Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 218 S3


__ADS_3

Keesokan harinya, Verrel membuka mata nya secara perlahan. Kepala nya terasa sangat pusing dan butuh beberapa menit untuk menstabilkan kepala nya kembali.


"Ah aku tidak memakai apapun, siapa yang memper*kosa ku." Ucap Verrel.


"Hey katakan siapa yang memakai mu tadi malam, kau bodoh sekali sarang mu cukup satu tidak boleh lebih."


"Sayang, apa yang sedang kamu lakukan." Tanya Akifa.


"Sayang, syukurlah ternyata kamu yang memper*kosa ku." Ucap Verrel.


"Aku." Tanya Akifa sambil berjalan mendekati Verrel lalu Akifa menarik selimut untuk menutupi junior Verrel yang sedang on.


"Jadi siapa lagi, apa ini kamar kita." Tanya Verrel.


"Kamu yang meniduri tadi malam sayang, apa kamu tidak ingat. Dan kamar ini hanya aku ganti gorden dan selimut saja." Jawab Akifa.


"Maaf sayang aku tidak mengingat nya." Verrel menarik Akifa ke atas pangkuan nya. "Bagaimana tadi malam apa aku bermain kasar."


"Sangat, perut ku sangat keram." Ucap Akifa.


"Maaf sayang, oh iya tadi malam aku minum bersama ayah. Siapa yang membawa ku masuk ke dalam kamar."


"Rizky, dan kamu tau. Kamu hampir mencium nya." Kata Akifa.


"Tidak, itu sangat menjijikan." Teriak Verrel.

__ADS_1


"Sayang, kenapa saat kamu mabuk kamu melihat orang lain sebagai aku." Tanya Akifa.


"Tidak tau, mungkin karena aku sangat mencintaimu dan di otak ku hanya ada wajah mu." Jawab Verrel.


"Bibir mu sangat manis." Ucap Akifa.


"Kamu sudah mandi? "


"Belum, aku menunggu mu bangun, aku ingin mandi bersama mu." Kata Akifa.


"Permintaan di wujudkan tuan putri." Verrel menggendong Akifa masuk ke dalam kamar mandi.


Sementara itu Dylan dan Rizky sudah duduk di taman. Mereka berdua masih dalam proses pemulihan dan sangat memerlukan udara yang seger dan cahaya matahari langsung. Lia dan Alana memilih memetik buah-buahan segar yang berada di kebun untuk suami mereka makan, buah-buahan segar sangat baik agar suami mereka agar cepat sembuh.


"Kau tau, tadi malam Verrel hampir mencium ku." Ucap Rizky.


"Hahaha dia kali, kau pernah di cium oleh Verrel."


"Kau dengar dua kali, di leher ku sekali dan di bibir ku. Aku tidak mau mengingat nya itu sangat menjijikkan. Parah nya setelah di mencium ku dia menampar ku, karena kata nya aku menggoda nya." Ucap Dylan.


"Sebentar lagi kalian berdua akan memiliki anak akibat penciuman itu." Kata Rizky.


"Tidak." Teriak Dylan yang begidik ngeri saat mengingat momen itu.


"Apa kalian berdua membicarakan ku." Tanya Verrel.

__ADS_1


"Ini dia, si tukang cium." Ucap Dylan.


"Jangan membahas itu, aku tidak sadar, aku juga tidak mau itu terjadi. Itu sangat menjijikan."


"Verrel aku tau siapa saja orang yang pernah kau cium di dunia ini. Pertama orang tua mu, kedua istri mu dan ketiga Dylan. Hahahaha." Rizky tertawa sangat puas.


"Hahahaha tertawa sepuas mu sampai, jahitan di kepala ku ku putus kan." Ucap Verrel yang merasa sangat kesal.


"Hahaha maaf kau memang sangat lucu Verrel." Rizky menahan tawa nya.


"Dan orang ke empat yang ku cium adalah istri mu Alana." Ucap Verrel.


"Apa, jadi kau pernah mencium Alana." Tanya Rizky.


"Dia adik kesayangan ku, ya pasti aku pernah mencium dahi dan pipi nya." Jawab Verrel.


"Tidak, aku tidak terima. Aku harus mencium istri mu agar kita satu sama." Ucap Rizky.


"Apa, kau mau mencium siapa." Alana menjewer kuping Rizky.


"Aaawww, sakit sayang, aku tidak mau mencium siapa-siapa. Hanya diri mu yang ku cintai dan ingin selalu aku cium." Ucap Rizky.


"Tidak Alana, kau percaya dengan kakak mu, dia ingin mencium istri ku. Kau tau apa alasan nya, karena aku pernah mencium mu, aku mencium mu kan hanya karena kau adik ku. Tidak lebih, lah Rizky tidak ada hubungan apapun dengan istri ku." Ujar Verrel.


"Sayang, aku tidak akan memberikan mu jatah, tidur di lantai dan lakukan semua keperluan mu sendiri." Teriak Alana dan pergi meninggalkan Rizky.

__ADS_1


"Sayang maaf tunggu aku." Rizky berlari menyusul Alana.


__ADS_2