
"Dylan dimana ayah mu," tanya Anita.
"Ini Anita, dia sedang di kamar dia sedang sakit kasihan sekali," jawab Dylan.
"Belum enakan ya, ya sudah aku ke sana dulu, Terima kasih," kata Anita.
Anita masuk ke dalam kamar nya. Ia sudah tau jika Vano sedang tidak enak badan, ia sudah jika suaminya seperti itu, ia juga sudah ingin membawa Vano ke rumah sakit tetapi Vano tidak mau dengan alasan tidak ingin membuat Rakha khawatir.
"Sayang masih tidak enak badan," tanya Anita.
"Tidak sayang, tapi sudah enakan kok. Apalagi aku di dekat kamu," jawab Vano.
"Kita ke rumah sakit ya," ucap Anita.
"Tidak usah sayang, nanti kalau aku belum enak badan sampai besok aku baru ke rumah sakit."
"Ya sudah kalau kamu tidak mau tidak papa, besok kalau kamu belum sembuh juga baru kita ke rumah sakit."
"Hmmm iya sayang," Ucap Vano dan menarik Anita ke dalam pelukan nya. Ia sangat suka dengan Anita yang sangat perhatian pada nya.
Di lantai bawa Rakha dan Vivi langsung mencoba semua makanan yang sudah tersedia, semua makanan yang ada di sana sangat enak dan sesuai dengan harapan mereka.
"Semua nya sangat enak aku sangat suka," ucap Rakha.
"Iya sayang aku juga sangat suka, itu panggung kamu sedang di coba. Kamu tidak mau mencoba bernyanyi terlebih dahulu," tanya Vivi.
"Iya akan amy coba ya, semoga saja semua nya sesuai dengan harapan ku," jawah Rakha.
Rakha berjalan menuju panggung, ia akan mencoba bernyanyi untuk menetes semua sudah sesuai dengan harapan nya apa belum.
"Lagi apa sayang," tanya Rakha.
"Agnes sayang aku ingin mendengar kan lagu nya," jawab Rakha.
Rakha mulai bernyanyi dengan power yang sangat kuat. Tanpa sadar ada produser musik yang melihat semua nya. Produser lagu itu sangat suka dengan suara Rakha, ia mendekati Rakha untuk menawarkan kerja sama dengan Rakha. Sebenarnya produser itu pemilik WO yang sedang mereka pakai ini. Ia sedang mengecek semua nya agar berjalan dengan lancar.
"Kamu rakha," tanya Siska.
"Iya aku Rakha, ada apa ya?
"Aku sangat suka dengan suara kamu, kamu bisa bernyanyi sekali lagi," tanya Siska.
"Mohon maaf kamu siapa ya, kenapa meminta ku untuk bernyanyi lagi," tanya Rakha.
"Aku produser musik aku sangat suka dengan suara mu. Jika kamu mau bernyanyi lagi kamu bisa aku pertimbangan masuk ke dalam agensi ku," jawab Siska.
"Aku mau bernyanyi lagi bukan untuk agar aku bisa masuk ke dalam sana. Aku hanya ingin menyombongkan diri ku," kata Rakha.
Rakha kembali bernyanyi lagi, suara merdu nya benar-benar membuat produser musik itu sangat senang akan suara nya. Ia berpikir jika menerbitkan Rakha menjadi seorang penyanyi, Rakha pasti akan sangat sukses. Bukan hanya suara Rakha yang sangat bagus tetapi wajah tampan Rakha juga sangat mendukung.
"Wow sangat luar biasa kamu mau tidak masuk ke dalam label musik ku," tanya Siska.
"Aku tidak mau, kau tau ada perusahaan besar ingin menerbitkan ku menjadi bintang tapi aku tidak mau. Aku tidak suka menjadi pusat perhatian banyak orang," kata Rakha.
"Hmmm kami bisa membuat mu jadi bintang tapi kau tidak akan terkenal, mereka akan menikmati karya mu saja tanpa tau identitas mu," ucap Siksa.
"Bagaimana cara nya," tanya Rakha yang langsung tertarik.
"Kita bicarakan Baik-baik yuk, jangan di sini kurang enak untuk membicarakan masalah penting seperti ini."
"Iya kita bicara di ruang tamu lantai dua saja," ucap Rakha.
"Sayang kamu mau kemana," tanya Vivi.
__ADS_1
"Ayo sayang kamu ikut, ini ada pekerjaan besar," jawab Rakha.
Di lantai dia mereka langsung membahas masalah penting ini. Rakha benar-benar sangat tertarik dengan apa yang siska tawarkan. Tetapi ia sangat bingung karena ia akan menikah, ia tidak ingin membuang waktu nya dengan sia-sia.
"Sayang aku si tertarik tapi aku takut nanti aku menjadi artis besar dan aku akan sibuk."
"Sayang kamu yakin, kalau kamu yakin aku bisa memikirkan nya," tanya Vivi.
"Iya sayang aku sangat yakin, tapi yang aku katakan tadi," jawab Rakha.
"Bagaimana Rakha kamu suka tidak," tanya Siska.
"Ya aku sangat suka, tapi aku perlu tau sistem kerja kalian. Jangan sampai aku tertipu dengan kalian," jawab Rakha.
"Hahaha kamu jangan takut, Vivi kamu percaya dengan ku, apakah di wajah ku ada kebohongan," tanya Siska.
Ntah kenapa rakha sangat percaya dengan siska. Ini juga salah satu keinginan nya, mempunyai suami yang seperti Justin bieber, ataupun Bruno Mars.
"Aku percaya dengan mu," kata Siska.
"Aku juga percaya dengan mu, ya aku mau masuk ke dalam label mu Tapi nanti kami menikah baru kami datang ke perusahaan mu," ucap Rakha.
"Iya aku sangat penasaran kenapa kamu tidak mau menjadi artis terkenal, kamu itu sangat berbakat loh," tanya Siska.
"Aku tidak suka popularitas, aku hanya suka karya ku di nikmati banyak orang. Aku suka karya ku membuat semua orang terhibur. Aku ingin semua orang merasakan indah nya musik," kata Rakha.
Semua orang suka dengan apa yang tidak Rakha suka. Rakha benar-benar berbeda dari semua orang di dunia ini. Rakha juga sangat haus akan pujian hal itu kadang membuat orang yang baru kenal dengan nya sedikit risih dengan Rakha.
"Hahaha iya lah, aku itu tampan, kaya raya dan sangat berwibawa mana ada seseorang yang sama dengan ku," kata Rakha.
"Selain kamu tidak suka popularitas kamu juga sangat haus dengan pujian," ucap Siska.
Setelah mendapatkan apa yan Rakha mau, Rakha kembali memeriksa semua nya. Ia ingin ingin kembali memastikan semua nya berjalan dengan lancar.
"Dekorasi kita sudah 70 persen jadi kami suka tidak," tanya Rakha.
Rakha baru sadar kalau ia sudah cukup lama tidak bertemu dengan kakek nya. Setelah Vano menikah Rakha memberikan waktu untuk kakek nya bernafas tenang. Kalau ia terus menerus menggoda Vano, Vano bisa benar-benar marah pada nya.
Rakha berjalan masuk ke dalam kamar kakek nya, ia memutuskan masuk ke dalam karena sudah berulang kali mengetuk tetapi tidak ada yang membuka kan pintu.
"Kakek," ucap Rakha yang melihat kakek nya yang sedang tertidur dengan lelap.
"Ahkkkkkk," teriak Anita yang berada di dalam kamar mandi. Hal itu membuat Vano terbangun dari tidurnya.
"Sayang ada apa si," tanya Vano.
"Sayang aku Rakha kek," jawab Rakha.
"Dimana istri ku," tanya Vano.
"Di kamar mandi, tadi Rakha mendengar Anita teriak dari dalam sana," jawab Rakha.
Dengan cepat Rakha dan Vano langsung masuk ke dalam kamar mandi. Mereka bingung kenapa bisa Anita teriak dari kamar mandi.
"Sayang kamu kenapa," tanya Vano.
"Sayang.... aku hamil," jawah Anita sambil melompat-lompat kegirangan. Anita melompat-lompat Vano diam membeku.
"Kamu hamil sayang," tanya Vano.
"Iya sayang aku hamil. Ini dua garis merah, aku diberi testpack oleh Dylan, aku memeriksa nya dan ternyata aku hamil sayang," jawab Rakha.
"Ahkkk aku punya anak lagi, aku berhasil Ye ye ye ye aku punya anak."
__ADS_1
"Kakek cepat sekali, baru tiga minggu setelah pernikahan tetapi langsung jadi," ucap Rakha.
Rakha benar-benar terkejut dengan kenyataan yang terjadi. Ia akan punya paman kecil yang nanti akan seumuran dengan anak nya.
"Kakek aku akan punya paman kecil," tanya Rakha.
"Ini semua karena obat yang kau beri, aku yakin nanti kau juga harus meminum nya. Kau akan punya anak seperti ku," jawab Vano.
"Aku akan punya anak lagi Rakha," teriak Vano.
"Hahaha iya kakek, aku juga sangat senang," kata Rakha sambil memeluk kakek nya.
Tiga minggu setelah menikah akhirnya Vano mendapat apa yang ia mau. Senang sudah pasti itu tanda nya benih yang ia produksi berkualitas dan sangat sehat. Sampai-sampai Anita hamil begitu cepat.
"Jangan beri tau siapa-siapa dulu ya," kata Vano.
"Kenapa kek ini kan momen yang sangat bahagia," tanya Rakha.
"Tidak papa, kau dan aku saja yang tau kabar bahagia ini. Nanti jika sudah waktunya pasti semuanya akan tau," jawab Vano.
"Oke kakek, kakek doa kan aku juga ya, doa kan aku agar bisa cepat menyusul mu," kata Rakha.
"Iya pasti, sudah untuk apa lama-lama kita berada di dalam kamar mandi," ucap Vano.
Rakha memutuskan untuk keluar dari kamar kakek nya, ia tidak mau menganggu kakek nya yang sedang sangat bahagia saat ini.
"Sayang kamu langsung sembuh," tanya Anita.
"Iya sayang, aku langsung sembuh seketika, aku sangat senang akhirnya aku mempunyai anak lagi setelah Dylan," jawab Vano.
"Kamu tebak anak kamu pria atau wanita," tanya Anita.
"Pria gen ku itu banyak pria, aku yakin anak ku Pria lagi," jawab Vano.
"Hahaha mungkin saja iya, aku si memang lebih suka dengan anak pria, tapi kalau wanita juga tidak papa kok," kata Anita.
"Iya aku di beri apa saja suka kok," ucap Vano.
"Sayang malam ini kan ada acara besar, kamu kuat tidak," tanya Anita.
"Seharusnya aku yang bertanya pada mu, kamu kuat atau tidak kamu sedang hamil, tidak baik jika kamu terlalu kelelahan," tanya Vano.
"Aku tida papa sayang, dari kemarin saja aku yang selalu memimpin pertandingan," jawab Anita.
"Hahaha iya iya, kamu sangat jago sayang. Tapi kenapa cuma sebentar, padahal aku baru juga ingin santai," tanya Vano.
"Hehehe aku tidak kuat. Kamu lama sekali," jawab Anita.
Mungkin bisa di katakan pasangan Anita dan Vano adalah pasangan yang sedang paling bahagia di dunia ini. Mereka terus merasakan benih-benih cinta yang memang sangat luar biasa efek nya.
Malam hari nya. Rakha dan Vivi sudah mulai di bersiap-siap mereka berdua sedang di percantik dan di pertampan di dalam ruangan yang sama. Vivi mengenakan dua gaun yang berbeda malam ini, pertama untuk resepsi dan yang ke dua untuk pesta di malam hari nya. Begitu juga dengan Rakha yang memakai dua jas yang berbeda, sesuai dengan Vivi.
Wajah tampan Rakha berubah menjadi sangat gugup. Ia terus berkeringat yang membuat make tipis yang menempel di wajah nya luntur. Rakha memerlukan seseorang untuk menenangkan nya.
"Rakha kau kenapa si, kau tidak pernah seperti ini," tanya Dylan.
"Aku sangat gugup yah. Aku benar-benar sangat gugup," jawab Rakha.
"Rakha dengarkan kakek jangan pikir kan aneh-aneh. Kau pasti bisa, dan bayangkan saja malam pertama mu, pasti perasaan gugup mu akan hilang," kata Vano.
Rakha membayangkan apa yang kakek nya katakan. Perasaan gugup nya perlahan menghilang hanya saja adik nya yang malah mulai bangun. Kalau di suruh berpikir kotor Rakha memang jago nya.
"Sudah tenang," tanya Vano.
__ADS_1
"Sudah kek tapi adik ku malam bangun, bagaimana ini," tanya Rakha.
"Hahaha sudah nanti juga tidur lagi," jawab Vano.