
Maaf ya karena ke tidak ketelitian author membuat kalian bingung, maksud author adalah manusia sok suci bukan wanita sok suci.
______
"Bunda sudah menangis meminta ayah mereka menghentikan nya, tetapi Ayah masih terus melakukan nya. Aku tidak tau kenapa ayah terus mempercepat gerakan nya."
"Begini biar aku jelaskan, mungkin ayah belum sampai di titik klimaks nya, itu sebabnya ayah terus bergerak cepat," kata Verrel.
"Tapi kenapa sampai berjam-jam, apa tidak lelah, bunda nya sampai menangis dan merintih," tanya Vero.
"Dengar adik tersayang ku, bunda tidak kesakitan hanya menikmati surga Dunia. Apa kau sudah memberitahu ayah jika kau mengintip mereka," tanya Verrel.
"Hmmmm tidak tau, jangan beri atau pasti dia akan marah," ucap Vero.
"Lain kali jangan lakukan lagi, sudah tidur lah dengan nyenyak," kata Verrel.
"Aku tidak bisa tidur, biasa nya bunda dan ayah yang memeluk ku," kata Vero.
"Hadeh, sudah sini aku peluk. Aku tidak menyangka mempunyai adik manja seperti mu," ucap Verrel.
Verrel memeluk Vero sambil menepuk-nepuk pantat adik nya itu. Verrel sudah seperti orang ke dua bagi Vero, walaupun terlihat judes pada Vero nya tetap menyayangi adik nya itu. Karena jarak antara mereka berdua 21 tahun membuat Verrel menganggap Vero sebagai anak nya sendiri.
"Kak apa aku boleh menikah," tanya Vero.
"Apa kau bisa menikah, kau saja manja seperti ini, dan untuk apa kau menikah."
"Untuk melakukan sesuatu yang seperti ayah lakukan," ucap Vero.
"Cih kau masih anak-anak, jangan berpikir untuk menikah. Cepat tidur lah atau aku akan meninggalkan mu," kata Verrel.
"Tidak jangan," Vero membalik tubuh nya dan memeluk Verrel.
"Sayang perlahan," ucap Karla yang baru ke dua kali nya menerima jagung bakar Kenzi.
"Sakit," tanya Kenzi.
"Sakit sekali," jawab Karla.
"Sekarang lakukan seperti kemarin, aku akan memaksa nya masuk," ucap Kenzi.
Karla langsung memejamkan mata nya, tangan nya mencengkram kuat punggung Kenzi. Kenzi yang melihat Karla sudah siap menerima jagung bakar nya langsung mendorong nya dengan kuat.
__ADS_1
"Ahhhkkkk," teriak Karla sampai membusungkan tubuh nya karena merasakan rasa sakit yang luar biasa.
"Maaf sayang, nanti juga enak," ucap Kenzi sambil menggerakkan punggung nya secara perlahan.
Malam hari nya mereka semua berkumpul di salah satu ruangan yang di siapkan khusus oleh anak buah Mario.
"Kenapa kalian meminta bantuan manusia kotor seperti ku, bukan nya kalian sudah kuat dan tidak memerlukan manusia kotor ini," ucap Mario.
"Lawan kami sama dengan mu Mafia. Kotor harus di lawan dengan kotor jadi yang suci tidak ternodai," kata Verrel.
"Cih manusia sok suci, jika bukan karena orang tua mu aku sudah menjual mulut mu itu," kata Mario.
"Berhenti membual, bagaimana apa sudah kau siapkan apa yang minta ayah ku," ucap Verrel.
"Salin ini ke laptop mu, aku tidak akan melepaskan kalian begitu saja, jika kalian mati pekerjaan ku akan hancur," kata Mario sambil menyerahkan flashdisk ke Verrel.
"Jadi kau akan ikut kami," tanya Kenzi.
"Jika kau mau mati, silahkan saja pergi sendiri," jawab Mario.
"Tidak-tidak terima kasih atas bantuan nya."
"Kau berterima kasih terlalu cepat," ucap Mario.
"Aku malas mengakui ini, Mafia yang menyokong mereka berasal dari Australia, dan dia salah satu yang terkuat, jika aku bisa menghancurkan nya aku sudah tidak memiliki musuh besar lagi."
"Pantas kau mau membantu kami, ternyata kau mendapatkan keuntungan juga dalam hal ini." Verrel kembali menyerahkan flashdisk tadi pada Mario.
"Jangan banyak bicara, besok kita akan terbang ke Australia, dan kau Verrel pelajari apa yang telah kau salim tadi," ucap Mario dan pergi meninggalkan mereka semua.
"Hadeh pertemuan ini, sangat menegangkan." Vero bernafas lega.
Keesokan harinya, Mario membawa Verrel dan yang lainnya ke jet pribadi nya, mereka semua langsung terbang ke Australia pagi itu juga.
"Aku sangat lapar," ucap Vero.
"Maaf aku tidak memberikan kesempatan untuk kalian sarapan dulu, tenang saja sebentar lagi makanan untuk kalian datang," ujar Mario.
"Mario boleh aku duduk di sebelah ku, ada yang ingin aku bicarakan," tanya Verrel.
"Sini lah, jika tidak penting aku akan melubangi mu," jawab Mario.
__ADS_1
"Kau gila." Verrel berjalan mendekati Mario.
"Apa Mafia itu sama seperti mu, yang mendistribusikan barang haram, senjata kimia, perbudakan wanita dan yang lainnya," tanya Verrel.
"Iya tapi dalam skala yang lebih besar," jawab Mario.
"Bagaimana kalau kita membongkar nya, dan kita serahkan mereka pada pemerintah."
"Kau bodoh aku akan kena. Dan jangan percaya dengan pemerintah," ucap Mario.
"Kau lebih bodoh, ayah ku akan melindungi mu dan untuk masalah pemerintah kita bisa menggunakan cuan."
"Mereka juga banyak cuan, yang harus kita hancur kan saat ini pemimpin mereka setelah itu baru bisa kita bongkar semua nya," kata Mario.
"Kau benar, oke pemimpin mereka," ucap Verrel.
"Yes makanan," kata Vero.
"Dia siapa, kenapa kau membawa bocah seperti itu," tanya Mario.
"Dia adik ku," jawab Verrel.
"Wah kakek Alvaro sangat ganas, sudah tua begitu masih bisa mencetak anak," kata Mario.
"Hahaha kau kenal dekat dengan ayah ku, apa dia sering memesan wanita dengan mu?"
"Tidak, jangan kan memesan menawarkan saja aku tidak berani," kata Mario.
Saat ini Sonia sedang membersihkan tubuh suami di dalam kamar mandi, karena hanya kepala saja yang tidak boleh terkena air Kenzo masih bisa mandi dari leher sampai ke bawa.
"Jangan di buka aku malu," ucap Kenzo.
"Malu kenapa sayang, aku sudah sering melihat nya dan bahkan beberapa kali merasakan nya," kata Sonia.
"Kau wanita mesum, bilang saja kamu ingin memegang nya."
"Tidak sayang, apa aku mesum. Padahal dulu kamu lebih mesum dari ini, sampai kamu ingin melakukan terus," ucap Sonia
"Jadi aku begitu, wah aku jadi ingin melakukan dengan mu, apa bisa," tanya Kenzo.
"Tidak bisa, kamu masih sakit. Jahitan d kepala mu juga belum kering, jangan aneh-aneh," jawab Sonia.
__ADS_1
Sementara itu di Indonesia Alvaro dan yang lainnya sukses membuat saham lawan mereka semakin merosot ke bawa. Alvaro yakin sama yang merosot ke bawa tidak akan menggetarkan mereka jika mereka benar-benar bermain dengan Mafia.
"Efron lagi, sudah berhenti membuang waktu kalian. Kalian tidak akan bisa menghancurkan ku," ucap Marko.