
Alvaro memeluk Angel dengan erat. Ia merasa bersalah telah meninggal kan Angel sendirian di apartemen. Alvaro mengusap rambut Angel dengan lembut sampai Angel merasa tenang di dalam pelukan nya.
"Apa kau sudah mandi." tanya Alvaro.
"Sudah tuan, tapi saya tidak mengganti pakaian saya." jawab Angel.
"Aku membeli kan mu pakaian. Biar aku bantu." ucap Alvaro.
Alvaro kembali membuka satu persatu pakaian Angel ia, lagi dan lagi Alvaro merasa sangat tergoda dengan tubuh Angel kali ini ia benar-benar sudah tidak bisa mengendalikan diri nya lagi.
Alvaro membawa Angel naik ke atas kasur, ia kembali melakukan seperti yang ia lakukan tadi di dalam mobil. Dan Angel hanya pasrah menerima setiap sentuhan dari Alvaro karena ia benar-benar sudah jatuh hati pada Alvaro.
Nafas mereka berdua sudah tidak beraturan, Alvaro menarik celana Angel sampai ia hanya menggunakan pakaian dalam saja.
"Apa tamu mu sudah siap." tanya Alvaro.
Angel hanya mengangguk kan kepala nya, karena ia sudah tidak sanggup berbicara lagi.
Alvaro tidak langsung memulai nya, ia masih betah di bagian atas tubuh Angel walaupun tangan nya sudah bergerak di bagian bawa.
"Apa aku boleh melakukan nya." tanya Alvaro.
"Apa tuan masih berhubungan dengan pacar tuan." tanya Angel.
"Masih tapi aku sudah tidak mencintai nya." jawab Alvaro.
"Maaf tuan, apakah saya bisa memberikan hak anda ketika anda sudah putus dengan nya." ucap Angel.
Alvaro menatap Angel dengan tatapan yang tidak bisa Angel artikan. Alvaro mengerti kenapa Angel memberikan persyaratan itu karena Angel bukan lah wanita sembarangan, ia tidak mungkin memberikan Mahkota nya dengan seorang pria yang masih memiliki seorang pacar.
"Maaf tuan, jika anda menginginkan nya saya akan memberikan nya. Maaf saya lancang tuan." kata Angel.
"Tidak aku mengerti, laki-laki seperti ku tidak pantas untuk mendapatkan mu." ucap Alvaro.
__ADS_1
"Tidak tuan, bukan begitu maksud saya..
"Sudah diam lah, apa kau tidak lapar jika berbicara terus menerus." ucap Alvaro.
Alvaro bangkit dari ranjang untuk mengambil pakaian Angel yang ia beli tadi, ia juga memakaikan satu persatu pakaian Angel, yang sekarang menjadi hobi baru nya.
"Sekarang kau sudah cantik." ucap Alvaro dengan memberikan kecupan manis di dahi Angel.
"Terimakasih tuan." kata Angel.
"Ayo kita makan, aku sudah membeli makanan untuk mu." ajak Alvaro.
Mereka berdua makan makanan yang Alvaro beli di tenga kegelapan malam hanya ada lampu flash dari HP Alvaro sebagai sumber cahaya satu-satu nya.
"Jika makan jangan seperti anak kecil." ucap Alvaro dengan mengusap nasi di bibir Angel.
"Hehehe maaf tuan. Rasa makanan ini sangat enak." ujar Angel.
"Apa tidak papa malam ini kita tidur di sini, tadi aku sudah menghubungi bunda dan bunda mengizinkan kita." kata Alvaro.
Setelah selesai makan, Alvaro merebahkan diri nya di atas ranjang untuk memenangkan otak nya yang sedang bercabang.
"Sini lah, apa kau tidak takut di situ sendiri." ucap Alvaro.
Angel mendekati Alvaro dan ikut tidur di samping tubuh Alvaro. Alvaro mendekati tubuh Angel dan memeluk nya dengan erat. Angel memberanikan diri nya untuk mengusap rambut Alvaro dan Alvaro sangat senang mendapat kan perhatian kecil dari Alvaro.
"Terus lah begini." ucap Alvaro.
Tak lama Alvaro tertidur karena terlalu nyaman berada di dekat Angel. Angel mencium dahi Alvaro dan ikut tertidur dengan tidak melepaskan pelukan hangat itu.
Malam hari telah berakhir lampu di apartemen Alvaro juga sudah normal kembali. Mereka berdua telah mandi dan tenga bersiap-siap untuk pulang ke rumah karena hari ini weekend jadi mereka tidak ngampus.
"Pagi sayang." ucap Alvaro dengan memeluk Angel dari belakang.
__ADS_1
"Sasayang." kata Angel.
"Kenapa apa kamu tidak suka." tanya Alvaro yang mulai menelusuri leher bagian belakang Angel.
"Tidak tuan, hanya terasa asing." ucap Angel.
"Ayo kita pulang aku lapar." ujar Alvaro.
Mereka berdua meninggal kan apartemen itu dan langsung menuju ke rumah, tetapi di perjalanan pulang Alvaro membawa Angel ke toko HP karena Angel sama sekali tidak bisa di hubungi jika mereka sedang tidak bersama.
"Mau apa tuan, kenapa mampir." tanya Angel.
"Berhenti memanggilku tuan." ucap Alvaro.
"Maksudnya tuan." tanya Angel.
"Sudah ku bilang berhenti memanggilku tuan." ujar Angel.
"Jadi aku harus memanggil apa." tanya Angel.
"Byy." jawab Alvaro.
"Byy, terasa aneh." ucap Alvaro.
"Kau tidak menyukai panggilan itu." tanya Alvaro.
"Tidak tuan saya suka." jawab Angel.
"Byy bukan tuan." perintah Alvaro.
"Maaf byy." ucap Angel.
"Sudah ayo turun, kita akan membeli hp untuk mu." kata Alvaro.
__ADS_1
Mereka berdua turun dari mobil dengan bergandengan tangan, tetapi tiba-tiba ada yang menarik rambut Angel sampai Angel kesakitan.