Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 185 S4


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, Rakha baru bisa berangkat ke Belanda karena satu dan lain hal. Ia sudah sangat merindukan pacar nya yang saat ini sedang marah karena ia baru baru berangkat sekarang, padahal Rakha seharusnya sudah pergi sejak beberapa hari lalu.


"Kamu sudah mau terbang," tanya Alice.


"Iya sayang, aku sudah mau terbang. Kamu tunggu di sana ya, aku akan memeluk mu dan langsung mencium mu," jawab Rakha.


"Ya sudah hati-hati, jika sudah sampai cepat kamu kabari," ucap Alice.


"Pasti sayang ku, ya sudah ya aku akan terbang." ucap Rakha berbohong karena saat ini ia masih di rumah. Rakha masih menunggu Vano yang ikut dengan nya.


"Buaya ini benar-benar ya," ucap Dylan.


"Hahaha kalau tidak berbohong dia akan marah lagi," kata Rakha.


"Jangan Sering-sering Rakha, nanti kau tidak di percaya lagi," ucap Dylan.


"Tenang yah, ini Rakha."


"Dimana kakek, aku sudah tidak sabar," ucap Rakha.


"Aku di sini," kata Vano.


"Kenapa lama sekali kek," tanya Rakha.


"Sudah jangan banyak tanya, ayo kita pergi," jawab Vano.


Rakha sebenarnya bingung kenapa kakek nya ikut bersama nya ke Belanda, padahal tidak ada pekerjaan yang kakek nya lakukan di sana.


"Kakek mau apa di sana," tanya Rakha.


"Apa saja, kenapa kau tidak suka aku ikut," tanya Vano.

__ADS_1


"Suka kok, tapi jangan mengikuti ku, aku akan pergi sendiri dengan pacar ku," jawab Rakha.


"Hey bodoh, aku pergi bukan untuk mengikuti mu, aku ingin melebarkan bisnis ku di sana, nanti kalau sudah sukses kau juga yang akan memiliki nya," ucap Vano.


"Hahaha itu pasti kek, aku kan cucu satu satunya, siapa lagi yang akan mewarisi harta mu," kata Rakha.


Rakha cukup senang Vano ikut ke Belanda dengan nya, semua biaya akan di tanggung oleh Vano, uang nya akan aman untuk sementara waktu. Saat iki Rakha sudah terlalu banyak menghabiskan uang untuk membuat kejutan Alice kemarin, hal itu membuat nya harus sedikit berhemat.


Sementara itu Rian masih menunggu Monica sadar dari koma nya. Kondisi Monica sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Semua luka sudah kering dan hampir tidak membekas, tangan Monica juga sudah hampir sembuh. Saat ini hanya kesadaran Monica yang Rian nantikan.


Rian baru saja keluar dari kamar mandi. Dari kejauhan Rian melihat tangan Monica sedikit bergerak. Hal itu membuat Rian terkejut dan berlari mendekati Monica.


"Sayang kamu bangun," tanya Rian yang melihat Monica membuka mata nya.


"Minum," ucap Monica yang benar-benar merasakan rasa haus di tenggorokan nya.


"Tunggu sebentar." Dengan cepat Rian mengambilkan minuman untuk Monica.


"Jangan banyak bergerak sayang, tangan mu masih sakit," kata Rian.


"Sayang, kamu siapa. Kenapa kamu memanggil ku sayang," tanya Monica.


"Aku suami mu, kau kecelakaan dan kau mengalami lupa ingatan," jawab Rian.


"Maaf aku tidak bisa mengingat nya."


"Sudah tidak papa, ini minum lah dulu, aku akan memanggil dokter," kata Rian.


Rian pergi meninggalkan Monica yang masih kebingungan, ia meneguk segelas air untuk menghilangkan rasa haus di leher nya.


"Wah sudah sadar ya."

__ADS_1


"Tolong periksa istri saya dok," ucap Rian.


Dokter mulai memeriksa kondisi Monica, semua diagnosis benar. Monica mengalami hilang ingatan sementara waktu. Dan saat ini kondisi Monica jauh lebih baik.


"Bagaimana dok," tanya Rian.


"Sudah jauh lebih baik, jika selama pemantauan tidak ada yang mengkhawatirkan, Lusa istri anda sudah bisa pulang."


"Iya dok, terima kasih," ucap Rian.


"Jika belum membayar biaya rumah sakit sebelumnya tolong lunasi terlebih dahulu, agar semua nya lebih di permudah."


"Iya dok saya akan langsung melunasi nya."


Setelah dokter pergi dari ruangan itu. Rian mendekati Monica yang terlihat sangat kalem, tidak seperti Monica yang bar-bar seperti sebelumnya.


"Aku tidak ingin kamu seperti ini lagi, cepat sembuh ya." Rian mengecup dahi istri nya.


Seperti yang di katakan dokter tadi, Rian memilih langsung ke resepsionis untuk melunasi semua biaya rumah sakit. Tabungan nya selama ini masih sangat banyak dan cukup untuk melunasi semua biaya rumah sakit.


"Saya ingin melunasi biaya rumah sakit," ucap Rian.


"Atas nama siapa mas?"


"Monica." Rian mengeluarkan kartu ATM nya.


"Tidak perlu di bayar mas, biaya rumah sakit atas nama Monica di tanggung oleh Efron grup dengan penanggung jawab tuan Verrel."


"Apa benar, tapi.. Coba periksa lagi," kata Rian.


"Sudah benar mas, karena hanya atas nama Monica yang biaya rumah sakit nya di tanggung oleh Efron grup."

__ADS_1


"Baik, Terima kasih." Rian pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2