Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 324 S3


__ADS_3

"Bangun sampai kapan kau mau pingsan terus," ucap Alvaro.


"Ayah, kenapa kau pukul jadi junior ku, apa kau lupa kemarin malam dia habis terkena musibah," kata Alvaro.


"Bangun Verrel, apa kau tidak ingin melihat anak mu."


"Anak ku." Verrel membuka mata nya lebar-lebar dan langsung melihat ke arah keranjang bayi.


"Ayah dimana aku, anak ku mana yah," tanya Verrel.


"Di samping mu bodoh, buka mata mu yang benar," jawab Alvaro.


"Anak daddy, sayang." Verrel mengambil salah satu anak nya yang berada tepat di samping nya, sedangkan yang satu nya masih Akifa beru asih.


"Ayah ini anak ku, kau tampan sekali nak, kau mirip dengan daddy dulu, kau benar-benar sempurna. Apa kau benar-benar berasal dari burung daddy, sudah pasti iya karena kau bibit unggul daddy," ucap Verrel.


"Sayang yang mana kakak nya," tanya Verrel.


"Aku tidak tau sayang, setelah melahirkan aku sama seperti mu tidak sadarkan diri," jawab Akifa.


"Apa itu hal yang penting, mereka berdua sama, tidak perlu ada kakak," ujar Alvaro.


"Sangat penting yah, harus ada kakak di antara mereka berdua, bagaimana ini siapa yang tau," kata Verrel.


"Mas Verrel tenang saja, saya sudah memberikan tanda pada anak anda, lihat di kian yang menutupi nya, bertuliskan A adalah yang lahir lebih dulu," ujar Dokter yang berada di samping tubuh Akifa.

__ADS_1


"Berarti yang aku pegang ini adalah kakak nya, kau akan menjadi kesayangan daddy dan kau adik akan menjadi kesayangan mommy," ucap Verrel.


"Ada seperti itu, tidak boleh Verrel, kau tidak boleh membedakan mereka berdua," kata Alvaro.


"Hahaha aku bercanda yah, aku sangat sayang pada mereka berdua, mereka berdua sangat mirip dengan ku, bibit unggul yah," ucap Alvaro.


"Sayang jadi kamu beri nama Kenzo dan Kenzi," tanya Akifa.


"Jadi sayang, aku malas mencari nama lainnya nama itu sudah aku siapkan dari lama. Kau Kenzo dan yang kau adik nya Kenzi," ucap Verrel.


Alvaro menggelengkan kepala nya saat melihat tingkah Verrel, Ia merasa Verrel seperti memberi nama hewan peliharaan.


"Ayah akan memberikan nama lengkap untuk anak mu," ucap Alvaro.


"Beri nama yah, yang bagus seperti nama ku," kata Verrel.


"Aku suka nama nya yah, terimakasih telah memberikan nama anak kami," ujar Akifa.


Verrel melirik ke arah Akifa, ia seperti melupakan sesuatu hal dan berusaha untuk mengingat hal itu.


"Sarang ku," ucap Verrel.


Verrel menyerahkan Kenzo pada Alvaro, ia masuk ke dalam selimut yang menutupi tubuh Akifa dan melihat sarang nya yang sudah tersentuh oleh gunting.


"Banyak jahitan, bagaimana ini, aku masih normal," batin Verrel dan kembali keluar dari selimut itu.

__ADS_1


Verrel kembali duduk di ranjang sambil mengambil anak nya dari Alvaro.


"Apa yang kau lihat Verrel," tanya Alvaro.


"Tidak ada yah, aku hanya ngecek saja," jawab Alvaro.


Setelah cukup lama mencoba memberikan asih pada Kenzo dan Kenzi akhirnya asih Akifa bisa keluar, ia sangat senang dapat memberikan asih nya pada ke dua anak nya.


Alvaro dan Dokter juga sudah keluar dari kamar Verrel, kali ini Verrel harus bertugas menjadi daddy yang sigap. Verrel menelan air liur nya secara kasar saat melihat Akifa memberikan asih pada Kenzo dan Kenzi secara bersaman.


"Sayang kamu kenapa," tanya Verrel.


"Geli sayang aku belum terbiasa, anak kita sama seperti mu ganas sekali," jawab Akifa.


Verrel terkekeh saat mendengar jawaban Akifa, seperti nya kedua anak nya benar-benar mewarisi semua sifat nya.


"Anak daddy pelan-pelan, sisakan untuk daddy, daddy belum pernah mencoba nya," kata Verrel.


"Apa maksud kamu sayang," tanya Akifa.


"Aku mau sayang, nanti malam jatah aku," jawab Verrel.


"Tidak-tidak, aku sudah menyusui dua anak sekaligus, tambah kamu bisa habis milik ku," tolak Akifa.


"Sayang aku mau, boleh ya." ucap Verrel.

__ADS_1


"Tidak boleh, aku masih ingin fokus pada anak kita, kamu dulu juga sudah pernah merasakan milik bunda kamu," kata Akifa.


"Aku tidak puas sayang, aku rebutan pada ayah ku," ucap Verrel.


__ADS_2