Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 139 S4


__ADS_3

"Hahaha kau sangat lucu," ucap Kenzi.


"Dimana istri ku, hiks hiks hiks.. Jangan biarkan dia selingkuh dari ku," kata Axel.


"Istri mu sedang ke hotel bersama pria itu, seperti nya mereka ingin membuat adik baru," ucap Kenzi.


"Hey jangan sembarang, kejar mereka Kenzi. Aku yakin milik pria itu kecil tidak sebesar milik ku, jangan Kenzi jangan biarkan mereka pergi hiks hiks hiks."


"Kau hanya bisa menangis dasar cengeng," ucap Kenzi.


"Kenzi cepat kejar mereka, jangan sampai Wilda bersama dengan pria itu di dalam hotel."


"Aku tidak peduli, kau saja sering mengejek ku kok. Rasakan saja lah," ucap Kenzi.


"Kenzi aku mohon jangan begini pada ku, jangan membuat hati ku hancur Kenzi," kata Axel.


"Menangis lah dengan kuat, aku akan menemui istri mu," ucap Kenzi.


"Huahaahhhhhh," teriak Axel.


"Hey kau bisa diam tidak," ucap Wilda sambil mengambil handphone milik Kenzi.


"Sayang hiks hiks hiks, kamu tidak selingkuh kan," tanya Axel.


"Perkenalkan orang terdekat ku Zayn." Wilda mengarahkan kamera nya ke arah Zayn.


"Oh ini suami mu, jelek sekali," ucap Zayn.


"Kau kau itu kau, aku mengenal mu," kata Kenzi.


"Oh iya kau mengenal ku, kenapa aku tidak mengenal mu," tanya Zayn.


"Kau yang bertengkar dengan ku, karena aku...


"Karena kau tidak menghargai ku, dan kau menggoda ada pembimbing ku," saut Zayn.


"Jadi kau balas dendam pada ku."


"Iya aku balas dendam pada mu, istri mu cantik aku suka dengan nya," ucap Zayn.


"Jangan Gila, dia istri ku dan kau tidak ada hak dengan nya," kata Axel.


"Aku tidak peduli Axel, toh kau selingkuh dari nya. Kau yang membuat ku ingin dekat dengan nya."


"Sayang," teriak Axel.


"Sudah diam, aku tidak ada hubungan dengan nya Jangan sampai kau ke sini, aku masih ingin liburan."


"Benar kau tidak ada hubungan dengan nya," tanya Axel.

__ADS_1


"Aku tidak ada hubungan dengan nya, untuk saat ini tidak tau ke depan nya," jawab Wilda sambil mematikan sambungan video call itu.


Axel yakin Wilda bisa di percaya, ia juga pasti tidak akan di perbolehkan pergi ke Jepang dengan cepat. Banyak yang akan menghalangi nya. Belum lagi ancaman dari Wilda yang akan meninggalkan nya jika ia pergi tanpa di minta oleh Wilda.


"Aku sangat puas," ucap Kenzi.


"Sudah makan, kau banyak tingkah," kata Alvaro.


"Wilda Zayn mungkin kami akan pergi setelah Kenzi selesai makan," ucap Alvaro.


"Iya kek tidak papa."


"Jika kami pulang apa kau mau ikut," tanya Kenzi.


"Aku masih ingin di sini, jika sudah waktunya aku akan meminta Axel menjemput ku," jawab Wilda.


"Oh bagus aku suka melihat Axel tersiksa lebih lama," ucap Kenzi.


Keesokan pagi nya. Pagi ini Kenzo mengajak Sonia berkunjung ke pantai, ia ingin menyenangkan Sonia sebelum mereka berdua pulang ke rumah. Bukan hanya mereka berdua, Karla dan yang lainnya juga ikut pergi bersama.


"No no no, ini terlihat sangat seksi," ucap Kenzo.


"Tidak sayang, jika perut ku tekena sinar matahari akan lebih bagus," kata Sonia.


"Aku tidak mau ganti pakaian yang lebih tertutup," ucap Kenzo.


"Ini saja sayang," ucap Kenzo.


"Aku ingin ke pantai bukan ingin ke pasar," kata Sonia.


"Pakaian ini terlihat sangat bagus di kamu, ayo cepat sayang pakailah," ucap Kenzo.


"Tidak mau sayang, kamu malah meminta ku memakai gaun, aku bukan mau ke pesta."


"Ini aku pakai ini," ucap Sonia.


"Ahkkk ini seperti tidak memakai celana, aku tidak mau, di pantai banyak orang," ucap Kenzo.


"Ini aku pakai celana tambahan, sudah kan puas," kata Sonia.


"Hehehe kalau begitu aku tidak masalah."


Berbeda dengan Sonia yang ingin memakai pakaian yang lebih seksi. Karla malah tidak ingin memperlihatkan bentuk tubuh nya, ia memakai pakaian yang tidak membentuk tubuh nya, Karla tidak ingin memancing para pria nakal, apalagi saat ini ia sedang tidak bersama seorang suami.


"Sudah siap," tanya Kenzo.


"Karla belum keluar dari kamar nya," jawab Rian.


"Aku panggil kak," ucap Vivi sambil berjalan menuju kamar Karla.

__ADS_1


"Vivi, kau mau kemana," tanya Karla yang baru saja keluar dari kamar nya.


"Aku ingin menjemput kakak," jawab Vivi.


"Tidak perlu, ayo kita berangkat," ucap Karla.


Setelah semuanya sudah siap mereka semua langsung berangkat, jarak Vila ke pantai tidak terlalu jauh, hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit lama nya.


"Wah ini sangat indah, Rian kenapa kau tidak pernah membawa ku ke sini," ucap Karla.


"Aku lupa Karla, yang terpenting kau sudah berada di sini," kata Rian.


"Kak bukan nya di sini, kakak jadian dengan pacar kakak," tanya Vivi.


"Oh di sini, kau pria yang romantis Rian, hahaha," ledek Karla.


"Karla berhenti meledek ku, Kenzo di sana saja parkir nya," ucap Rian.


"Oh jadi kau benar-benar sudah pernah ke sini, sayang nya kau tidak membawa pacar mu."


Rian hanya bisa diam saat diri nya menjadi bahan ledekan yang lainnya. Rian merasa keluarga ini sangat hangat seperti keluarga nya dulu.


"Kak aku tau apa yang kau pikirkan, aku juga memikirkan nya," ucap Vivi.


"Jangan terlalu memikirkan nya, pikirkan saja masa depan mu," kata Rian.


"Rian kau sangat galak," ucap Karla.


Sesampainya di tempat itu, mereka semua langsung keluar dari mobil, Karla langsung terpesona dengan deburan ombak yang sangat indah. Pantai benar-benar membuat perasaan nya terasa sangat tenang.


"Kita sarapan dulu saja, di sana ada restoran," ucap Kenzo.


"Iya sayang aku sangat lapar," kata Sonia.


Karla memilih tidak untuk sarapan terlebih dahulu, ia belum merasa lapar dan memilih untuk berjalan menelusuri pantai. Sebenarnya Rian sudah cukup lapar tapi ia tidak tega melihat Karla berjalan sendirian.


"Karla," ucap Rian.


"Eh kau tidak sarapan," tanya Karla.


"Aku tidak lapar," jawab Rian.


"Jangan bohong aku mendengar suara perut mu," ucap Karla.


"Hehehe aku memang cukup lapar, tapi aku tidak mungkin mengabaikan tanggung jawab ku," kata Karla.


"Jika aku meminta mu untuk makan pun, kau pasti tidak mau," ucap Karla sambil berjalan kembali.


'

__ADS_1


__ADS_2