Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 110 S2


__ADS_3

Anggi mengigit bibir nya ketika diri nya benar-benar ingin di sentuh oleh Vano. Anggi memberanikan tangannya bergerak mengusap dada bidang Vano sampai ke perutnya. Sontak membuat Vano terkejut, Vano tidak akan memakan Anggi jika Anggi tidak meminta nya. Ia hanya memejamkan mata nya saat Anggi mengusap tubuh nya.


Vano memeluk Anggi dengan erat. Ia takut jika Anggi terus mengusap tubuh nya ia tidak bisa mengendalikan nafsu nya lagi. Oleh sebab itu Vano lebih memeluk Anggi.


Wajah Anggi tenggelam di dalam dada bidang Alvaro, bulu halus yang berada di situ sekarang menyentuh wajah nya membuat Anggi semakin merasakan hawa panas di sekitar tubuh nya.


"Vano pakai baju mu." ucap Anggi.


Vano melepaskan pelukan nya dan langsung memakainya, ia tidak ingin kelewatan lagi seperti waktu itu.


"Van, boleh aku memeluk mu." tanya Anggi.


"Ada apa, kenapa wajah mu sedih." tanya Vano.


"Aku mengingat kata-kata mu saat itu, aku benar-benar mengecewakan orang tua ku. Bagaimana perasaan ibu ku di alam sana jika mengetahui apa yang telah ku perbuat." jawab Anggi.


Vano langsung memeluk Anggi sambil mengusap rambut nya dengan lembut. Sebenarnya ia menyesal ketika mengatakan hal seperti itu kemarin pada Anggi.


"Semua yang berlalu biar lah berlalu, ada masa depan yang harus kau jalani. Anggap saja kejadian saat itu adalah kesalahan terbesar mu dan tugas mu saat ini memperbaiki diri mu untuk menjadi lebih baik lagi." kata Vano.


"Aku juga minta maaf pada mu, aku juga turut ambil ambil dalam kejadian itu, seandainya aku bisa menahan semua nya pasti kita tidak akan seperti ini." Vano mengecup rambut Anggi.

__ADS_1


Anggi merasa Vano lah orang yang selama ini ia cari, mengerti semua masalah nya dan memberikan solusi untuk hidup nya. Vano juga selalu meminta maaf pada nya, pertanda kalau Vano juga merasa bersalah dalam kejadian yang menimpa diri nya.


"Terimakasih van." ucap Anggi.


"Tapi kalau kau mau tidur bersama ku lagi tidak papa, aku pasti menerima nya." kata Vano dengan sambil tertawa.


"Vano." teriak Anggi.


"Aku bercanda nggi, tapi kalau serius juga tidak papa." Vano semakin tertawa ketika melihat wajah Anggi yang seperti ingin meledak.


"Lucu, yaa.." Anggi mencubit perut Vano.


"Awwhhh sakit sayang." ucap Vano.


"Tidak aku hanya keceplosan." elak Vano.


"Hahaha aku tidak percaya, Vano baper ke pada ku." teriak Anggi.


Karena kesal dan takut orang lain mendengar teriakan Anggi, Vano membungkam mulut Vano dengan bibir nya. Mata Anggi terbelalak saat bibir Vano berada di bibir nya.


Karena tidak ada perlawanan seperti tadi, Vano memberanikan diri nya untuk memperdalam ciuman nya. Awal nya Anggi hanya diam tidak menerima dan menolak ciuman itu. Tetapi insting sebagai wanita mulai bekerja dan membalas ciuman itu.

__ADS_1


Sore hari telah tiba mereka semau berkumpul di depan kapal memandangi matahari yang hampir tenggelam. Warna orange dari cahaya matahari hari itu sangat lah indah. Membuat suasana di tempat itu lebih romantis.


Bagi Adit dan Alvaro sudah biasa memeluk dan memegang tubuh istri mereka. Berbeda dengan Vano dan Anggi yang seperti pasangan yang sedang bermusuhan, tidak ada berpelukan maupun berpegangan tangan mereka berdua fokus dengan diri mereka masing-masing.


Fiona terlelap di dalam pelukan Adit karena merasa kelelahan. Seperti yang Adit rencanakan mereka berdua bertempur sangat lama, sampai-sampai Fiona merengek karena merasa sangat lelah. Setelah pertempuran itu bukan nya langsung beristirahat Adit membawa Fiona menyaksikan matahari tenggelam.


Berbeda dengan Fiona Alvaro dan Angel tidak jadi bertempur karena Angel tiba-tiba sedang datang bulan. Tentu saja Alvaro kesal tetapi apa boleh buat itu juga bukan kemauan nya.


Setelah matahari tenggelam, mereka memilih makan malam bersama. Adit membangun Fiona karena sedari tadi Fiona belum memakan apapun.


"Semua makanan ini sangat membuat ku lapar." kata Vano.


Karena terlalu terburu-buru memakan makanan itu Vano tersedak makanan. Yang membuat mereka semua panik karena wajah Vano memerah seketika.


Anggi langsung berlari mengambil air mineral untuk Vano, Vano menenggak air itu sampai habis tetapi rasa panas dan perih dari makanan itu belum hilang. Mungkin efek makanan yang ia makan terlalu pedas.


"Kamu tidak papa." tanya Anggi sambil mengusap keringat Vano dengan tisu.


Wajah Vano memerah karena merasakan panas dan perih di hidung dan tenggorokan nya. Anggi sangat khawatir saat melihat Vano ia membawa Vano masuk kedalam kamar nya. Vano juga sudah tidak bisa melanjutkan makan lagi dengan kondisi seperti ini.


"Kenapa kamu seperti anak kecil, makan saja sampai tersedak." omel Anggi.

__ADS_1


Vano tersenyum saat Anggi mengomeli nya, apalagi ia bisa melihat juga Anggi sangat khawatir pada nya.


"Temani aku tidur." ucap Vano dengan suara yang sesak.


__ADS_2