Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 291 S3


__ADS_3

"Eh kau gila Verrel." Ucap Alvaro.


"Hmmmm." Akifa memalingkan wajah nya, karena sangat malu pada ayah mertua nya.


"Sayang." Bukan nya berhenti Verrel malah turun ke bawa leher Akifa, bibir nya sangat lincah bermain di tempat itu.


Lagi dan lagi Alvaro seperti sedang menyaksikan film porno secara langsung, Verrel benar-benar mewarisi sifat kemesuman nya, bahkan lebih mesum dan ganas dari diri nya.


Verrel menghentikan aksi nya, ia melirik ke arah Alvaro yang masih diam membeku. Verrel mengedip-ngedeipkan mata nya, karena Alvaro tidak terlihat dengan jelas.


"Ayah, pergi lah kau ingin melihat seberapa jago nya aku di atas ranjang." Tanya Verrel.


"Eh iya, selamat bersenang-senang." Ucap Alvaro dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Tepati janji kamu sayang." Kata Verrel.


"Bagaimana kita bisa melakukan nya sedangkan kamu mabuk."


"Kamu meremehkan aku sayang, kamu tidak tau betapa jantan nya diri ku." Ucap Verrel.


"Cuci dulu wajah mu, setelah itu sikat gigi, kamu bauk Alkohol aku tidak suka." Kata Akifa.

__ADS_1


Verrel berusaha untuk tetap terjaga, ia mencuci wajah dan kepala nya dengan air yang sangat dingin untuk menyadarkan diri nya. Ia ingin saat melakukan nya benar-benar dalam keadaan sadar agar diri nya dapat merasakan kenikmatan yang hakiki.


Setelah tingkat ke sadarannya sudah meningkat pesat Verrel keluar kamar mandi m dengan tidak mengenakan apapun. Sedangkan Akifa mempersiapkan dirinya dengan pakaian seksi untuk menyenangkan suami nya.


"Aku sudah siap sayang." Verrel memeluk Akifa dari belakang.


"Ini semakin membesar, apa karena kamu sedang hamil." Tangan Verrel mulai nakal meremas squishy milik Akifa.


"Sayang kamu tidak izin terlebih dahulu pada anak kita." Tanya Akifa.


"Sayang daddy izin pada mu ya, kita akan bertemu di sana." Ucap Verrel.


Keesokan siang nya, mereka berdua baru bangun dari tidur setelah melewati malam yang sangat panjang. Lelah satu kata yang Akifa rasakan saat ini. Verrel benar-benar menggempur nya tanpa ampun karena memang Verrel sudah terlalu lama berpuasa.


"Awww." Akifa terbangun karena Verrel menggigit leher nya.


"Kamu sudah bangun, apa kamu lelah sayang." Tanya Verrel.


"Sangat lelah, kamu menganggu tidur ku sayang." Ucap Akifa.


"Hehehe maaf sayang, ayo kita mandi, setelah itu kita sarapan atau makan siang. Anak kita di dalam sana perlu makan sayang." Kata Verrel.

__ADS_1


"Gendong." Rengek Akifa.


"Iya iya ayo aku gedong, hmmm kamu semakin berat saja." Ucap Verrel sambil membawa Akifa masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan diri nya, mereka langsung menuju ruang makan untuk makan siang karena hari ini sudah siang.


"Ya tinggal makanan sisa." Ucap Verrel.


"Sudah makan saja, kamu bangun nya terlalu siang. Kata Akifa.


Terpaksa Verrel memakan makanan yang ada di meja dari pada diri nya kelaparan. Lagi pula ia harus mengisi energi nya lagi setelah mengeluarkan energi besar selama 4 jam penuh.


"Baru bangun kau Verrel." Tanya Alvaro.


"Hehehe iya yah, kenapa ayah tidak ke kantor." Tanya Verrel.


"Ayah lelah, terlalu banyak mengeluarkan energi malam tadi." Jawab Alvaro.


"Ayah juga sama seperti ku."


"Hahaha kau kira kau saja yang bisa, umur memang sudah tidak mudah, energi tetap besar." Ucap Alvaro.

__ADS_1


Habis di revisi karena terlalu vulgar.


__ADS_2