
"Dimana istri mu," tanya Rian.
"Di kamar nya, kenapa kau kangen dengan nya," tanya Kenzi.
"Hahaha sedikit merindukan nya, aku sudah cukup lama tidak bertemu dengan nya," jawab Rian.
"Enak saja tidak boleh merindukan istri orang lain, istri mu sendiri saja ada, dimana dia," tanya Kenzi.
"Dia di kamar bersama dengan yang lainnya, biasa kalau wanita sudah berkumpul ada saja pembahasan nya," jawab Rian.
"Ya ya ya kau benar, burung suami nya pun tidak luput dari pembahasan mereka," kata Kenzi.
"Bagaimana dengan cafe mu," tanya Rakha.
"Jangan aneh aneh kau, kau yang mengurus nya," ucap Rian.
"Hehehe jangan marah marah, abang ipar ku galak sekali," kata Rakha.
"Vivi sudah hamil," tanya Rian.
"Apa aku lupa memberitahu mu? iya dia sudah hamil sejak beberapa minggu lalu," jawab Rakha.
"Adik ipar lucknut, sudah ngegas lupa memberitahu," kata Rian.
"Hahaha maafkan aku, aku benar-benar lupa. Ya benar si aku langsung gas, mana mungkin menyianyiakan kesempatan ini," ucap Rakha.
"Hahaha gadis muda lagi, dasar duda gatal," kata Kenzi.
Di dalam kamar Karla sudah yakin jika diri nya akan melahirkan, rasa sakit di perut nya mulai terasa intens. Karla berjalan secara perlahan ke kamar mandi, saat membuang air kecil Karla merasakan sesuatu yang keluar dari bagian intinya.
"Apa ini, aku tidak sempat melihat nya," kata Karla.
Ini pengalaman pertama untuk nya, hal itu membuat Karla cukup takut, ia kembali ke kasur dan memilih untuk menghubungi dokter nya. Setelah berbicara dengan dokter Karla merasa lebih tenang, menurut penjelasan dokter diri nya masih pembukaan awal.
Setelah rasa sakit di perut nya lebih intens baru lah ia meminta dokter untuk datang ke rumah nya. Ntah apa yang saat ini Karla pikirkan, ia sampai lupa memberitahu suaminya tentang masalah kelahiran anak nya.
"Seperti nya aku akan melahirkan." Karla mengirimkan pesan pada Sonia.
"Apa benar, dimana kamu akan melahirkan, kalau di rumah aku akan mendampingi mu," tanya Sonia.
"Ya di rumah, kata dokter masih cukup lama, masih pembukaan awal, jadi nanti saja kamu kamu mau ke sini," jawab Karla.
"Oh begitu, selalu memberikan ku kabar, mana tau aku bisa membantu mu," kata Sonia.
__ADS_1
"Bagaimana agar aku bisa cepat melahirkan," tanya Karla.
"lakukan dengan suami mu," jawab Sonia.
"Ah tidak mungkin, aku sudah merasakan sakit nanti sakit nya dobel," kata Karla.
"Hahaha ya sudah tahan saja sebentar, rasa sakit nya itu akan lebih intens, jangan lupa selalu memberikan ku kabar," ucap Sonia.
Para lelaki masih saja berkumpul bersama, kali ini Axel membuat suasana semakin panas, bagaimana tidak ia membawa beberapa botol minuman alkohol, padahal Kenzo sangat melarang hal ini.
"Kau gila," kata Kenzi.
"Mau tidak kalau tidak aku akan membawa nya ke kamar," ucap Axel.
"Kau gila. Sekali kali, kita menikmati ini," kata Vero.
"Aku tidak bisa minum, aku mudah sekali mabuk," ucap Kenzi.
"Berarti minum sedikit saja, aku yakin tidak akan," kata Vero.
Karena Kenzo tidak ada di sana mereka semua mulai Los control, tidak ada yang menahan mereka untuk menghabiskan semua minuman yang Axel bawa. Kenzi yang awalnya hanya minum satu gelas saja, berubah menjadi bergelas gelas. Dan semua dapat di tebak hanya Kenzi yang sudah seperti orang gila, ia tidak tahan dengan nama nya minuman beralkohol.
"Hmmm akkk sakit," ucap Karla.
"Iya ada apa," tanya Sonia.
"Ada suami ku di sana, perut ku semakin sakit," jawab Karla.
"Jadi sejak tadi suami mu tidak ada, dia tidak ada di sini. Aku akan meminta suami ku mencari suami mu." Sonia mematikan sambungan telepon itu.
"Sayang adik mu kurang ngajar," kata Sonia.
"Kenapa? ada apa dengan nya," tanya Kenzo.
"Istri nya merasakan sakit mau melahirkan, dia malah tidak ada di sana," jawab Sonia.
"Dia cari mati." Dengan cepat Kenzo keluar dari kamar nya.
Saat keluar dari kamar, Kenzo mendengar beberapa suara di lantai dasar. Kenzo yakin adik nya itu ara di bawah sana.
"Kalian," bentak Kenzo.
"Kenzo sini bergabung dengan kami," kata Rakha.
__ADS_1
"Bereskan ini semua atau aku pecah kan semuanya," ucap Kenzo.
Kenzo melihat Kenzi sudah dalam keadaan mabuk, hal itu semakin membuat Kenzo marah. Dengan penuh amarah Kenzo menarik Kenzi dengan paksa. Setelah itu ia memukul wajah Kenzi dengan cukup keras.
"Kau mau jadi bajingan, istri mu merasakan rasa sakit mau melahirkan dan kau malah mabuk."
Jika Kenzo sudah marah tidak ada lagi yang berani berkutik, apalagi kemarahan Kenzo sangat beralaskan.
"Kalian yang membuat dia mabuk, bagaimana cara menyadarkan nya," tanya Kenzo.
"Air," jawab Axel.
Kenzo langsung membawa Kenzi pergi dari saja, bukan ke kamar mandi, melainkan ke kolam renang. Sesampainya di sana Kenzo langsung melemparkan Kenzi ke dalam kolam renang yang sangat dalam.
"Sadar kau bajingan," ucap Kenzo.
Kenzi yang setengah sadar sangat terkejut saat ia masuk ke dalam air, sebisa mungkin Kenzi mengendalikan dirinya agar tidak tenggelam. Kenzo tidak memperdulikan adik nya yang hampir mati dalam sana, ia ingin memberikan Kenzi pelajaran yang sangat berharga.
Setelah beberapa saat berenang menepi akhirnya Kenzi sampai di tepian. Ia mengatur nafas nya yang sudah hampir habis. Efek alkohol di dalam dirinya perlahan menghilang, ia mulai bisa berpikir normal meskipun belum seratus persen.
"Kau memang ingin membunuh ku," tanya Kenzi.
"Istri mu sudah mau melahirkan, ia sudah merasakan sakitnya melahirkan dan kau saat ini malah mabuk, apa aku salah marah pada mu," kata Kenzo.
"Apa Maaf, bantu aku ke kamar." Kenzi sangat merasa bodoh, ia tidak tau jika istri nya sedang berjuang untuk anak nya.
Kenzo membawa Kenzi masuk ke dalam kamar. Karla terkejut melihat suami nya yang sudah basah kuyup, ia tidak tau apa yang membuat suami nya sampai seperti ini.
"Sayang Maaf aku, mana tangan yang sakit," tanya Kenzi sambil mendekati Karla.
"Kamu kenapa," tanya Karla.
"Tidak papa, mana yang sakit, apa sudah mau keluar," tanya Kenzi.
"Mata kamu sayup, mulut kamu bauk, kamu mabuk," tanya Karla.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja," jawab Kenzi.
"Kamu mabuk tidak sengaja, aku di sini merasakan sakit ingin melahirkan anak kamu dan kamu malah mabuk."
"Sayang marah nya nanti saja ya, jangan membuat anak kita terkejut," kata Kenzi.
"Itu bukan perut ku," ucap Karla.
__ADS_1
"Eh Maaf." Kenzi mencari perut Karla yang sesungguhnya, efek alkohol yang ia minum masih membuat nya tidak fokus