Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 339 S3


__ADS_3

"Verrel anak mu benar-benar sangat tampan, aku ingin satu," ucap Aldy.


"Tidak enak saja, aku sulit mendapatkan nya, butuh perjuangan," kata Verrel.


"Ayolah Verrel, jangan pelit pada ku, aku pinjam anak mu ya, atau kau berikan pada ku, jadi anak ku sepasang," ucap Aldy.


"Jangan aneh-aneh Aldy, kita jodohkan saja anak kita, bagaimana kau setuju tidak."


"Hmmm jika anak ku menikah dengan anak mu, mereka akan tinggal dimana," tanya Aldy.


"Ya jelas di rumah ku, jadi mau dimana, kau pindah saja jangan di pulau itu lagi," jawab Verrel.


"Nanti aku pikirkan, lagi pula masih butuh 25 tahun lagi untuk anak kita menikah," ucap Aldy.


Verrel membawa Aldy ke tempat biasa nya ia dan yang lainnya berkumpul, di saja sudah ada Rizky, Candra dan juga Dylan yang sudah menunggu mereka.


"Teman baru ni," ucap Dylan.


"Dia yang kau bicarakan Verrel, yang membuat mu cemburu," tanya Rizky.


"Iya dia yang membuat ku cemburu, kita apakan dua ya," jawab Verrel.


"Apa-apaan kalian, Verrel kau ingin menjebak ku," tanya Aldy.


"Hahaha kami bercanda, perkenalkan aku Dylan."


"Aku Rizky, dan dia saudara kembar ku Candra."


"Kalian kembar, tapi kenapa tidak mirip, aku Aldy." Aldy ikut bergabung dengan mereka semua.


"Ya karena kamu memang tidak mirip, bukan hanya wajah sifat kamu juga berbeda jauh," kata Candra.


"Jadi ini teman-teman yang kau bicara kan Verrel, kau benar Verrel mereka semua sangat hangat, pantas saja kau tidak betah di pulau," ucap Aldy.

__ADS_1


"Apa yang Verrel katakan tentang kami, jangan-jagan dia menjelekan kami," tanya Rizky.


"Tidak Verrel tidak ada menjelekan kalian," jawab Aldy.


Aldy mengambil sesuatu di bawa meja, ia seperti merasa tidak asing dengan bunda itu.


"Ini DVD, Film biru, kalian suka menonton bersama," Tanya Aldy.


"Ini tempat kami menghilangkan hawa nafsu." Verrel mengambil remot dan tak lama tirai terbuka menunjukkan layar LCD yang sangat besar.


"Wah kalian gila, layar sebesar ini untuk menonton." ucap Aldy.


Rizky mengambil kotak di dekat nya yang berisi alat tempur.


"Ada balsem, minyak angin, tisu dan lain-lain," ucap Rizky.


"Kalian tidak malu," tanya Aldy.


Aldy benar-benar merasa aneh dengan keluarga ini, keluarga teraneh yang pernah ia temui seumur hidup nya.


Malam hari nya saat semua nya sudah tertidur tiba-tiba Alvaro masuk ke dalam kamar Verrel, ia membangunkan Verrel karena Angel meminta sesuatu lagi.


"Verrel bangun, ayo temani ayah," ucap Alvaro.


Verrel membuka mata nya secara perlahan, ia ingin sekali bangun tapi sulit bagi nya. Alvaro membantu Verrel bangun dan langsung membawa nya keluar.


"Bangun Verrel," Alvaro berteriak di telinga Verrel.


"Ayah sakit," ucap Verrel.


"Kau aku suruh bangun sulit sekali, ayo bangun cepat bangun," kata Alvaro.


"Iya iya, aku bangun. Kenapa ayah membangun kan ku?"

__ADS_1


"Bunda mu meminta seblak, aku tidak tau apa itu seblak, dan dimana mencari nya," ucap Verrel.


"Apalagi aku, ayah saja tidak tau. Bunda kenapa menginginkan sesuatu di malam hari." Verrel menggaruk kepala nya dengan kasar.


"Sama seperti saat hamil mu dulu, bunda mu juga menginginkan sesuatu di malam hari," kata Alvaro.


"Jadi kita harus apa, mencari seblak untuk bunda, aku saja tidak tau bentuk nya, rasa nya, siapa yang menjual nya," ucap Verrel.


"Kau bangunin salah satu sepupu mu, mana tau mereka tau," kata Alvaro.


"Iya akan ku coba," ucap Verrel.


Mereka berdua berjalan mendekati kamar Dylan, sebelum mengetuk pintu Verrel menempelkan kuping nya di pintu agar ia tidak merusak momen.


"Hmmmm." Terdengar suara dari dalam kamar.


Verrel menarik ayah nya, menuju kamar berikut nya, tapi lagi dan lagi Verrel mendengar suara yang sama.


"Ah sial," ucap Verrel.


"Ada apa Verrel," tanya Alvaro.


"Mereka sedang enak-enak yah, sudah lah ayo kita keluar, kita cari sendiri saja," jawab Verrel.


Saat membalik badan mereka tiba-tiba ada seseorang muncul yang membuat mereka berteriak dengan kencang.


"Ahhkkkkkk," teriak Alvaro dan Verrel dengan sangat keras.


"Owekkkkkk." Semua bayi yang ada di dalam kamar langsung menangis.


Lia dan Alana kompak mendorong suami mereka dan langsung mendekati anak mereka. Dylan dan Rizky terjatuh di lantai dengan posisi yang sangat mengkhawatirkan kan.


Notes: Kisah anak Verrel akan di mulai ya tetap di sini, akan banyak air mata dan kekerasan hehehe agar berbeda.

__ADS_1


__ADS_2