Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 105 S2


__ADS_3

"Tubuh ku." tanya Anggi.


"Apa lagi, selain itu. Hanya itu yang membuat ku terus berfikir, kenapa saat itu mati lampu. Aku jadi tidak bisa melihat semua nya." jawab Vano.


"Tidak Vano, kita belum menikah." tolak Anggi.


Vano berjalan mendekati Anggi dan menggendong Anggi, ia membawa Anggi naik ke atas kasur.


"Aku janji setelah kita pulang, aku langsung menikahi dengan mu." ucap Vano.


"Aku tidak mencintai mu, mana mungkin aku menikah dengan mu." kata Anggi.


"Bohong, kau mencintai ku. Aku tau kau mencintai ku. Sampai kapan kau tutupi perasaan mu. Ayolah kata kan aku mencintaimu Vano."


"Tidak Vano aku belum mencintai kamu." tolak Anggi.


"Katakan sekali lagi apa kau benar-benar belum mencintai ku." tanya Vano.


Anggi bingung harus menjawab apa, karena sebenarnya ia sudah memiliki perasaan lebih pada Vano.


"Aku belum mencintai kamu Vano." ucap Anggi dengan jelas.


"Oke baiklah, mulai saat ini aku berhenti mengejar mu. Tentang kejadian saat itu lupa kan saja, kau tidak perlu bertanggung jawab. Dan aku akan langsung menghubungi orang tua ku kalau perjodohan kita batal." kata Vano.


"Vano kau menyerah begitu saja." tanya Anggi.


"Percuma juga, aku mengejar mu. Sedangkan kau tidak mau membuka hati mu untuk ku. Percuma nggi, aku tidak ingin terlalu dalam mencintai mu kalau akhirnya kau tidak membalas perasaan ku. Itu akan membuat hati ku sakit nggi." jawab Vano dengan mengambil HP nya untuk menghubungi mamah nya.


Anggi tampak bingung, ia tidak ingin perjodohan ini. Tangan nya reflek menarik HP Vano dan melemparkan nya ke atas kasur.

__ADS_1


"Anggi ada apa dengan mu, kenapa kau buang HP ku." tanya Vano.


"Tidak van, kenapa kau ingin membatalkan perjodohan ini. Kau menyerah begitu saja, setelah semua yang kita lewati bersama. Aku berkata belum mencintai mu hanya ingin lihat cinta mu lebih dalam pada ku. Tapi kenapa kau menyerah begitu saja." Anggi menangis dengan menurut mata nya.


Vano tersenyum saat mendengar ucapan dari Anggi, Sebenarnya Vano hanya ingin mengertak Anggi saja. Ternyata dugaan nya selama ini benar kalau Anggi telah mencintai nya.


Vano duduk di hadapan Anggi dengan membuka tangan Anggi, Vano mengusap air mata yang membasahi wajah Anggi.


"Jadi kau mencintai ku." tanya Vano.


"Aku mencintaimu." jawab Anggi.


Vano merebahkan secara perlahan tubuh Anggi, ia merangkak naik ke atas tubuh Anggi. Pandangan mereka saling bertemu, untuk menyakinkan perasaan mereka selama ini.


"Aku cinta kamu sayang." ucap Vano dengan mendekati leher jenjang Anggi.


Tangan Anggi menggenggam selimut dengan kuat, Saat lidah Vano menggelitik leher nya. Rasa nya sangat lah geli tapi tangan Anggi malah menekan kepala Vano agar Vano melakukan lebih dari itu.


"Kau janji akan langsung menikahi ku." tanya Anggi dengan nafas yang tidak beraturan.


"Aku janji, setelah liburan ini berakhir aku akan langsung menemui papah mu. Setelah itu aku akan langsung menikah dengan mu. Secepat mungkin." jawab Vano.


"Apa boleh aku melakukan nya." tanya Vano.


Dengan perlahan Anggi menganggukkan Kepala nya, ia sudah siap menerima Vano.


skip.


Mereka berdua tampak tidur sambil berpelukan. Pertempuran tadi benar-benar membuat mereka berdua sangat lelah. Anggi terbangun dari tidur nya karena perut nya terasa lapar, perlahan ia membuka mata nya. Tubuh nya terasa sakit semua terlebih lagi di bagian intinya.

__ADS_1


Anggi tidak langsung membangun kan Vano, ia bermain di dada Vano yang membuat Vano menggeliat karena merasa sangat geli.


"Sayang, aku capek." ucap Vano.


"Aku lapar, bagaimana kalau kita memasak sesuatu." kata Anggi.


"Tidak sayang, nanti saja. Apa kamu tidak lelah?"


"Tubuh ku terasa sakit semua. Kau terlalu memaksa ku." kata Anggi.


"Tapi kamu suka kan." tanya Vano.


"Suka, aku suka kamu." Anggi mencium tubuh Vano.


Vano bergerak membetulkan posisi nya agar lebih nyaman. "Setelah kita pulang liburan aku ingin kita langsung menikah." kata Vano.


"Apa kamu sudah sangat mencintai ku, sampai-sampai ingin segera menikah dengan ku." tanya Anggi.


"Iya aku sangat mencintai mu, sangat mencintai mu dan kamu harus menjadi istri ku." jawab Vano.


"Aku percaya pada mu, tapi jangan sekali-kali kami berbohong dan menghianati cinta kita." kata Anggi.


"Tidak sayang, tidak akan pernah." ucap Vano.


"Terimakasih." Anggi memeluk Vano.


Sementara itu Alvaro masih belum bisa menjinakkan singa betina yang sedang marah. Sedari tadi Alvaro hanya mendapat kan punggung Angel. Yang membuat Alvaro kesal dan frustasi.


"Sayang, kamu masih marah pada ku." ucap Alvaro.

__ADS_1


"Tidur saja dengan ikan mu sana." kata Angel.


Sesuai janji author ini sudah di revisi


__ADS_2