
Alana langsung merapihkan pakaian nya saat mendengar suara dari Verrel. Rizky yang belum luas merasa sangat kesal pada Verrel.
Berbeda dengan yang lain nya, Dylan tidak bisa melakukan apapun. Posisi tengkurap nya membuat nya tidak bisa banyak gerak. Tangan nya hanya nakal bisa bergerak menyentuh bagian yang meresahkan.
"Sudah." Lia menyingkirkan tangan Dylan.
"Sayang tolong buka gorden nya, ada Verrel." Ucap Dylan.
"Verrel, kenapa kau menganggu ku." Tanya Rizky.
"Kau saja seperti tidak memiliki waktu, sembuh kan diri mu dahulu, baru lah jatah akan berjalan dengan lancar." Jawab Verrel.
"Kau benar Verrel, Rizky memang seperti tidak memiliki waktu." Ujar Dylan.
"Hmmm, jangan ikut campur kau Dylan."
"Hahaha kalian berdua sama saja, kalian berdua pergi lah, ini urusan pria." Ucap Verrel.
"Lia ayo, biarkan mereka berbicara." Alana dan Lia meninggalkan ruangan itu.
"Kenapa kau mengusir mereka." Tanya Dylan.
__ADS_1
"Rizky, kau dan Candra pernah melakukan hal itu, maksud ku kalian berdua tidak normal." Ucap Verrel.
"Ha, apa maksud mu." Tanya Rizky.
"Tadi malam Alana bercerita pada ku, jika kau dan Candra." Verrel meruncing kan tangan nya dan menjatuhkan nya.
"Apa, kau gay Rizky." Teriak Dylan.
"Diam lah, kalian salah paham." Ucap Rizky.
"Aku tidak menyangka jika diri mu seorang gay, jangan dekat-dekat dengan ku."
"Biar aku jelas kan dulu." Ucap Rizky.
"Sebentar aku copy dulu dari percakapan ku dengan Alana, Author lagi malas nulis." Ucap Rizky.
"Dasar author pemalas." Ujar Dylan.
"Sudah diam lah kalian semua, aku akan menjelaskan nya. Cerita ini sangat menjijikkan tapi aku harus bercerita agar kalian tidak salah paham, dulu aku dengan Candra sangat dekat, layak nya saudara kembar pada umum nya, dia lahir dahulu dari ku dan dia menganggap ku orang yang harus selalu ia lindungi. Awal nya aku merasa perlakuan nya pada ku tidak ada yang aneh, sampai tiba saat nya dia mengatur seluruh hidup ku. Aku tidak boleh dekat dengan seorang wanita apalagi sampai memiliki seseorang pacar. Dan dia selalu meminta ku untuk tidur bersama nya, perlakuan nya sangat membuat ku tidak nyaman, Puncak dari konflik kami adalah saat dia menyatakan perasaan nya pada ku dan mengajak ku untuk melakukan hal yang kita lakukan tadi. Itu benar-benar menjijikkan, aku langsung mendorongnya dan pergi dari rumah ini untuk menjauh dari nya. Mulai saat itu hubungan ku dengannya benar-benar hancur aku tidak pernah menganggap nya saudara ku lagi. Baru kemarin saat aku pulang ke rumah orang tua ku, aku memanfaatkan nya karena dia sudah normal dan sudah berubah." Ucap Rizky.
"Jadi kau tidak pernah melakukan hal menjijikkan itu." Tanya Verrel.
__ADS_1
"Tidak pernah Verrel, itu masa lalu kami. Dia juga sudah normal kembali. Aku juga sudah memaafkan nya. Tapi dia mengecewakan ku kembali, dan seperti nya aku tidak bisa memaafkan nya." Jawab Rizky.
"Bagus lah dia sudah normal, jika tidak itu sangat mengerikan." Ucap Dylan.
"Kenapa kalian berdua tidak mirip sama sekali." Tanya Verrel.
"Anak kembar tak selalu mirip dan sama persis. Bahkan ada anak kembar yang tidak mirip satu sama lain alias kembar fraternal. Pada kembar fraternal (non-identik), dua ****** membuahi dua sel telur secara terpisah sehingga menghasilkan dua janin dengan dua plasenta berbeda." Jelas Rizky.
"Kau pintar sekali." Ucap Dylan.
"Jelas, bukannya sombong." Rizky sangat bangga dengan kepintarannya.
"Apa kalian merasakan apa yang aku rasakan saat sakit dulu, saat kita sakit istri kita terlihat sangat menggoda bukan." Ucap Verrel.
"Kau benar sekali, istri ku sangat menggoda, ingin sekali aku menerkam nya." Ujar Rizky.
"Kalian tidak kasihan dengan ku, aku tidak bisa meminta apapun. Hanya tangan yang bisa bergerak." Kata Dylan.
"Hahaha, sabar jika kau sudah sembuh lakukan sepuas mu." Ucap Verrel.
Satu minggu telah berlalu Dylan sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah, begitu juga dengan Rizky yang sebenarnya sudah sejak dua hari lalu di perbolehkan untuk pulang, tetapi Dylan melarang nya agar diri nya memiliki teman di rumah sakit.
__ADS_1
"Akhirnya aku di perbolehkan pulang." Ucap Dylan.
"Kau benar, aku sangat lega bisa bermain dengan puas." Kata Rizky.