
"Sayang aku punya kabar baik untuk kamu," ucap Kenzi.
"Apa sayang, aku hamil," tanya Karla.
"Kamu hamil sayang cepat sekali, kita baru melakukan nya sekali," ucap Kenzi.
"Aku bertanya pada mu, aku hamil? biasanya jika membawa kabar baik tentang kehamilan," kata Karla.
"Kamu bagaimana si, yang hamil kamu aku mana tau kalau kamu hamil atau tidak, yang rasain kan kamu," ucap Kenzi.
"Iya yah, aku aneh hehehe," kata Karla sambil cengengesan.
"Aneh-aneh begini tapi aku cinta kamu, ntah pelet apa yang kamu pakai sampai aku bisa tergila-gila dengan mu," ucap Kenzi.
"Jangan gombal, kabar baik apa sayang, cepat beri tau aku," tanya Karla.
"Aku tidak tau si kabar baik atau tidak untuk mu, kita akan mulai kembali merebut hak mu, semua keluarga ku setuju akan hal itu. Mereka akan membantu kita," jawab Kenzi.
"Itu kabar baik untuk ku, tapi aku takut jika terjadi sesuatu pada kamu dan keluarga mu, aku tidak ingin hal buruk terjadi pada kalian semua seperti pada keluarga ku dulu," kata Karla.
"Sayang jangan pesimis kita harus optimistis, kamu tau keluarga ku sangat berkuasa, walaupun aku tau lawan kita tidak mudah tapi aku yakin pasti kita bisa mengambil kembali hak kamu, percaya itu," ucap Kenzi.
"Terima kasih, aku sangat berterima kasih pada mu," Karla memeluk Kenzi dengan erat, air mata nya menetes karena ia benar-benar sangat bersyukur memiliki suami seperti Kenzi.
"Kamu menangis sayang, jangan menangis ini adalah kewajiban ku. Aku sangat senang membuat istri ku senang. Terimakasih telah ada dalam hidup ku, kamu jauh membuat hidup berwarna," kata Kenzi.
"Apa miliki mu masih sakit," bisik Kenzi.
"Masih sedikit nyeri, tapi jika kamu mau lagi aku tidak papa," ucap Karla.
"Tidak besok saja, aku tidak ingin memaksa istri ku," kata Kenzi.
Kenzi tidak seperti Kenzo yang gila akan ****, walaupun ia suka tetapi ia tidak ingin memaksa istri nya dan tidak menjadikan **** sesuatu yang wajib ia lakukan setiap hari.
🍀🍀🍀
Beberapa hari kemudian Kenzi dan yang lainnya sudah siap untuk pergi menjelajahi negeri sebrang. Mafia yang Alvaro maksud berada di negeri Singa, mafia yang menguasai pelabuhan tersibuk ke dua di dunia.
__ADS_1
"Kalian mau pergi, bagaimana dengan ku," tanya Kenzo.
"Kau di sini saja, kau harus cepat pulih. Saat aku pulang nanti kau harus sudah pulih agar aku dapat membantu mu mengingat semua nya," jawab Kenzi.
"Sonia jaga Kenzo dengan baik, kami percaya dengan mu," kata Verrel.
"Iya Pah, pasti sonia akan menjaga Kenzo dengan sangat baik," ucap Sonia.
"Bunda, kenapa ayah jahat sekali. Kenapa dia mengirim ku dalam misi berbahaya ini," ucap Vero.
"Vero kau sudah dewasa jangan manja seperti ini," kata Alvaro.
"Sayang jangan seperti itu pada anak kita, kamu yang sudah mengirim nya, jadi jangan membuat nya tambah marah pada mu."
"Maaf," ucap Alvaro.
"Setiap pria di keluarga ini memiliki pawang nya, yaitu istri nya sendiri," kata Verrel.
"Cup cup cup cup." Angel menghujani kecupan di wajah Vero.
"Sini sini ayah juga ingin mencium mu, jangan merepotkan kakak mu ya, cup cup cup." Alvaro juga memberikan kecupan di wajah anak bungsu nya.
"Kau kakak ku atau ayah ku, kenapa tau sekali," ucap Vero.
"Hey jangan salahkan aku, ayah kita yang membuat mu saat seumuran ku."
"Sudah kalian berhenti berdebat, Verrel jangan kau buat menangis adik mu, adik mu tidak akan bisa tidur jika tidak ada yang memeluk nya," ucap Alvaro.
"Iya yah, anak manja ini aman bersama ku, ayo kita berangkat," kata Verrel.
Kenzi membawa mobil nya ke bandara pribadi keluarga Efron, mereka berempat akan naik jet pribadi agar mempermudah semua nya. Sedangkan Alvaro dan di bantu yang lainnya menggempur aldiron grup dengan menjatuhkan harga sama perusahaan tersebut.
3 jam berlalu mereka berempat sampai di Singapura, negara kecil dengan kemajuan yang sangat pesat, tidak heran jika negera ini tempat berkumpul para Mafia dunia hitam.
Baru sana turun dari jet, mereka berempat langsung di datangi oleh banyak orang berseragam hitam. Mereka langsung memeriksa barang bawaan Verrel dan yang lainnya.
"Maaf tuan, kami hanya menjalankan perintah," ucap salah satu pria saat melihat ekspresi tidak suka dari Verrel.
__ADS_1
"Apa ada yang mencurigakan," tanya Kenzi.
"Tidak ada tuan, ayo ikut kami tuan Mario sudah menunggu kalian."
Mereka di bawa ke salah satu hotel yang letak nya tidak terlalu jauh dari tempat mereka mendarat. Mario yang tau tamu nya sudah datang langsung berjalan menyambut mereka.
"Selamat pagi tuan Verrel," ucap Mario. Pria tinggi besar yang memiliki aura sangat gelap.
"Apa kau sudah tau di beri tau ayah ku, maksud kedatangan ku," tanya Verrel.
"Sudah tuan, tuan Alvaro sudah memberitahu ku, itu sebabnya anda aman sampai di sini. Semua sedang aku atur kalian semua istirahat lah. Jika memerlukan wanita katakan pada mereka semua," ucap Mario dan pergi meninggalkan Verrel dan yang lainnya.
"Jika keluarga Efron tidak memiliki jasa yang besar pada keluarga ku, aku malas membantu para manusia sok suci ini," batin Mario.
Mereka masuk ke dalam kamar hotel yang telah du sediakan, Kenzi bersama istri nya dan Vero bersama dengan kakak nya Verrel.
"Kak aku takut, bagaimana mungkin kita bisa bertemu dengan pria seganas itu," ucap Vero.
"Jangan manja, otak mu memang sangat pintar, tapi kau sangat penakut," kata Verrel.
"Sampai kalam kita di sini," tanya Vero.
"Mungkin malam nanti baru kita akan berkumpul kembali, tidur lah kalau mau tidur."
Mereka berdua berbaring di atas kasur untuk beristirahat. Vero mencoba untuk tidur sedangkan Verrel membuka laptop nya untuk mencari lebih jauh musuh yang akan ia hadapi.
"Vero kau sedari kecil tidur dengan ayah dan bunda kan, bagaimana kalau mereka ingin enak-enak," tanya Verrel.
"Aku tau maksud mu, mungkin saat aku tidur mereka melakukan nya, aku hanya pernah sekali memergoki mereka," jawab Vero.
"Memergoki bagaimana, jelas kan pada ku," tanya Verrel.
"Sudah beberapa tahun yang lalu, saat itu aku di minta oleh ayah tidur di ujung kasur. Tak lama aku tertidur dan terbangun kembali saat merasakan gempa lokal," jawab Vero.
"Kau melihat nya langsung," tanya Verrel.
"Iya aku melihat nya sampai habis, ayah bermain sangat ganas kak, beberapa jam ya aku lupa," jawab Vero.
__ADS_1
"Ganas bagaimana, jelaskan secara rinca aku penasaran," tanya Verrel.