
"Aaawww," ucap Wilda.
"Ada apa lagi, aku belum menyentuh mu," tanya Axel.
"Bukan itu, ada yang mengalir di bawa sana," jawab Wilda.
"Apa yang mengalir, tidak ada apa-apa tapi," tanya Axel.
"Aku datang bulan Axel," jawab Wilda.
"Ahkkkk kau bohong, aku sudah ingin meminta hak ku," ucap Axel yang benar-benar kesal.
"Aku bersumpah, kau tidak mencium bau yang aneh gitu," tanya Wilda.
"Aku akan memeriksa nya, jangan menipu ku Wilda."
"Mana aneh-aneh Axel, untuk apa aku menipu mu," tanya Wilda.
"Karena kau takut untuk melakukan nya, tidak akan sakit percayalah pada ku," jawab Axel.
"Aku tidak menipu mu, kau lihat saja sendiri jika tidak percaya. Tapi jangan salahkan aku jika kau tidak selera makan," ucap Wilda.
"Axel semakin deras." Wilda turun dari atas ranjang dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi, kaki nya yang sakit tiba-tiba normal kembali.
"Dia tidak bohong," ucap Axel.
"Axel," teriak Wilda.
Dengan malas Axel berjalan mendekati kamar mandi. "Ada apa, apa kau meminta ku untuk membersihkan nya," tanya Axel.
"Bukan begitu, belikan aku pembalut," jawab Wilda.
"Jangan gila Wilda, mau di letakan dimana wajah ku, kau akan mempermalukan keluarga Efron."
"Jadi bagaimana lagi, kau tidak mau darah ku berceceran kan, sudah cepat belikan sana," ucap Wilda.
"Aku akan menghukum mu setelah ini." Axel pergi meninggalkan kamar nya.
Untuk membeli nya tidak mungkin ia lakukan karena itu benar-benar sangat melalukan. Ia lebih memiiki meminta pada para istri sepupu nya, karena Axel yakin mereka mempunyai pembalut lebih.
"Kenzo," ucap Axel sambil memencet bel di depan pintu kamar Kenzo.
"Kenzo tidak ada," kata Sonia sambil membuka kan pintu kamar nya.
"Sonia, benar tidak nama mu Sonia," tanya Axel.
"Benar, iya ada apa xel," tanya Sonia.
"Anu kau ada pembalut tidak, istri ku sedang datang bulan. Dan aku tidak mungkin membeli nya di luar," jawab Axel.
"Aduh maaf xel, setelah aku hamil aku memberikan semua pembalut ku pada Sakura, dan saat ini Sakura tidak ada di rumah. Coba minta ke Karla," kata Sonia.
"Oh iya, Terima kasih, maaf menganggu." Axel beranjak pergi dari situ.
"Apa Karla ada, dia kan sedang hamil juga. Mungkin mamah ada kenapa aku tidak ke mamah saja," batin Axel.
Axel berjalan ke kamar mamah nya, ia sangat berharap mamah nya mempunyai barang yang ia cari. Tanpa mengetuk pintu Axel langsung masuk ke dalam, beruntung Alana sedang tidak berbuat apa-apa.
"Mamah," ucap Axel.
"Axel kamu kebiasaan ya, jika masuk ke dalam kamar ketuk dulu," kata Alana.
"Maaf mah aku lupa, oh iya aku ingin meminta sesuatu," ucap Axel.
"Kau mau minta apa, jangan manja kau sudah punya istri."
"Aku ingin meminta pembalut mah, istri ku sudah datang bukan mendadak," ucap Axel.
"Hahaha sabar sayang, baru juga menikah sudah harya berpuasa," ucap Alana.
"Jangan menggoda ku mah, ntah kenapa aku menikah dengan nya, dia benar-benar sangat merepotkan ku," kata Axel.
"Sebentar lagi kau juga akan merepotkan nya. Tunggu sebentar mamah ambilkan dulu," ucap Alana.
Tak lama Alana kembali dengan membawa satu bungkus pembalut, ia tersenyum senang karena Axel bertanggung jawab pada istri nya.
"Kau tau setelah datang bulan adalah masa subur istri mu, kau akan mendapatkan lebih besar kesempatan untuk memiliki anak," kata Alana.
"Begitu mah, apa papah juga seperti itu dulu," tanya Axel.
"Hahaha jangan tanya, kau sudah tau jawabannya," jawab Alana. Alana masih sama seperti dulu, yaitu selalu meminta lebih dulu karena ia sangat senang melakukan hal itu.
"Terima kasih mah aku kembali ke kamar dulu," Axel langsung berlari keluar dari kamar mamah nya.
Di dalam kamar mandi Wilda sudah berlumut karena terlalu lama menunggu suami nya, rasa nya ia ingin membanting semua barang yang ada di dalam kamar mandi.
"Wilda aku masuk ya," ucap Axel.
__ADS_1
"Jangan kau masukan saja pembalut itu, jangan masuk," teriak Wilda.
"Buka pintu nya, bagaimana mungkin tangan ku bisa masuk jika kau tidak membuka pintu nya," ucap Axel.
"Awas saja kau masuk ke dalam, aku sedang datang bulan, mood ku sedang tidak bagus," kata Wilda.
Setelah memberikan pembalut itu pada Wilda, Axel memilih untuk menyelesaikan tugas nya. Walaupun ia belum bergabung di Efron grup, Rizky sudah memberikan beberapa tugas penting untuk Axel, ia ingin Axel tidak kaget ketika mendapatkan banyak tugas dari nya.
"Pantas saja papah meminta ku untuk kuliah di Inggris dan mengambil manejemen bisnis, jadi ini tugas ku. Ini benar-benar hal yg paling tidak aku suka," ucap Rizky.
Meskipun begitu Axel masih dengan muda mengerjakan tugas nya, otak nya sedari kecil sudah cukup pintar. Belum lagi ia juga kuliah di luar negeri.
"Axel perut ku sakit sekali," ucap Wilda sambil keluar dari kamar mandi.
"Ya terus aku harus apa, memijat perut mu, itu sangat mustahil aku lakukan. Sudah tidur sana jangan ganggu aku," kata Axel yang masih fokus dengan laptop nya.
"Axel kau jahat sekali, ambilkan air hangat," ucap Wilda.
"Jangan aneh-aneh Wilda, aku sedang sibuk," tolak Axel.
Wilda sangat kesal dengan suaminya. Axel tidak peduli dengan nya, padahal ia sedang merasakan sakit yang luar biasa di perut nya. Ketika datang bulan Wilda memang seperti ini, ia bahkan bisa sampai demam karena tidak tahan dengan rasa sakit di perut bagian bawa nya.
Axel berkutik dengan laptop nya selama 2 jam lama nya, tugas nya masih belum ia selesai kan, ia beristirahat karena ia sudah sangat lapar.
"Wilda kita belum ada sarapan, kau mau makan apa," tanya Axel.
Wilda tidak menjawab pertanyaan Axel karena ia masih merasakan rasa sakit di perutnya. Wilda hanya memejamkan mata nya sambil mengusap perut nya.
"Wilda kau tuli," tanya Axel.
Karena tidak mendengar suara istri nya, Axel memutuskan untuk membalik tubuh nya, ia cukup terkejut melihat Wilda yang masih menahan rasa sakit.
"Hey kau serius kesakitan," tanya Axel sambil mendekati Wilda.
"Kau pikir aku berbohong," jawab Wilda.
"Kau mau apa tadi, aku ambilkan," tanya Axel.
"Sudah telat tidak perlu," jawab Wilda dengan nada yang sinis.
"Hahaha kau marah pada ku, aku tidak tau kalau kau benar-benar sakit. Oke sekarang aku ingin baik pada mu, kau mau makan apa, kita pesan lewat GrabFood?"
"Aku ingin udang, kepiting, cumi-cumi, ayam bakar, rendang dan minum nya aku ingin jus apel, jus alpukat, satu lagi Lemon tea," jawab Wilda.
"Kenapa tiba-tiba aku menyesal telah bertanya pada mu, ya sudah kau pesan saja dulu ini handphone ku, aku ingin mandi dulu," ucap Axel.
"Begini dong, aku kan jadi senang," kata Wilda dan langsung mengambil alih handphone Axel.
"Axel kau mau makan apa," tanya Wilda.
Wilda mendengus kesal karena Axel tidak menanggapi nya.
"Axel," teriak Wilda.
"Iya ada apa, kau jangan menganggu ku," jawab Axel dengan suara yang cukup kuat.
"Mungkin apa yang akan aku makan akan di makan nya juga," batin Wilda.
Ntah apa yang Axel lakukan di dalam kamar mandi, sudah hampir 30 menit Axel belum keluar dari dalam sana. Padahal makanan yang Wilda pesan sudah datang, dengan terpaksa Wilda keluar dari kamar untuk mengambil makanan tersebut.
"Ayo sedikit lagi Axel." Axel terus menggerakkan tangan nya dengan cepat.
"Wilda aku akan menghabisi mu setelah ini," ucap Axel dengan imajinasi yang luar biasa.
Dan akhirnya benih yang seharusnya menjadi keturunan nya terbuang sia-sia, Axel dangan cepat membersihkan tubuh nya setelah itu keluar dari kamar mandi.
"Dimana dia, apa dia kesal karena terlalu lama menunggu ku," batin Axel.
"Kau ngapain saja di dalam sana, lama sekali," tanya Wilda sambil membawa berbagai macam makanan dan minuman yang ia pesan.
"Aku ketiduran di badhup, sudah datang makanan nya," ucap Axel.
"Sudah pakai baju mu, kita makan dulu," kata Wilda.
"Nanti saja aku sudah sangat lapar," ucap Axel.
Axel membuka handuk nya yang membuat Wilda terkejut, ia pikir Axel tidak memakai celana pendek ternyata Axel sudah memakai celana di dalam handuk nya.
"Hahaha kau kenapa, otak mu terlalu jorok," ucap Axel.
"Hehehe aku belum siap melihat Axel junior," kata Wilda.
Dengan cepat Wilda langsung menyiapkan semua nya, walaupun tomboi Wilda tetap mengerti tugasnya sebagai seorang istri. Axel benar-benar sangat gemas melihat Wilda yang sedang menyiapkan makanan untuk nya, pantat Wilda selalu berada tepat di depan nya.
"Awww sakit, kenapa kau pukul pantat ku," tanya Wilda.
"Kau berniat menggoda ku, sudah cepat aku sudah sangat lapar."
__ADS_1
Axel dan Wilda makan dengan sangat lahap. Axel tau makanan yang ia makan saat ini sangat berlemak dan sudah pasti membuat nya harus olahraga lebih giat lagi sebelum lemak itu menimbun di dalam tubuh nya.
"Wilda kau mau suami seperti ku yang berotot seperti ini, atau berlemak," tanya Axel.
"Aku ingin yang berotot lah, berlemak tidak enak," jawab Wilda.
"Kalau begitu berhenti memesan makanan seperti ini, aku bisa langsung berlemak," ucap Axel.
"Tadi aku sudah bertanya pada mu, tapi kau tidak menjawabnya. Kau sedang apa di dalam sana kenapa tidak boleh aku ganggu."
"Itu urusan pria, jangan kau tanyakan lagi," ucap Axel.
"Ya susah berarti bukan salah ku, dan ingat aku sedang datang bulan mood ku berubah-ubah setiap saat jadi jangan membuat ku marah," kata Wilda.
"Siap buk bos," ucap Axel sambil hormat pada Wilda.
Wilda merasa hubungan nya pada Axel semakin maju ke depan. Dari awal nya bertengkar tidak jelas sampai saat ini saling mengerti, sifat Axel yang selalu menggoda nya membuat hubungan mereka berdua semakin berwarna.
"Aku kenyang sekali," ucap Axel sambil mengelus perut nya yang berubah menjadi sedikit lebih berisi
"Jangan seperti itu, aku tidak tahan melihat nya," kata Wilda.
"Dasar mesum, sudah sekarang kau bereskan semua ini, aku ingin melanjutkan pekerjaan ku," kata Axel dan pergi meninggalkan Wilda begitu saja.
Wilda mengambil kantong plastik untuk memasukan semua sampah ke dalam nya, ia sebenarnya tidak pernah melakukan hal ini tetapi karena sudah menjadi istri orang lain, ia harus mulai belajar untuk melakukan hal seperti ini.
"Wilda ambil kan aku kaus," ucap Axel.
"Axel aku belum siap membersihkan ini semua," kata Wilda.
"Ya sudah selesai kan dulu," ucap Axel tanpa melirik ke arah Wilda.
Wilda membawa kantong sampah itu keluar dari kamar, ia meletakan kantong sampah itu di tong sampah di depan kamar.
"Sudah belum, mana kaus ku," tanya Axel.
"Tunggu sebentar aku baru mengambil nafas," jawab Wilda.
"Jangan lama-lama, aku sudah kedinginan," ucap Axel.
"Biar saja mati kedinginan, sudah perut ku masih sakit, malah di suruh-suruh seperti pembantu," gumam Wilda.
Axel terkekeh mendengar keluhan Wilda, ia menjentikkan jari nya agar Wilda berjalan mendekat
"Ada apa lagi," tanya Wilda.
Axel menyingkirkan laptop di depan nya, lalu menarik tangan Wilda sampai Wilda jatuh ke atas pangkuan nya.
"Masih begitu saja mengeluh," ucap Axel.
"Aku bukan mengeluh perut ku masih sakit," kata Wilda.
"Mana yang sakit, aku lihat ya," ucap Axel sambil menaikan baju Wilda. Dengan lembut tangan nya mulai mengusap perut Wilda.
"Di sini yang sakit," tanya Axel.
"Iya di situ, tangan mu lembut sekali," jawab Wilda.
"Ya jelas aku tidak pernah kerja berat. Kau tau anak kita akan berkembang di dalam sini," ucap Axel.
"Kau berpikir terlalu jauh Axel."
"Tidak jauh, aku berkata apa yang akan kita lalui. Anak ku akan berkembang di dalam sini dan Axel junior akan berkunjung di dalam sini," kata Axel.
"Hmmm kau ingin punya berapa anak," tanya Wilda.
"Aku tidak pernah memikirkan berapa anak yang aku punya, kau yang hamil dan kau juga yang melahirkan jadi itu hak mu, hak mu untuk menentukan berapa anak yang ingin kau punya."
"Kau yakin ingin menyerahkan semua nya pada ku," tanya Wilda.
"Aku yakin, aku tidak ada hak memaksa mu, aku ingin kau dapat dengan ikhlas mengandung anak ku," jawab Axel.
"Kenapa tiba-tiba dia manis sekali, apa yang terjadi pada nya," batin Wilda.
"Ada apa, apa yang kau pikirkan," tanya Axel.
"Tidak ada," jawab Wilda.
"Apa berkurang rasa sakit nya, apa tangan ku membantu menghilangkan rasa sakit nya."
"Lumayan berkurang, jangan terlalu bawa dan jangan terlalu atas."
"Kau takut, aku suami mu, untuk apa kau takut lagi," ucap Axel yang semakin memperluas daerah usapan nya.
"Bukan begitu sayang, hanya geli," ucap Wilda.
"Sayang, kau memanggil ku sayang," tanya Axel.
__ADS_1
"Tidak ada kau salah dengar, sudah aku akan mengambil kan pakaian."
"Untuk apa, sudah ada kau yang menghangatkan ku." Axel mempererat pelukan nya yang membuat Wilda tidak karuan.