Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 67 S4


__ADS_3

Setelah kurang lebih setengah jam menunggu akhirnya orang yang ia suruh kembali, Kenzo mengerut kan dahi nya karena orang itu tidak membawa satu makanan pun yang ia pesan tadi.


"Mana makanan nya," tanya Kenzo.


"Sebentar lagi datang tuan lagi di baris kan di depan."


"Maksud mu makanan itu latihan baris berbaris," tanya Kenzo.


"Bukan begitu tuan, kata tuan saya membeli makanan dengan Orang-orang nya, ya saya bawa saja sekalian dengan gerobak nya. Kasihan tuan jika di bawa orang nya saja, gerobaknya tidak ada yang menjaga."


"Pintar sekali, gaji mu akan aku potong, suruh menunggu di halaman depan mereka, aku akan memanggil istri ku," ucap Kenzo.


Kenzo berlari masuk ke dalam kamar nya untuk membawa Sonia ke halaman depan, makanan yang ia mau semua nya ada di depan.


"Mana makanan ku sayang," tanya Sonia.


"Ada sayang, ayo kita ke halaman depan. Aku memberikan kejutan untuk mu," jawab Kenzo.


"Akhhh kejutan apa, aku suka kejutan," teriak Sonia.


"Apa-apaan ini, istri ku tidak seperti ini. Ini pasti ulah anak perempuan ku," batin Kenzo.


"Dimana kejutan nya sayang, cepat beri tau aku," ucap Sonia.


"Iya iya ayo." Kenzo membawa Sonia ke halaman depan.


Saat di sana belum ada apapun, yang membuat Sonia sangat kecewa, ia mulai cemberut dan mencubit perut Kenzo.


"Ahhh mana kejutan nya," tanya Sonia.


"Akhhhh sakit sayang, tunggu sebentar," jawab Kenzo.


"Masuk," teriak seseorang.


Satu persatu gerobak makanan serta minuman masuk ke dalam, mereka semua berbaris sangat rapih dengan mengeluarkan suara khas makanan dan minuman yang mereka jual.


Mata Sonia berbinar saat melihat semua gerobak makanan dan minuman itu masuk ke dalam, karena terlalu senang ia sampai lompat-lompat kegirangan.


"Sayang, Terima kasih sayang, Terima kasih," ucap Sonia sambil menghujani wajah Kenzo dengan ciuman nya.


"Ahhh iya sayang sama-sama," kata Kenzo.


Kenzo memberitahu orang dalam untuk ikut keluar, tidak mungkin diri nya dan Sonia mampu menghabiskan semua makanan ini.


"Sayang jangan pedas-pedas," ucap Kenzo.


"Anda juga mau tuan?"

__ADS_1


"Iya saya satu, jangan pedas ya," kata Kenzo.


Verrel dan yang lainnya kebingungan saat rumah mereka menjadi tempat mangkal orang-orang berjualan. Pantas saja Kenzo meminta mereka semua untuk keluar.


Para wanita yang memang suka makan berteriak dan berlari mengambil makanan yang sangat menggoda selera. Bukan nya para wanita, para pria yang sebenarnya anti dengan makanan luar akhirnya ikut makan, tidak peduli dengan pola makan sehat mereka.


"Verrel anak mu pintar, aku sudah lama tidak makan semua ini," ucap Alvaro.


"Hahaha iya yah, seperti nya kita wajib mengundang mereka semua minimal sebulan sekali ke sini, kita sangat membutuhkan makanan ini," kata Verrel.


"Sayang ingat jangan makan terlalu banyak," ucap Kenzi.


"Iya sayang, hanya sedikit-dikit saja, tidak lebih," kata Karla.


"Karla ayo embat saja, jarang-jarang kan kita makan begini," ucap Sonia.


"Hahaha iya Sonia, Terima kasih."


"Tahan sayang tahan, ingat perut kamu kecil," ucap Kenzo.


"Kamu lupa ada 6 perut yang aku beri makan," kata Sonia.


"Enam perut, siapa saja sayang," tanya Kenzo.


"5 anak kita dan satu perut ku, total nya kan ada 6," jawab Sonia yang membuat Kenzo tersenyum karena ulah lucu istri nya.


"Hehehe aku lupa kamu hamil banyak anak," ucap Kenzo.


"Maaf ya, aku belum pernah mendekati wanita," kata Vero.


"Hahaha kamu sangat jujur Vero, Terima kasih telah mengambil kan ku banyak makanan," ucap Sakura.


"Iya Sakura, Sama-sama. Nanti malam kau tidak kemana-mana kan," tanya Vero.


"Kebetulan aku ingin bertemu dengan ayah ku," jawab Sakura.


"Ayah mu, ayah mu datang ke sini," tanya Vero.


"Dia sedang liburan di sini dengan istri baru nya, sebenarnya hubungan ku dengan nya kurang baik. Tapi karena dia memaksa mu untuk mau bertemu dengan nya, dengan terpaksa aku mau," jawab Sakura.


"Ayah mertua, Vero kau harus bertemu dengan nya, minta restu pada nya," batin Vero.


"Boleh aku ikut," tanya Vero.


"Untuk apa kau ikut," tanya balik Sakura.


"Aku ingin bertemu dengan calon mertua ku," jawab Vero.

__ADS_1


"Hahaha kau ada-ada saja, boleh saja jika kau mau ikut," kata Sakura.


Setelah semua nya Kenyang mereka semua kembali masuk ke dalam rumah, meninggal kan Kenzo yang harus membayar semua nya.


"Kurang ngajar," ucap Kenzo.


Para akang yang berjualan berbaris rapi menunggu Kenzo yang sedang mengambil uang di dalam rumah.


"Kenzo sudah kau bayar," tanya Verrel.


"Ini aku mau membayarnya dad, kenapa," tanya Kenzo.


"Beri saja satu orang 10 juta, bulan depan suruh datang lagi mereka," jawab Verrel.


"Iya dad, aku memang ingin memberinya segitu."


Kenzo langsung membagi kan uang sama rata ke semua penjual itu, mereka semua tersenyum bahagia karena uang yang di berikan Kenzo berlipat-lipat dari hasil mereka jualan.


"Bulan depan orang saya akan mengumpulkan kalian semua untuk datang ke sini lagi."


"Baik tuan," ucap mereka semua.


**


Malam hari nya sesuai dengan janji mereka Sakura dan Vero sedang bersiap-siap untuk pergi bersama. Saat ini Sakura sedang berada di dalam kamar menghitung uang nya ya semakin tipis saja.


Semua uang dan fasilitas yang Kenzi berikan pada nya telah Sakura kembali kan, karena Sakura merasa sudah tidak ada hak lagi atas semua itu.


Vero yang memiliki kebiasaan buruk asal masuk kamar orang melihat itu semua. Ia ingin membantu Sakura tetapi takut Sakura tersinggung.


"Sakura sudah siap," tanya Vero.


"Vero sejak kapan kau ada di sana, sudah aku bilang jangan asal masuk ke dalam kamar ku," kata Sakura.


"Hehehe maaf Sakura, oh iya Maaf kau membutuhkan uang. Jika aku memberikan mu uang pasti kau menolak nya. Aku ingin meminjamkan mu uang kau mau," tanya Vero.


"Aku mau Vero, maaf sekali aku memang sangat perlu untuk mengirimkan ke nenek ku yang sedang menjalani pengobatan," jawab Sakura.


"Minta nomor rekening nenek mu aku akan langsung mengirim kan nya," kata Vero.


"Aku pinjam dulu ya, nanti aku kembali kan," ucap Sakura sambil memberikan nomor rekening neneknya.


"Iya tidak di kembali kan juga tidak papa," kata Vero.


"Jangan terlalu banyak 10 juta saja."


"Eh maaf Sakura aku salah menghitung, aku menambah kan nol nya," kata Vero.

__ADS_1


"100 juta," tanya Sakura.


"Iya hehehe, ayo kita pergi," jawab Vero sambil mengandeng tangan Sakura.


__ADS_2