Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 326 S3


__ADS_3

Verrel kembali masuk ke dalam kamar nya, ia mengambil kursi dan duduk di samping si kembar yang masih tertidur dengan sangat pulas.


"Aku sangat senang melihat mu sayang, kau anugerah terhebat yang pernah aku miliki," ucap Verrel sambil mengusap wajah anak nya.


Tak lama Alvaro masuk ke dalam kamar Verrel sambil membawa berbagai macam makanan untuk Verrel dan diri nya.


"Ayah kita makan di sofa saja," kata Verrel.


Verrel makan dengan sangat lahap karena memang ia sangat lapar, setelah kenyang Verrel langsung merebahkan diri nya di atas sofa.


"Perut ku mulai kendor yah, seperti nya perut sixpack ku akan segera hilang," ucap Verrel sambil mengusap perut nya.


"Kau lihat milik ayah," Alvaro mengangkat baju nya, dan menunjukan otot perut nya yang masih kencang


"Wow bagaimana bisa seperti itu yah, kau sudah separuh abat, bagaimana bisa seperti itu," tanya Verrel.


"Rajin berolahraga, makan-makanan sehat dan satu lagi harus kaya raya hahahaha," jawab Alvaro.


"Pelan kan suara mu yah, anak dan istri ku sedang tidur," ucap Verrel.


"Verrel jika kau punya adik bagaimana," tanya Alvaro.

__ADS_1


"Adik bagaimana, dulu aku ingin adik laki-laki saat aku kecil, ingin mengajaknya bergelut tetapi kau tidak mau membuat nya untuk ku," jawab Verrel.


"Jika sekarang bagaimana, kau mau lagi," tanya Alvaro.


"Tidak-tidak ayah, aku tau maksud mu, jangan aneh-aneh kau sudah punya cucu," jawab Alvaro.


"Verrel ayah sudah berjuang beberapa hari ini, bunda mu sudah lepas KB dan sudah minum obat agar subur," ucap Alvaro yang membuat Verrel menaikan satu alis nya.


"Apa ayah bilang kenapa tidak memberitahu ku dulu," ucap Verrel dengan nada yang cukup tinggi sampai si kembar terbangun dan menangis.


Verrel dan Alvaro langsung berlari melihat Kenzo dan Kenzi, Alvaro mengambil Kenzo dan Verrel mengambil Kenzi untuk menenangkan mereka berdua.


Tak lama kedua nya diam secara bersamaan, Alvaro Verrel membawa mereka berdua keluar kamar dan bergabung bersama Dylan serta Rizky yang juga bermain dengan anak nya.


Verrel memberikan Kenzi pada Dylan dan ia mengambil Rakha yang memang salah satu keponakan kesayangan nya.


"Kau lihat Rakha, mereka berdua akan menjadi bos mu, mereka kakak mu meskipun mereka lebih mudah dari mu," ucap Verrel.


"Kenapa harus begitu Verrel, anak kami lahir lebih dulu," tanya Rizky yang belum tau peraturan keluarga ini.


"Memang begitu, seperti Alana dan Dylan, Alana lahir lebih dulu dari pada Dylan tetapi Alana tetap memanggil Dylan kak, karena orang tua Dylan lebih tua dari orang tua Alana, bukan harus orang tua tetapi dari kakek sampai buyut." jelas Verrel.

__ADS_1


"Aku tak paham, tapi sudah lah, mereka juga akan meneruskan geng kita," kata Rizky.


Malam hari nya perbincangan Alvaro dan Verrel tentang adik belum lah selesai, kini Verrel sudah berada di kamar orang tua nya dan duduk di antara mereka berdua.


"Bunda yakin mau punya anak lagi," tanya Verrel.


Alvaro memberikan kode agar Angel tidak memberitahu jika diri nya lah yang memaksa Angel untuk hamil lagi.


"Tanya pada ayah mu," jawab Angel.


"Aku tidak percaya dengan nya," Verrel memeluk Anget dengan erat, ia sangat tidak tega melihat bunda nya melahirkan bayi lagi dengan usia yang tidak lagi muda.


"Verrel berhenti memeluk bunda mu," Alvaro menarik Verrel dan langsung mengunci nya.


"Ayah lepas, aku lebih suka di peluk Bunda," ucap Verrel.


Meskipun Verrel sudah besar Alvaro masih saja cemburu dengan Verrel jika terlalu dekat dengan Angel.


"Ayah jangan buat bunda hamil lagi, sudah aku katakan jangan membuat anak lagi," kata Verrel.


"Susah aku katakan juga berhenti mengatur ku tentang hal itu, aku sama seperti mu," ucap Alvaro.

__ADS_1


"Kalau begitu malam ini aku tidur dengan kalian berdua, Bunda tenang aku akan menyelamatkan mu dari harimau ini," kata Verrel sambil mengejek Alvaro.


__ADS_2