa memasangnya di junior mu sebelum melakukan hubungan suami istri," jawab Kenzi.


"Aku mau," ucap Kenzo.


"Kenzi aku tidak membawa uang," kata Kenzo.

__ADS_1


"Aku yang akan membayarnya," ucap Kenzi.


__ADS_2