Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 260 S4


__ADS_3

"Ahkkkk." Teriak Kenzi saat Karla tiba-tiba menjambak rambut nya dengan kasar.


"Sakit sayang," ucap Karla.


"Sakit iya sakit tapi jangan menjambak ku," kata Kenzi.


"Kamu basah, ganti baju dulu saja dulu," ucap Karla.


Dengan cepat Kenzi langsung berlari ke kamar mandi, tak lupa ia membawa celana boxer untuk ia ganti. Setelah selesai ia kembali mendekati Karla.


"Peluk," ucap Karla.


Kenzi berbaring di atas kasur, setelah itu memeluk Karla sambil mengusap perut Karla, usapan Kenzi membuat Karla lebih rileks.


"Sakit sayang," tanya Kenzi.


"Sakit," jawab Karla.


"Kita ke rumah sakit saja ya, aku takut terjadi sesuatu pada mu," kata Kenzi.


"Tidak mau, kata dokter ini hal yang wajar, nanti jika rasa sakit nya sudah sangat intens baru aku panggil dokter ke sini," ucap Karla.


"Oh begitu." Kenzi mengecup wajah istri nya, ia melihat wajah Karla seperti menahan rasa sakit. Kenzi benar-benar tidak tega melihat hal itu, rasa bersalah nya pada Karla muncul kembali. Sudah banyak kesalahan yang Ian perbuat pada Karla, dari mencintai Sakura, menikahi Sakura sampai sekarang minum saat istri nya hamil tua.


"Maafkan aku." Kenzi memeluk Karla dan menangis di dalam pelukan itu.


Dada nya terasa sangat sesak, nafas nya mulai tidak beraturan, air mata Kenzi pecah di pelukan itu. Rasa bersalah nya pada Karla menghantui pikiran nya saat ini.


"Sayang kamu menangis, kamu kenapa, calon ayah tidak boleh cengeng." Ucap Karla. Karla tidak tau apa yang membuat suaminya menangis, saat ini Karla hanya bisa mengusap rambut suami.


"Sayang kamu kenapa si, kamu kenapa aku sudah tidak mempermasalahkan hal tadi, sudah jangan menangis," kata Karla.


Kenzi mengusap air mata nya, ia yang sangat jarang menangis merasa malu menangis seperti anak kecil di pelukan istri nya.


"Aku banyak salah pada mu," ucap Kenzi.


"Aku tidak pernah berpikir kesalahan kamu, kamu juga manusia pasti mempunyai banyak kesalahan. Begitu juga dengan aku, aku juga pasti mempunyai banyak kesalahan," kata Karla.


"Tidak, kamu istri yang sempurna, kamu tidak pernah bersalah sedikit pun pada ku," ucap Kenzi.


"Hmmmm." Setiap 20 menit sekali Karla merasakan sakit di perutnya, bukan hanya perut, bagian bawa sana juga terasa sakit.


"Halo dok, istri saya mulai merasakan kontraksi setiap 20 menit sekali, tolong cepat ke datang." Kenzi langsung mematikan sambungan telepon tanpa mendengar jawaban dari dokter.

__ADS_1


"Sayang kamu lebih baik jalan-jalan, jangan berbaring seperti ini," kata Kenzi.


"Iya kamu benar. Bantu aku berjalan," ucap Karla.


Kenzi terlebih dahulu berdiri dari tempat tidur, setelah itu ia membantu Karla untuk bangkit.


"Ah sayang, kamu menarik nya," kata Kenzi.


"Aku pikir pegangan, hahaha salah siapa tidak pakai celana d*lam," ucap Karla.


"Aku buru-buru, sudah lepas nanti dia putus," kata Kenzi.


Kenzi membawa Karla berjalan jalan di sekitar kamar saja, ia tidak membawa Karla Keluar karena ia hanya pakai boxer saja. Alih alih mengajak Karla berjalan Kenzi malah mulai bergerak seperti ingin berbangsa.


"Sayang," kata Karla.


"Hahaha kita berbangsa saja sayang," ucap Kenzi.


"Tidak jangan aneh aneh, aku tidak kuat," kata Karla.


Kenzi mengurung kan niat nya, ia kembali membawa jalan jalan sampai mereka keluar ke arah balkon kamar. Di sana Kenzi memeluk istri nya sambil memeluk nya dari belakang.


"Sayang aku mau pipis," kata Karla.


"Jangan aneh aneh, aku ingin pipis, ayo ke kamar mandi," kata Karla.


"Tidak akan sempat, kamu saja jalan nya lama sekali, bisa bisa pipis di kamar."


"Lalu bagaimana, aku pipis dimana," tanya Karla.


"Itu di sana, tidak akan ada yang liat, ada air juga, /" jawab Kenzi.


Karla tidak ada pilihan lain selain pipis di balkon. Lagi pula jika bauk pesing ada suami nya yang akan membersihkan semua nya.


"Kenzi membuka kancing baju istri nya, tak lupa celana yang Karla kenakan juga ia buka.


"Kok semua," tanya Karla.


"Kamu duduk dulu, aku akan mengambil daster, itu sangat cocok untuk mu," jawab Kenzi.


"Tapi aku sudah tidak tahan," kata Karla.


"Ah." Teriak Karla pelan saat Kenzi menarik perlindungan terakhir, tepat pula wajah Kenzi menghadap ke sana.

__ADS_1


"Wangi, ayo duduk," kata Kenzi.


Kenzi membantu Karla duduk, ia memperhatikan Karla yang sedang membuang air kecil. Jejak jejak kenakalan nya masih terlihat dengan jelas di sana.


"Jangan di lihat," kata Karla.


"Hahaha tidak papa, aku sudah sering melihat nya," ucap Kenzi.


Setelah selesai Kenzi membasuh nya dengan air, ia tidak memperbolehkan Karla bergerak. Kenzi juga tidak merasa jijik sama sekali. Malahan ia sangat senang bisa membantu istri nya.


"Sudah aku ambil daster dulu, mamah ada memberikan kemarin," kata Kenzi sambil masuk ke dalam kamar.


Setelah mendapatkan daster yang ia mau Kenzi kembali mendekati Karla, ia juga melepaskan kaga mata Karla sebelum memakaikan daster itu.


"Agar semua nya enak, lebih baik seperti ini," kata Kenzi.


"Semakin besar sayang," goda Kenzi.


Jika Karla tidak sedang kontraksi sudah Kenzi babat Karla meskipun sedang berada di balkon kamar.


Kenzo kembali masuk ke dalam kamar nya dengan perasaan yang masih kesal. Adik nya itu memang sangat bertolak belakang pada sifat nya. Hal itu sering membuat Kenzo sangat kesal pada Kenzi.


"Sudah sayang," tanya Sonia.


"Sudah, dia malah mabuk bersama yang lainnya. Dia tidak tau kalau istri nya sedang kontraksi tetapi aku kan sudah melarang mereka untuk minum," jawab Kenzo.


"Lalu bagaimana sekarang, bagaimana dengan Karla," tanya Sonia.


"Dia baik-baik saja, Kenzi habis aku hajar, aku pikul wajah nya aku masukan dia ke dalam kolam renang."


"Hahaha kamu abang yang sangat tegas ya aku sangat suka itu," kata Karla.


"Apa anak anak ku rewel," tanya Kenzo.


"Tidak ada yang rewel, dia sudah sangat anteng,x jawab Karla.


"Mereka semua sudah sering membuka mata, aku sangat suka menatap mata mereka. Apalagi si tampan," kata Kenzo.


"Sayang aku belum membersihkan kain bekas darah nifas," ucap Sonia.


"Masih keluar ya, aku pikir sudah tidak keluar, iya nanti aku yang membersihkan nya," kata Kenzo.


Kenzo sangat peka pada istri nya, kalau Sonia sudah mengatakan hal seperti itu, itu tanda nya Sonia ingin santai, Kenzo pun tak pernah mempermasalahkan hal itu, ia sadar membantu istri nya adalah sebuah kewajiban nya.

__ADS_1


"Harry, anak daddy, kamu bersama dengan kakak mu dulu ya, tempat kamu seperti nya sudah kotor." Seperti biasa nya jika sudah terlihat tidak enak untuk di pandang Kenzo selalu mengganti kain atau selimut yang berada di keranjang bayi nya.


__ADS_2