Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 92 S2


__ADS_3

"Kenapa tidak berani, aku ada apa yang harus kamu takut kan." tanya Alvaro.


"Aku takut, banyak kenangan buruk di sana setalah orang tua ku meninggal." jawab Angel.


"Kalau pergi bersama ku, apa kamu masih tidak berani." tanya Alvaro.


"Kamu mau menemani ku." tanya Angel.


"Iya kita pergi bersama, nanti malam kita ke rumah paman mu untuk mengambil semua barang mu di sana." jawab Alvaro.


Sementara itu di rumah, Fiona sedang berusaha mencairkan es yang sangat dingin, Yah Adit sangat lah pendiam dan dingin pada siapa pun, Fiona lah salah satu orang yang beruntung karena bisa berbicara dengan Adit sedikit lama dan bisa berdekatan dengan Adit.


"Kak kenapa tidak berbicara yang romantis pada ku." tanya Fiona.


"Aku tidak pandai." jawab Adit tanpa melirik ke arah Fiona.


"Kak jika berbicara menatap lah mata ku." ucap Fiona kesal karena merasa di abaikan.


Adit memegang wajah Fiona dan menatap nya dengan tatapan tajam nya, yang membuat Fiona baper bukan main. Ia sampai salah tingkah saat di tatap Fiona.


"Aku mencintaimu kamu, tapi aku tidak seperti laki-laki lain yang bisa berkata romantis pada mu, bukan laki-laki yang bersikap manis padamu. Ini sifat ku dan cara menyayangi mu sudah pasti berbeda dengan laki-laki lain." kata Fiona.


"Iya, maaf aku terlalu manja pada mu." ucap Fiona.


"Tidak papa aku suka sifat manja mu." kata Adit sambil mencium wajah Fiona.


"Aku mencintaimu mu, sangat mencintai." ucap Fiona dengan memberikan hujanan ciuman di wajah Adit.


"Kak apakah kalau kita menikah, kita akan memiliki anak." tanya Fiona.


"Tentu, ingat sayang umur ku sudah 27 tahun hampir 28 tahun." jawab Adit.


"Tidak-tidak aku belum berani melakukan nya." tolak Fiona.

__ADS_1


"Bahkan usia mu lebih tua dari Angel, tapi kamu tidak berani." ucap Adit.


"Aku tidak berani." teriak Fiona dan langsung berlari menjauh dari Adit.


Adit hanya Menggeleng-geleng kan kepala nya melihat tingkah Fiona.


"Awas saja aku tidak akan mengampuni mu." batin Adit dengan senyum mesum nya.


Malam hari telah tiba, Setelah selesai makan malam mereka semua duduk di ruang keluarga kecuali Alvaro dan Angel yang sehabis makan langsung masuk kedalam kamar, mereka berkumpul untuk menghabiskan waktu bersama, Alex juga ingin meminta kepastian dari Adit tetang pernikahan nya dengan Fiona.


"Bagaimana dit." tanya Alex.


"Adit pengen nya lebih cepat lebih baik om, mamah juga sudah meminta untuk segera, apalagi mamah sudah mengenal keluarga om jadi keluarga Adit sangat setuju dengan keputusan Adit menikah dengan Fiona." jawab Adit.


"Apa perlu pesta pernikahan." tanya Alex.


"Adit terserah Fiona saja om, kalau Adit tidak pesta juga tidak papa." jawab Adit.


"Gini saja, Pesta pernikahan nya bareng saja dengan Alvaro dan Angel mereka juga belum ada perayaan pernikahan juga kan, kalian menikah saja dulu." kata Agnes.


"Fiona terserah bunda saja, yang terpenting Fiona menikah dengan kak Adit." ucap Fiona.


"Kenapa Fiona ingin menikah dengan Adit." tanya Alex.


"Karena kak Adit tampan, gagah, aku ingin memeluk nya setiap saat, menciumnya, me


"Jadi bagaimana om, apa Adit langsung membawa keluarga ke rumah." tanya Adit yang memotong ucapan dari Fiona yang menurutnya sudah lari kemana-mana.


"Kapan pun keluarga kamu datang kami Terima dengan baik." jawab Alex.


Vano yang melihat kedatangan Alvaro dan Angel langsung memilih pergi meninggalkan ruang keluarga.


"Paman Vano permisi dulu." ucap Vano.

__ADS_1


Alex merasa hubungan Vano dan Alvaro sedang tidak baik, jika ada Alvaro Vano langsung pergi dengan wajah yang kurang mengenakan.


"Bun yah, kami berdua ingin pergi." ucap Alvaro.


"Pergi lah, tapi kau jaga istri mu dengan baik, ingin al ayah ingin cepat menggendong cucu." kata Alex.


Memintanya cucu lah dengan Fiona, karena aku tidak ingin cepat-cepat." ujar Alvaro dan pergi meninggalkan ruang keluarga.


Alvaro dan Angel langsung menuju rumah paman Angel, yang letaknya cukup jauh. Kurang lebih 45 menit mereka mengendari mobil dan akhirnya mereka sampai di depan rumah paman Angel.


"Ini rumah paman mu." tanya Alvaro.


"Iya mas, ini rumah paman yang sebelumnya rumah ku, karena orang tua ku meninggalkan paman merebut semua nya." jawab Angel.


"Sayang, bisa kah kamu menunggu sebentar aku harus menghubungi teman ku dulu." ucap Alvaro.


"Aku masuk dulu saja mas." kata Angel.


"Apa tidak papa, kamu berani." tanya Alvaro.


"Iya mas aku berani." ucap Angel.


Angel keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah nya dulu. Tidak banyak yang berubah dari rumah ini.


"Wah siapa yang datang, apa si pel*cur itu." ucap paman Angel.


Ucapan dari paman Angel sangat menyakiti hati Angel.


"Tidak aku tidak seperti nya paman katakan." ucap Angel dengan nada yang tinggi karena emosi yang selama ini terpendam.


"Kau sudah berani dengan ku, pelan kan badan suara mu." ucap paman Angel dengan menampar wajah Angel.


"Kau......!!!!! teriak Alvaro.

__ADS_1


__ADS_2