
Sesampainya di kota mereka semua langsung pulang ke rumah. Anggi ikut ke rumah bersama Vano karena orang tua Vano sekarang sudah berada di rumah.
"Aku takut bertemu orang tua mu." kata Anggi.
"Sayang mamah ku tidak memakan orang. papah ku memang lebih pendiam tapi dia tidak galak. Bahkan aku lebih nyaman bersama nya." ucap Vano.
Sesampainya di rumah Alvaro dan yang lainnya langsung masuk kedalam karena sudah merasa sangat lelah. Sedangkan Anggi dan Vano masih berada di depan rumah itu, karena Anggi masih takut.
"Ayo kita masuk." Vano mengusap wajah Anggi.
"Mamah mu benar-benar tidak galak kan." tanya Anggi.
"Tidak sayang, percaya lah pada ku." jawab Anggi.
"Tunggu-tunggu ini benar rumah mu." tanya Anggi.
"Tidak ini rumah kakek ku, tapi di tempati oleh om Alex dan tante Agnes sekeluarga. Dan jika mamah dan papah ku pulang dari Jepang pasti mereka akan menginap di sini. Jika kita menikah pasti kita juga akan tinggal di sini, karena itu salah satu keinginan keluarga Efron yaitu sebisa mungkin semua keluarga ini tinggal dalam satu atap." jelas Vano.
"Tinggal di sini juga." tanya Anggi.
"Iya sayang, kamu tenang saja rumah ini sangat besar, kamu tidak perlu takut jika privasi mu terganggu. Bahkan jika kita memiliki 7 anak sekali pun rumah ini masih bisa menampung nya." jawab Vano.
Anggi benar-benar terkagum-kagum saat melihat rumah Yang ia masuki, rumah yang sangat luas seperti istana. Ia menggenggam erat tangan Vano untuk menghilangkan rasa gugup di hati nya.
"Mah pah." panggil Vano.
Jihan dan Kevin yang melihat Vano langsung berjalan mendekati putra mereka dan memeluk nya dengan sangat erat.
"Mah, malu ada pacar Vano." bisik Vano.
"Iya iya." Jihan melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Kau sudah besar van, bagaimana apa wanita pilihan mamah mu cocok." bisik Kevin.
"Cocok pah, Vano suka." jawab Vano.
"Tante om." sapa Anggi dan berjalan mencium tangan mereka berdua.
"Cantik dan baik, sesuai keinginan ku." kata Jihan sambil memeluk Anggi.
Anggi terkejut saat mendapatkan pelukan dari Jihan. Ini pertama kali nya ia mendapat kan pelukan dari hangat dari seorang ibu setelah mamah nya meninggal 4 tahun lalu.
Tanpa sadar Anggi meneteskan air mata nya, tiba-tiba Anggi langsung teringat pada mendiang mamah nya.
Mereka yang berada di situ terkejut saat melihat Anggi meneteskan air mata. Terutama Vano yang langsung mengusap air mata Anggi.
"Ada apa sayang, kenapa kamu menangis." Vano langsung memeluk Anggi.
Anggi menangis di dalam pelukan Vano, Jihan dan Kevin hanya bisa menyaksikan momen itu karena mereka juga tidak tau kenapa tiba-tiba Anggi menangis.
Ada perasaan senang saat di dalam hati Jihan dan Kevin saat Vano berusaha menenangkan perasaan Anggi. Mereka berdua merasa jika Vano sudah benar-benar siap membina rumah tangga.
"Sudah tan, terimakasih." jawab Anggi.
"Kenapa dengan calon mantu mu ji, kau terlalu galak pada nya." tanya Agnes.
"Tidak kak, aku mana bisa galak pada calon mantu secantik ini." jawab Jihan.
"Mah, Angel naik ke kamar dulu ya, Mas Varo meminta Angel naik ke atas." ujar Angel.
"Iya sayang, cepat berikan mamah seorang cucu." baik Agnes.
Angel hanya tersenyum saat mendapatkan bisikan seperti itu dari ibu mertua nya.
__ADS_1
Angel naik keatas menuju kamar nya. Di dalam kamar Angel masih tidak melihat Alvaro sama sekali.
"Dimana dia, kenapa meminta ku naik kedalam kamar." ucap Angel.
Dari belakang Alvaro memeluk Angel dengan erat sampai Angel terkejut.
"Sayang." ucap Angel.
"Hehehe kenapa kau merindukan ku." tanya Alvaro.
"Kenapa meminta ku untuk naik ke atas." Angel memeluk Alvaro.
"Tidak ada, aku hanya tidak bisa jauh-jauh dari mu." Alvaro membalas pelukan Angel.
"Mamah meminta cucu pada kita." ucap Angel.
"Cucu, biarkan Fiona saja yang memberikan nya dulu. Aku masih ingin berdua dengan mu lebih lama." kata Alvaro.
"Sayang, jika kamu ingin menunda momongan. Aku harus meminum pil kb." ucap Angel.
"Tidak perlu, aku akan memakai pengaman saja, untuk beberapa bulan ini." kata Alvaro.
"Aku nurut pada mu saja, kamu yang memimpin dan pemimpin keluarga ini." Angel mencium Alvaro.
"Apa kamu masih ada tamu." tanya Alvaro.
"Kamu harus bersabar selama hari ini." bisik Angel.
"Ada apa dengan mu sayang, kenapa kamu menangis." tanya Vano.
"Aku hanya ingat pada mamah ku, saat dia meninggal kan ku. Bahkan aku belum sempat memeluk nya untuk terakhir kali nya." jawab Anggi dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Karena apa mamah mu meninggal." tanya Vano.
"Dulu perusahaan papah, mengalami kebangkrutan yang sangat besar. Mamah yang sedang di dalam perjalanan pulang, ketika mendapat kan kabar itu memacu mobil nya dengan kencang. Karena terlalu kencang mobil mamah hilang kendali dan menabrak truk yang berada di depan nya. Saat kejadian itu aku sedang berada di luar negeri. Jadi aku tidak bisa melihat detik-detik kepergian mamah." Anggi kembali menangis.