
"Ah kau ada-ada saja, sudah jangan membahas nya, nanti orang yang kita bicarakan dengar kan jadi tidak enak," ucap Anita.
Sebenarnya apa yang mereka katakan membuat hati Anita tidak tenang, ntalah seperti nya wanita satu ini sudah terpikat oleh ketampanan Vano. Orang yang sedang mereka bicarakan sedang bersama dengan para Anak-anak panti. Vano terlihat bahagia bermain dengan mereka semua.
"Kau seperti Dylan dan kau seperti Rakha," ucap Vano.
"Hahaha jelas berbeda pak, mereka berbeda gen dengan anak-anak bapak," kata Anita.
"Kan aku katakan hanya seperti. Berarti tidak sama, tingkah mereka mirip seperti anak ku di waktu mereka kecil," ucap Vano.
"Oh begitu, hehehe jangan marah pak, saya kan tidak tau maksud bapak."
"Kalau aku punya anak lagi seperti nya lucu, aku suka anak kecil," ucap Vano.
"Punya anak lagi pak, dengan siapa, hahaha bapak jangan aneh-aneh," kata Anita.
"Dengan istri ku lah, kau ada-ada saja. Atau kau yang mau mengandung benih ku," tanya Vano.
"Bapak jangan membahas seperti ini jika sedang bersama dengan anak-anak," jawab Anita.
"Mana tau kau mau kan," ucap Vano.
"Tidak mau, cari saja wanita yang kau mengandung benih bapak tanpa di nikahi," kata Anita.
Setelah sekian lama, akhirnya Rakha kembali ke bisnis nya. Ia memang sedang mengejar Vivi tetapi ia tidak boleh mengabaikan bisnis yang baru saja ia rintis. Permasalahan nya dengan Alice juga sama sekali tidak merubah apapun dari nya.
Saat ini Rakha sedang bersama dengan Kenzo dan Kenzi, ia merayu mereka berdua agar mereka mau membantu bisnis nya untuk lebih maju lagi.
"No no no, tidak bisa," ucap Kenzi.
"Tidak bisa kenapa si," tanya Rakha.
"Kau ingin bersaing dengan kakek mu sendiri," tanya Kenzi.
"Kenzi dan Kenzo kakek berbisnis di bidang makanan sedangkan aku minuman dan makanan ringan, mana mungkin kami bersaing," jawab Rakha.
"Sama saja saat berjalan makanan pasti juga ada minuman, untuk di Efron grup tidak bisa," kata Kenzo.
"Siapa kalian berani memutuskan hal seperti itu tanpa diri ku," ujar Rakha yang datang dari arah pintu.
__ADS_1
"Eh paman, aku meminta izin dengan CEO nya saja," ucap Rakha.
"Tidak bisa, semua yang di katakan Kenzo benar," kata Vero.
"Ahkkk kalian sangat menjengkelkan, tidak ada yang mau membatu ku."
"Sudah di perusahaan milik istri ku saja, aku bisa membantu mu," ucap Kenzi.
"Nah itu bagus, Sama-sama dengan masa berkembang," saut Vero.
"Paman mana makanan nya, aku sudah datang jauh jauh tapi tidak di sediakan makanan. Aku juga CEO loh," ucap Kenzi.
"Tunggu dulu, kita bahas masalah Rakha, aku kasihan dengan nya," kata Vero.
"Aku yang akan membantu nya, paman tenang saja," ucap Kenzi.
"Kau benar-benar ingin membantu ku kan," tanya Rakha.
"Iya benar aku akan membantu mu," jawab Kenzi.
"Rakha bagaimana dengan rumah tangga mu," tanya Kenzo.
"Apa tidak bisa di perbaiki lagi, bagaimana kalau alice sedang hamil anak mu," tanya Kenzi.
"Sudah tidak bisa Kenzi, kau sendiri bagaimana, apa kau mau bersama wanita yang tidur dengan pria berbagai macam pria di luar sana. Akun tidak bisa menerima nya lagi, lagi pula kalau dia hamil itu bukan anak ku, Waktu saat bersama ku tidak sebanyak diri nya menjajakan tubuh nya di luar sana," jawab Rakha yang benar-benar sudah sangat benci pada Alice.
"Sudah jangan terbawa emosi seperti itu, Kenzi kau tidak seharusnya bertanya seperti itu," ucap Vero.
"Iya maaf Rakha, aku juga bertanggung jawab tentang masalah ini," kata Kenzi.
"Tidak papa, jangan merasa bersalah lagi pula aku sudah punya seseorang yang sedang ingin aku incar," ucap Rakha.
"Adik nya Rian kan," tanya Kenzi.
"Oh wanita itu, ya ya ya aku paham. Kau predator juga ya, baru saja berpisah ingin mencari wanita baru," ujar Kenzo.
"Hahaha aku sudah jatuh cinta dengan nya sejak pertama kali aku bertemu dengan nya, aku merasa wanita itu memiliki aura yang berbeda, cantik yang menggemaskan," ucap Rakha.
"Adik nya Rian, Rian itu siapa," tanya Vero.
__ADS_1
"Paman tau Monica, sepupu jauh kita," tanya Kenzi.
"Hmmm iya aku tau," jawab Vero.
"Rian di jodohkan oleh daddy dengan Monica, jadi Rian suami nya Monica," kata Kenzi.
"Oh berarti orang yang jelas. Kalau begitu tunggu apa lagi gas lah," ucap Vero.
"Hahaha iya iya, aku lagi menunggu waktu yang tepat." Rakha tersenyum puas karena semua orang setuju jika diri nya bersama dengan Vivi.
Setelah bertemu dengan para sepupu nya, seperti biasa pada sore hari nya Rakha pergi ke Cafe untuk melihat calon suami istri nya. Hari ini Vivi sudah memberitahu Rakha agar Rakha tidak datang, tetapi Rakha tetap bandel dan memilih untuk datang.
"Vivi semua nya lengkap, kakak kau belanja, kenapa tidak mengajak kakak," tanya Rian.
"Sudah kemarin kak, bersama dengan Rakha," jawab Vivi.
"Kamu masih dekat dengan nya, bukan nya sudah kakak ingatkan untuk tidak dekat dengan nya," tanya Rian.
"Tidak bisa kak, Rakha yang terus mendekati ku, dia juga sangat baik pada ku," jawab Vivi.
"Kau suka dengan nya," tanya Rian.
"Tidak kak, aku tidak suka dengannya," jawab Vivi.
"Katakan dengan jujur kau suka dengan nya Vivi, ingat dia suami wanita lain, kau mau menyakiti perasaan wanita lain," tanya Rian.
"Dia sudah mau berpisah dengan istri nya, aku tidak menyakiti perasaan istri nya kak," jawab Vivi.
"Maaf Rian, aku yang selalu mendekati Vivi, jangan salahkan dia. Dia bisa bisa menolak saat aku mendekati nya karena dia tidak enak pada keluarga ku," ujar Rakha.
"Kau disini juga, maaf Rakha kalau begitu kenapa kau masih mendekati adik ku. Aku tidak mau adik ku di kira perusak hubungan rumah tangga mu," ucap Rian.
"Dia tidak merusak apapun Rian, aku akan melamar nya setelah semua permasalahan ku selesai," kata Rakha.
"Aku tidak akan mengizinkan mu Rakha, siapa yang akan bertanggung jawab kalau adik ku tidak akan merasakan apa yang istri mu rasakan. Kau tidak bisa setia dengan istri mu, kau pria yang buruk tidak bisa setia dengan istri mu. Kau tidak akan bisa mendapatkan wanita seperti adik ku," ucap Rian.
"Rian kau terlalu banyak berkata, kau tidak tau apa yang aku rasakan. Ingat keluarga ku sudah berjasa pada mu." Rakha pergi meninggalkan tempat itu.
"Kakak tidak tau apa yang sebenarnya terjadi." Vivi berlari mengejar Rakha. Ia tau apa yang di katakan Rian pasti menyakiti perasaan Rakha.
__ADS_1