Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 273 S3


__ADS_3

"Sedang apa." Tanya Dylan.


"Eh tidak ada." Jawab Lilis dan langsung membuang pandangan nya.


"Kamu memperhatikan tubuh ku, kamu tau sebagai wanita kamu tidak boleh melakukan nya." Ucap Dylan yang sama sekali tidak nyaman jika Lilis memperhatikan nya dengan tatapan aneh.


"Maaf, aku tidak sengaja tadi." Kata Lilis.


"Lain kali jangan lakukan itu, jika orang lain melihat nya akan salah paham." Ucap Dylan dan langsung kembali memakai baju nya.


"Ada apa ini." Tanya Sumanto.


"Tidak ada pak, bapak sudah mandi boleh aku mandi terlebih dulu." Tanya Dylan.


"Boleh kau mandi lah, setelah itu antar Lilis ke pasar." Jawab Sumanto.


Setelah Dylan pergi dari situ, baru lah Sumanto mendekati Lilis dan bertanya pada yang terjadi.


"Kenapa lis." Tanya Sumanto.


"Tidak ada pak, pak apa mas Dylan akan kembali ke rumah nya? "


"Bapak tidak tau rumah nya lis, kartu nama nya hanya tertera nama nya, alamat dan nomor hp nya rusak tidak terlihat."


"Kamu suka dengan Dylan lis." Tanya Sumanto.


"Tidak pak, mana mungkin Lilis suka dengan mad Dylan, liat Lilis hanya wanita biasa pasti banyak wanita kota dekat dengan mas Dylan." Jawab Lilis.


"Jika kamu suka katakan saja tidak perlu malu, bapak akan membantu my jika kamu mau."

__ADS_1


"Maksud bapak bagaimana." Tanya Lilis.


"Kamu mau menikah dengan Dylan, jika mau nanti bapak yang mengatakan nya pada Dylan. Dia laki-laki yang baik lis, bapak yakin kamu akan bahagia bersama nya." Jawab Sumanto.


"Lilis pikirkan dulu oak, Lilis tidak mungkin mengambil keputusan secepat itu apalagi masalah pernikahan." Kata Lilis.


Pakaian yang di gunakan Dylan dengan yang biasa ia gunakan di kota sangat berbeda. Di sini Dylan hanya menggunakan celana pendek dan baju kaus oblong. Terkadang tidak memakai atasan jika ingin tidur.


"Beli lah pakaian baru untuk mu." Ucap Sumanto sambil menyerahkan beberapa lembar uang pada Dylan.


"Terimakasih pak, ayo lis." Kata Dylan.


Ini pertama kali nya Dylan pergi ke pasar, ia hanya berjalan di belakang Lilis karena tidak tau dimana letak pasar yang akan mereka datangi.


"Mas, apa mas ingin menikah." Tanya Lilis.


"Menikah." Ucap Dylan sambil memegang kepala nya karena merasakan rasa pusing secara tiba-tiba.


Setelah beberapa saat Dylan sudah tidak merasakan rasa sakit di kepala nya tetapi diri. nya seperti mengingat sesuatu tentang pernikahan.


"Apa kita pergi pergi ke pernikahan bersama." Tanya Dylan.


"Iya mas, kita pernah pergi bersama di kota." Jawab Lilis yang sengaja berbohong.


"Apa dulu kita sangat dekat." Tanya Dylan sambil melanjutkan perjalanan.


"Cukup dekat tapi kamu berubah saat kamu hilang ingatan." Jawab Lilis.


"Maaf aku tidak bermaksud seperti itu, tapi kamu memang sangat asing bagi ku, bantu aku untuk mengingat mu kembali."

__ADS_1


"Pasti akan aku bantu jika kamu mau memulai nya kembali." Lilis mendekati tangan Dylan dan mulai menggandeng tangan Dylan.


Dylan benar-benar merasa asing dengan Lilis, gandengan tangan Lilis juga tidak nyaman bagi nya.


Dylan kembali menjadi pusat perhatian di pasar apalagi saat sedang memilih baju dan itu sangat tidak nyaman bagi Dylan.


"Lilis bantu aku." Ucap Dylan.


"Peluk aku." Kata Lilis.


"Untuk apa, kamu jangan aneh-aneh." Tanya Dylan.


"Kamu tidak ingin menjadi pusat perhatian kan, peluk aku dengan demikian mereka akan berpikir kamu suami atau pacar ku." Jawab Lilis.


Dylan tidak ada pilihan lain selain memeluk Lilis, walaupun ia merasa tidak nyaman dengan memeluk Lilis orang jadi enggan memperhatikan nya.


"Terimakasih lis, ayo cepat kita pulang." Ucap Evans


Setelah selesai berbelanja mereka berdua langsung pulang ke rumah, kali ini mereka menggunakan jasa ojek agar lebih cepat sampai di rumah.


Sesampainya di rumah Dylan masuk ke dalam kamar nya, sedangkan Lilis berbicara pada Sumanto tentang keinginan nya.


"Aku mau pak, aku mau menikah dengan mas Dylan." Ucap Lilis.


"Kamu yakin lis." Tanya Sumanto.


"Iya Pak aku yakin sekali." Jawab Lilis.


Dylan membuka baju nya sebelum ia tidur, di kamar ini tidak ada AC sehingga membuat nya gampang berkeringat jika tidak membuka baju nya.

__ADS_1


Tiba-tiba tanpa mengetuk pintu Lilis masuk ke dalam kamar Dylan tanpa sepengetahuan Dylan yang sedang membelakangi pintu.


__ADS_2