
"Tidak pasti rasa nya sangat sakit." tolak Anget.
"Sayang ayolah, aku akan memulai nya secara perlahan dan pelan-pelan." bujuk Alvaro.
Angel. tampak bingung, sebenarnya ia masih takut karena saat terakhir mereka melakukan nya rasa nya sangat lah sakit sampai ia demam beberapa hari. Tapi jika dia menolak Alvaro tentu saja Angel akan mendapatkan dosa. Itu sangat membuat nya bingung dan pusing.
"Kamu tau jika semakin lama tidak di gunakan lagi, rasa nya akan sama saat pertama kali kita melakukan nya." ucap Alvaro.
Ucapan Alvaro sukses membuat Angel semakin bingung, jika rasanya sama saat pertama kali melakukan nya ia benar-benar tidak sanggup lagi.
"Apa itu benar." tanya Angel.
"Benar sayang." jawab Alvaro, tangan Alvaro mulai membuka satu persatu kancing baju Angel.
Angel menahan tangan Alvaro. "Pelan-pelan dan tidak terasa sakit seperti kemarin." ucap Angel.
"Tidak akan, aku melakukan nya pelan-pelan. Jika sakit kamu bisa mengatakan nya." kata Alvaro.
"Janji." ucap Angel.
Alvaro tersenyum dan merebahkan tubuh Angel ke atas ranjang, tangan nya mulai bergerak membuka pakaian Angel. Karena sudah lama tidak ia sentuh tubuh Angel seperti sedia kalah mulus dan sangat menggoda Alvaro.
"Sayang, pelan-pelan." ucap Angel.
"Aku belum melakukan nya, tubuh mu saja belum aku sentuh." kata Alvaro.
__ADS_1
Berbeda dengan pasangan lain, Adit makan tenga tertidur di atas ranjang karena kelelahan. Sementara itu Fiona baru keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai kimono yang menutupi tubuh nya. Ia masuk kedalam ruang ganti untuk memakai pakaian tidur.
"Dia malah tertidur, kata nya ingin membuat ku menangis sepanjang malam." batin Fiona.
Fiona berjalan mendekati Adit yang hanya mengenakan celana pendek tanpa atasan, bahkan Adit belum sempat mandi. Dengan ragu-ragu Fiona masuk kedalam selimut dan memeluk Adit dengan erat. Jantung Fiona berdetak sangat kuat saat kulit nya bersentuhan dengan kulit Adit. Apalagi ia hanya menggunakan tanktop dengan perpaduan celana pendek.
Adit terbangun dari tidurnya, karena merasakan ada sesuatu yang memeluk nya. Perlahan ia membuka mata nya dan melihat Fiona sedang berusaha untuk tidur, ia tau Fiona belum tidur karena merasakan detak jantung Fiona yang begitu keras.
"Kau pikir bisa tidur nyenyak malam ini, tidak sayang ingat janji ku kemarin." Ucap Adit yang membuat Fiona membuka mata nya seketika.
Adit bangkit dari atas kasus, ia berjalan mendekati pintu kamar dah menguncinya, tak lupa pula ruang ganti dan kamar mandi juga ia kunci. Adit tidak ingin Fiona berlari lagi seperti kemarin.
"Sayang kau ingin berbuat apa, kenapa mengunci semua pintu."tanya Fiona.
"Buka kaki mu." perintah Adit.
"Untuk apa." tanya Fiona.
Adit yang tidak suka banyak bicara langsung saja naik ke atas tubuh Fiona.
"Katakan aku mencintaimu." ucap Adit.
"Aku mencintaimu." kata Fiona.
"Aku menerima semua yang di lakukan suami ku pada diri ku." kata Adit.
__ADS_1
"Aku menerima semua yang di lakukan suami ku pada diri ku." ucap Fiona.
"Apa kau ingat menjadi istri yang berbakti pada suami mu." tanya Adit.
"Iya kak, bimbing aku menjadi istri yang berbakti pada mu, bunda selalu mengatakan hal itu pada ku. Jadilah istri yang berbakti pada suami mu." curhat Fiona.
"Kenapa kau malah curhat pada ku." ucap Adit yang menahan tawa nya. Tetapi malam ini Adit ingin menjelma menjadi suami yang tidak akan pernah Fiona lupakan.
"Apa aku boleh melakukan nya." tanya Adit.
"Kak aku takut, aku tidak bisa menahan rasa sakit." jawab Fiona.
"Sakit itu hanya beberapa menit saja. Yakin lah pada kakak." ucap Adit.
Fiona hanya menganggukkan kepala nya pertanda ia siap menerima Adit untuk melakukan nya.
Sementara itu Angel sedang bersiap-siap menerima serangan dari Alvaro untuk pertama kali nya setelah satu minggu lebih. Angel memejamkan mata nya saat Alvaro memulai nya. Sudah Angel duga sebelumnya rasa nya masih saja sakit. Tapi tidak terlalu sakit karena Alvaro melakukan pemanasan yang cukup lama.
"Sakit." tanya Alvaro.
"Sedikit, tapi aku bisa menahan nya." jawab Angel
Alvaro tersenyum saat Angel menahan rasa sakit demi diri nya. Alvaro melanjutkan nya karena ia percaya sebentar lagi Angel pasti merasa sedang terbang di atas awan.
Nafas Fiona sudah tidak beraturan, pakaian sudah di koyak Adit. Sekarang Fiona sudah tidak memakai apapun. Adit menelan air liur nya secara kasar akhirnya ia bisa merasakan apa yang Alvaro rasakan. Adit tidak ingin buru-buru melakukan nya. Ia dapat melihat kalau Fiona sedang sangat tegang walaupun ia tau jika Fiona juga sudah basah.
__ADS_1