Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 321 S3


__ADS_3

Waktu cepat berlalu Verrell dan Akifa sudah semakin siap menyambut kedua bayi kembar mereka, perut Akifa sudah semakin besar mereka hanya tinggal menunggu waktu Akifa melahirkan.


Berbeda dengan yang lainnya, tidak ada melahirkan di rumah sakit, Verrel membawa rumah sakit ke rumah nya, satu kamar di sulap menjadi kamar tempat Akifa bersalin, helikopter juga sudah standby untuk mengantisipasi jika ada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Beberapa dokter juga di bawa langsung oleh Verrel ke rumah nya, apalagi ini kelahiran pertama Akifa yang membuat Verrel ingin segala sesuatu sesempurna mungkin. Semua ini dapat ia lakukan bukan karena perbuatan nya tetapi ayah dan kakek nya, ia tinggal mengatakan apa yang ia mau semua akan di wujud kan oleh mereka berdua.


Tentu saja hal tersebut membuat Dylan yang juga salah satu pewaris Efron grup merasa sangat iri, ia merasa Verrel benar-benar sangat di Istimewa kan. Untung saja Alex cepat tanggap dan langsung menjelaskan semua nya pada cucu nya itu.


"Sudah tidak ada yang lebih istimewa dari kalian berdua, kau juga cucu kesayangan ku," ucap Alex.


"Tidak mungkin, Verrel cucu kesayangan mu, jangan berbohong pada ku kek," kata Dylan.


"Hey hey kau tetap cemburu pada Verrel, begini saja kau mau apa aku akan membelikan nya, istri mu sudah melahirkan mana mungkin juga mendapatkan apa yang Verrel dapatkan," ucap Alex.


"Tidak ada aku mau kakek adil pada ku dan Verrel, kakek Kevin juga tidak pernah menanyakan kabar ku, ataupun bertemu dengan ku lagi," kata Dylan.


"Iya iya aku akan adil pada kalian berdua, sudahkan jangan marah lagi pada ayah mu, dia tidak salah," ucap Alex.


"Iya iya aku tidak akan marah pada siapapun lagi," kata Dylan.

__ADS_1


"Maaf jika aku membuat mu cemburu, aku hanya ingin yang terbaik untuk istri ku," ucap Verrel.


"Tidak aku yang salah, aku terlalu berlebihan, maafkan aku Verrel," kata Dylan.


"Tidak ada yang perlu aku maafkan, kau tidak salah, sekali lagi aku yang minta maaf pada mu," ucap Verrel.


"Iya, aku pun begitu pada mu," kata Dylan. Dylan benar-benar merasa bersalah pada Verrel karena kecemburuannya hubungan nya dan Verrel sedikit canggung.


Setelah masalahnya dengan Dylan selesai Verrel kembali masuk ke dalam kamar nya, satu bulan terakhir ini tidak ada momen tusuk-menusuk, walaupun di perbolehkan oleh dokter Verrel tetap takut karena perut Akifa benar-benar sudah sangat membesar.


"Anak daddy sebentar lagi akan lahir," ucap Verrel sambil mengusap perut Akifa.


"Iya sayang, perut ku sudah benar-benar terasa begah, aku ingin cepat-cepat melahirkan," kata Akifa.


"Tidak mau, kamu harus bertanggung jawab, kamu yang membuat ku seperti ini, kamu harus menemani ku sampai kedua anak kita lahir," kata Akifa.


"Iya iya aku akan menemani mu, demi kamu dan kedua anak kita," ucap Verrel.


Malam ini salah satu dokter yang menangani Akifa sudah datang untuk memeriksa kandungan Akifa, jika di hitung-hitung tidak sampai satu minggu Akifa akan segera melahirkan.

__ADS_1


"Wah ini jika di operasi Cesar sudah bisa," ucap Dokter.


"Sayang kamu operasi saja ya, kata dokter sudah bisa," tanya Verrel.


"Tidak sayang, aku ingin melahirkan secara normal, aku ingin seperti Lia dan Alana melahirkan secara normal," tolak Akifa.


"Keputusan yang baik, jangan dengarkan para suami yang ingin enak nya saja, dan suami harus menuruti kemauan istri," ucap Dokter.


Setelah pemeriksaan selesai Akifa di anjurkan untuk langsung istirahat, sedangkan Verrel sudah beberapa hari ini tidak bisa tidur memikirkan istri nya nanti saat istri melahirkan.


Verrel lebih memilih berkumpul dengan Dylan dan Rizky, para suami memiliki cara sendiri untuk memuaskan hasrat mereka saat istri mereka sedang tidak bisa di sentuh, apalagi jika bukan nobar bersama.


"Sedang apa kau Dylan," tanya Verrel.


"Aku sedang menghitung masa nifas istri ku, seperti nya sudah lewat," jawab Dylan.


"Hitung dengan benar, jangan salah paham," kata Rizky.


"Sudah benar, sudah lewat beberapa minggu, seharusnya aku sudah mendapatkan jatah," ucap Dylan.

__ADS_1


"Tidak mungkin bisa, ada anak mu, anak mu kan susah tidur malam," ujar Verrel.


"Kau benar, anak ku sangat susah aku ajak kompromi," ucap Dylan.


__ADS_2