Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 164 S3


__ADS_3

"Aku benci kamu Dylan." Nelly lompat dari lantai atas rumah Candra.


"Nelly." Teriak Candra.


Candra melihat tubuh Nelly penuh dengan darah dan Candra jatuh terduduk di depan tubuh Nelly.


"DYLAN!! MATI KAU!!" Teriak Candra.


Sementara Verrel sejak tadi mencari keberadaan istri nya yang menghilang ntah kemana. Ia sudah mengelilingi setiap sudut rumah nya tetapi masih belum menemukan istri nya.


"Ada apa Verrel." Tanya Alvaro.


"Apa ayah melihat istri ku, sedari tadi aku tidak melihat keberadaan istri ku, padahal tadi pagi masih ada."


"Ayah juga tidak melihat nya." Kata Alvaro


"Apa bersama bunda." Ucap Verrel.


"Tidak Verrel, Bunda mu lagi di rumah kakek dan nenek."


"Dimana istri ku yah, perasaan ku sangat tidak enak." Verrel benar-benar sangat khawatir dengan Akifa.


"Tenang Verrel, Kita lihat CCTV rumah ini." Ucap Alvaro.


Mereka berdua langsung berjalan menuju ke ruang CCTV, Verrel mulai mengobrak-abrik monitor di depan nya.


"Lihat di jam saat kau meninggal rumah." Ucap Alvaro.


"Ini dia yah, dia pergi ke luar rumah." Kata Verrel.


"Lihat CCTV di depan gerbang."

__ADS_1


"Yah, istri ku di tarik paksa masuk ke dalam mobil." Ucap Verrel.


"Siapa yang berani bermain-main depan keluarga kita."


"Yah, bagaimana ini, istri ku di culik. Aku harus mencari nya yah." Verrel sangat panik, ia takut terjadi apa-apa pada istri nya.


Verrel langsung lari keluar dari ruangan itu, saat ingin keluar rumah Verrel berpapasan depan bunda dan kakek nenek nya.


"Kau mau kemana, kakek mu baru saja tiba." Tanya Alex.


"Kek, aku mau mencari istri ku, ada yang menculik nya." Jawab Alex.


"Verrel kau tenang lah dulu, serahkan semua nya pada kakek mu." Alvaro berusaha menenangkan Verrel.


"Aku tidak bisa tenang yah, aku takut." Ucap Verrel.


"Alvaro bawa anak mu masuk ke dalam kamar, dia seperti mu tidak bisa berpikir positif, bunda takut ia berbuat sesuatu yang buruk." Ujar Agnes.


"Verrel, dengarkan aku, aku akan mengerahkan semua pasukan ku untuk mencari istri mu, kau tenang saja. Mereka bukan orang sembarangan jika sudah berani mengusik keluarga kita. Jika kau kenapa napa itu akan semakin mempersulit keadaan." Ucap Alex.


Verrel akhirnya menuruti kakek dan ayah nya, ia percaya kakek nya bisa menyelesaikan semua masalah ini dengan cepat.


Alex langsung menyerah kan pasukan nya untuk mencari keberadaan Akifa. Sedangkan Verrel hanya bisa mondar-mandir di dalam kamar nya, wajah nya memerah menahan air mata nya. Ntah kenapa Verrel merasa sangat sedih, ia merasa sudah sangat mencintai Akifa.


"Verrel tenang lah, kau membuat ayah mu semakin khawatir." Ucap Alvaro.


"Yah aku takut sekali." Verrel sudah tidak bisa menahan air mata nya.


Ia duduk di atas kasur sambil menutup wajahnya. Alvaro yang sangat anti melihat anak nya menangis, ia benar-benar sangat marah, ia bersumpah untuk membunuh orang itu dengan kedua tangan nya langsung.


"Hey kau menangis, kau tau ayah tidak suka melihat mu menangis." Ucap Alvaro.

__ADS_1


"Aaakku sangat takut yah, bagaimana dengan dia sekarang. Pasti istri ku sangat ketakutan."


Alvaro menarik tubuh Verrel dan memeluk nya dengan erat. Ini kedua kali nya ia melihat Verrel menangis setelah bertahun-tahun lama nya, Verrel terakhir kali menangis saat di kurung di gudang yang sangat gelap.


"Menangis lah, jika itu membuat mu tenang." Alvaro mengusap rambut Verrel.


Setelah Verrel tenang Alvaro keluar kamar dengan emosi yang sudah memuncak. "Kurang ngajar, akan ku bunuh orang itu." Teriak Alvaro.


"Sayang tenang lah." Angel memeluk Alvaro.


"Dia membuat anak ku menangis sayang, Verrel menangis aku benci air mata nya jatuh." Ucap Alvaro.


"Alvaro tenang lah dulu, jika kau seperti ini bagaimana kau bisa menenangkan Verrel, dia membutuhkan mu." Ujar Agnes.


"Bunda benar sayang, Verrel sangat membutuhkan mu, kau penenang bagi nya."


"Sabar Al, ayah juga sangat benci ada yang mengusik keluarga kita, kurang dari 24 jam kita pasti menemukan Akifa." Ucap Alex.


"Dimana Vano dan yang lainnya." Tanya Agnes.


"Mereka sedang keluar kota bun." Jawab Angel.


Alvaro kembali masuk ke dalam kamar dengan membawa minuman hangat.


"Ayah, apa sudah ada kabar baik." Tanya Verrel.


"Belum Verrel, kau tunggu sebentar lagi." Jawab Alvaro.


"Ayah, ayo temani aku, kita harus mencari istri ku." Ucap Verrel.


"Tidak bisa Verrel, rumah ini sudah di jaga oleh pasukan kakek mu." Kata Alvaro.

__ADS_1


__ADS_2