Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 322 S3


__ADS_3

"Rakha," ucap Dylan.


"Ada apa sayang, mau kamu bawa kemana anak kamu," tanya Lia.


"Sayang kamu tidak mengingatkan ku jika masa nifas mu sudah selesai," ucap Dylan.


"Percuma juga aku mengingatkan mu sayang, anak kita lagi rewel nya, dia akan menangis jika tidak bersama ku," kata Lia.


"Percuma aku membuatnya kamar khusus kalau begitu, Rakha anak ayah, kamu tidur di kamar kamu yah, demi ayah mu ini," ucap Dylan.


Dylan membawa Rakha ke dalam kamar yang ia siap khusus untuk Rakha, saat sudah tertidur dengan pulas Dylan meletakkan Rakha ke atas keranjang tidur nya, baru saja Dylan letakan dan ingin membalik tubuh nya Rakha kembali bangun dan menangis dengan kencang.


Lia langsung mengambil alih Rakha dan kembali membawa nya masuk ke dalam kamar mereka berdua, Dylan mendengus kesal dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan otak nya.


"Bagaimana dengan mu Rizky, apa masa nifas istri mu sudah selesai," tanya Verrel.


"Aku tidak menghitung nya, nanti kan kalau dia mau minta sendiri, Alana tidak tahan jika tidak aku sentuh," jawab Rizky.


Alana adalah Verrel versi wanita, ia malah lebih suka minta duluan jika ingin dan sangat senang jika suaminya meminta nya sepanjang hari. Hal itu kadang membuat Verrel dan Dylan merasa sangat cemburu.


Malam semakin larut, Verrel juga sudah kembali ke dalam kamar nya untuk beristirahat. Baru saja ia memejamkan mata nya sambil mengusap perut Akifa. Tiba-tiba junior nya diremas oleh Akifa dengan sangat kuat.

__ADS_1


"Ahhhhhkkkk," teriak Verrel dan Akifa secara bersama.


Verrel berteriak karena junior nya yang tersakti sedangkan Akifa berteriak karena perut nya mulai terasa sakit.


"Sayang lepas," ucap Verrel.


"Sakit sayang, perut ku mulai sakit," kata Akifa.


"Lepas dulu sayang, nanti aku tidak bisa membuat anak lagi," rengek Verrel.


"Ahkkkk kenapa perut ku sayang," ucap Akifa.


Verrel mengambil HP nya dan langsung menghubungi Alvaro agar masuk ke dalam kamar nya. Alvaro yang mendapatkan panggilan darurat langsung berlari menuju ke kamar Verrel.


"Akkhhh sakit sayang, lepas dulu ini nanti tidak bisa di gunakan lagi," ucap Verrel.


Akifa masih tidak mengerti apa yang di maksud Verrel, perut nya benar-benar terasa sangat sakit, ia merasa dua bayi nya ingin segera keluar.


Alvaro masuk ke dalam kamar Verrel, ia melihat Verrel dengan Akifa sedang merintih ke sakitan, mata Alvaro langsung tertuju pada tangan Akifa yang meremas junior Verrel.


Mau tertawa rasa nya tidak mungkin, Alvaro lebih memilih langsung membantu Verrel untuk menyelamatkan aset nya. Setelah berhasil selamat Verrel langsung menurunkan celaka nya untuk melihat keadaan aset nya yang berdenyut.

__ADS_1


"Bagaimana masih bisa di gunakan tidak," tanya Alvaro.


"Tidak tau, rasa nya sakit sekali," jawab Verrel sambil membolak-balikan milik nya.


"Milik mu bersih juga, milik ayah sudah lama tidak ayah bersihkan," kata Alvaro.


"Jadi hutan dong yah, itu tidak baik," ucap Verrel.


"Ahhh sakit apa yang kalian bicarakan," teriak Akifa.


Verrel merasa sangat bodoh malah membicarakan hal yang sangat tidak penting, Verrel mengambil hp nya untuk menghubungi dokter yang telah ia di siapkan keluarga nya.


Malam itu berubah menjadi malam yang mencekam, ke dua baby Verrel tidak mau keluar dengan cepat, proses pembukaan juga berjalan sangat lama. Wajah Verrel dan rambut Verrel sudah sangat berantakan akibat tangan Akifa, tak jarang leher dan tangan nya terkena cakaran dari Akifa.


Malam mencekam sudah berlalu tetapi dua baby Verrel engga keluar dari sarangnya, Verrel sudah membujuk ke dua anak nya agar cepat keluar terapi hal itu percuma.


Karena sudah terlalu lama dokter melakukan tindakan selanjutnya, Verrel merasa ingin pingsan saat melihat alat-alat yang di keluarkan dokter.


Tak lama satu bayi Verrel sudah mau keluar dari sarang nya, mata Verrel terbelalak saat dokter memegang gunting untuk menambah jalan keluar.


"Ahhh tidak jangan," teriak Verrel.

__ADS_1


__ADS_2