Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 183 S3


__ADS_3

"Tidak, kau tidak akan mengerti masalah ini sangat berat untuk ku, dan aku dan Lia akan bercerai." Ucap Dylan.


"Hmmm kau yakin, jangan asal mengambil keputusan bodoh." Kata Verrel.


"Apa jika pasangan mu menipumu dan memiliki suatu kekurangan yang menyakiti hati mu bagaimana, apa kau masih mau menerima nya." Tanya Dylan.


"Kekurangan? Katakan dengan jelas Dylan, apa kekurangan itu? "


"Istri ku bukan lah seorang gadis, dia menipu ku Verrel." Kata Dylan.


"Jadi itu yang membuat mu marah, apa kau sudah membuktikan nya? Apa kau sudah menerima penjelasan nya? "


"Dia yang mengatakan nya pada ku tadi, penjelasan apa aku tidak perlu penjelasan Vi, itu sungguh menyakitkan."


"Jika mau mencintai nya, kau akan menerima penjelasan nya walaupun itu menyakitkan untuk mu dan lagi kekurangan itu bisa tertutupi dengan rasa cinta itu, harga diri seorang wanita bukan hanya sekedar keperawanannya Dylan, banyak yang lebih penting dari itu." Ucap Verrel.


"Kau begini karena kau tidak berada di posisi ku." Ujar Dylan.


"Mungkin jika aku berada di posisi mu aku akan marah, tapi aku pasti akan berusaha mendengar kan penjelasan istri ku, sebelum aku bertindak sesuatu yang merugikan ku di kemudian hari."


"Dengar Dylan, dengar kan penjelasan istri mu, jangan asal berbicara yang membuat sakit hati nya, Jika istri mu kehilangan kesucian akibat kekerasan bagaimana? Jika akibat kecelakaan? Atau lainnya yang membuat nya trauma, pikirkan istri mu jangan egois Dylan." Ucap Verrel.


"Aku butuh waktu." Kata Dylan.


"Itu pasti, kau tinggal lah di apartemen ini untuk sementara waktu, jangan lama-lama dan cepat selesai kan masalah mu." Ucap Verrel.


"Iya iya, terimakasih telah mendukung ku dan memberikan ku saran, kau benar-benar sepupu yang berguna jika ada masalah."


"Kau saja yang baru menyadari nya." Ucap Verrel.

__ADS_1


Sementara itu Rizky dan Alana kembali ada pertemuan Klien di salah satu restoran, mereka berdua sedang dalam perjalanan ke restoran tersebut.


"Kenapa kamu memilih restoran di dalam mall." Tanya Rizky.


"Karena tidak ada, hanya tidak kebetulan saja." Jawab Alana.


Sesampainya di sana mereka berdua langsung masuk ke dalam mall menuju restoran tempat mereka mengatur pertemuan.


"Sudah sampai mereka pak." Ucap Alana.


"Kamu yang terlalu lama." Saut Rizky.


Beberapa jam telah berlalu mereka sudah menyelesaikan pertemuan itu, Alana merasa lega akhirnya pekerjaan nya hari ini selesai juga.


"Akhirnya, aku sangat lelah." Ucap Alana.


"Baik lah, aku juga ingin cepat-cepat pulang." Kata Alana.


Saat ingin keluar dari restoran itu Alana melihat seseorang yang sangat ia kenal.


"Kurang ngajar." Ucap Alana sambil mengikuti orang itu.


"Alana tunggu, mau kemana kamu." Rizky berlari mengejar Alana.


"Satya." Teriak Alana.


Sontak Satya dan seseorang di samping nya berhenti seketika. "Alana." Batin Satya.


"Pelakor." Alana menampar wanita yang berada di samping Satya.

__ADS_1


"Alana." Satya melindungi wanita itu.


"Kau brengsek, kau membela nya, dasar bajingan." Ucap Alana.


"Alana tahan emosi mu, ini tempat umum." Ujar Rizky.


"Apa beda nya aku dengan mu, kau bermain dengan bos mu, itu lebih rendahan dari aku Alana." Kata Satya.


"Kau kira aku seperti mu, dia bos ku, aku tidak brengsek seperti mu Satya, kita putus sekarang juga." Ucap Alana.


"Kau kira aku mau berpacaran dengan wanita seperti mu, tidak mau di sentuh, sibuk dengan urusan pribadi mu, apa kau pernah ada waktu untuk ku." Kata Satya.


"Plak." Alana menampar Satya.


"Alana." Tangan Satya melayang menuju wajah Alana.


"Jangan main tangan dengan seorang wanita, jika kau tak ingin di katakan pengecut." Rizky menahan tangan Satya.


"Kau simpanan nya, sehingga kau membela nya."


"Bukkk." Rizky memukul wajah Satya.


"Jangan kau ganggu Alana lagi atau kau akan berurusan dengan ku." Rizky membawa Alana pergi dari tempat itu.


Rizky membawa Alana masuk ke dalam mobil, Dan membiarkan Alana menenangkan perasaan nya.


"Menangis lah, anggap aku tidak ada." Ucap Rizky.


"Ahhhhhhh hiks hiks hiks, laki-laki brengsek, aku membenci mu Satya." Teriak Alana.

__ADS_1


__ADS_2