
"Verrel, kau menunda anak atau ingin langsung." Tanya Rizky.
"Aku sedang menunda nya, walaupun setiap hari kami melakukan nya dia tidak akan hamil." Jawab Verrel.
"Setiap hari, apa tidak papa. Aku takut milik istri ku akan menjadi kendor." Kata Rizky.
"Kau terlalu bodoh, temani istri ku perawatan, itu akan membuat milik nya terasa selalu seperti baru." Ucap Verrel.
"Owe begitu, baik lah, jika kau menunda nya aku tidak akan, aku sudah cukup tua. Jika tidak cepat-cepat punya anak, nanti ketika anak ku sudah dewasa aku akan terlihat seperti kakek nya bukan ayah nya."
"Kenapa yang kau katakan itu benar, baiklah mulai sekarang aku akan mulai mencetak anak secara sungguhan." Ujar Verrel.
"Eh ada kak Verrel." Ucap Alana yang tiba-tiba masuk.
"Alana apa tidak ada cemilan atau apa, aku belum kenyang."
"Apa ya kak, apa kakak mau buah." Tanya Alana.
"Aku mau sayang, belikan kami buah. aku ingin anggur." Ujar Rizky.
"Kau ikut saja, aku buah apa saja." Kata Verrel.
Akifa sedang menuju perjalanan ke Efron grup, ini pertama kali nya ia ke perusahaan keluarga suami nya. Sesampainya di perusahaan tersebut Akifa menunggu Verrel di depan meja resepsionis.
"Hey cantik sedang menunggu om-om kaya ya." Tanya seseorang.
Akifa tidak memperdulikan seseorang itu, dan sama sekali tidak milik ke arah orang itu.
__ADS_1
"Dengan ku saja, aku juga cukup kaya." Pria itu memegang tangan Akifa.
"Kurang ngajar." Verrel yang melihat itu langsung berlari dan memukuli pria itu tampah ampun. Ilmu bela diri yang di kuasai nya sangat berarti saat ini, tidak ada yang bisa menenangkan nya, walaupun pria itu sudah sangat babak belur.
Saat ingin memberikan tendang terkahir Akifa memeluk Verrel dengan sangat erat. Ia tau hanya diri nya yang bisa menenangkan singa yang sedang mengamuk ini.
"Anak itu." Ucap Alvaro yang mendapat kan informasi jika Verrel menghabisi salah satu karyawan kantor.
"Verrel." Teriak Alvaro.
"Apa, jangan marah pada ku, karyawan mu kurang ngajar. Apa di perusahaan ini tidak ada tata krama. Kenapa dia berani-berani nya menggoda istri ku. Dia menyentuh istri ku."
"Lihat CCTV apa yang terjadi." Ucap Alvaro.
Alvaro tidak bisa berpihak pada anak nya sebelum melihat apa yang sebenarnya yang terjadi. Alvaro melihat dan mendengar apa yang terjadi pada Akifa dan orang yang di habisi Verrel.
"Kurang ngajar, dia menghina istri ku, mana dia aja bunuh sekarang juga." Teriak Verrel.
"Ayah, aku minta jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi, tegas kan peraturan di perusahaan ini." Ucap Verrel sambil menarik Akifa.
Akibat ulah satu orang, semua karyawan di perusahaan ini terkena imbas nya, peraturan di perketat terutama berbicara dan berdekatan dengan lawan jenis, jika melanggar akan langsung di depak dari Efron grup.
"Hey tenang lah, kau sudah benar." Ucap Alex.
"Kek, aku sangat tidak suka ada yang menyentuh istri ku, apalagi menghina nya." Kata Verrel.
"Iya aku tau, ayah mu yang akan bertanggung jawab dengan kekacauan yang terjadi hari ini." Ucap Alex.
__ADS_1
"Aku setuju, aku serahkan ayah pada kakek, kenapa perusahaan sebesar ini bisa mendapat karyawan serendah itu." Kata Verrel.
Akifa menarik Akifa masuk ke dalam kamar. "Sayang kamu membuat ku marah saat ini." Ucap Verrel.
"Ini salah ku." Kata Akifa.
"Katakan kamu mau menebus nya berapa ronde." Tanya Verrel.
"5." Jawab Akifa.
"Tidak cukup." Ucap Verrel.
"Sampai kamu benar-benar puas." Kata Akifa karena ia tau itu yang diinginkan suami nya.
"Good sayang." Ucap Verrel dan langsung menyerang Akifa tanpa ampun.
"Hmmmm sayang, kamu tidak memakai pengaman." Tanya Akifa yang merasa sesuatu yang berbeda.
"Kamu pintar, aku tidak sudah siap memiliki seseorang anak." Jawab Verrel.
"Sayang, ada kekacauan." Ucap Alana.
"Sayang, kamu memanggil ku sayang." Tanya Rizky.
"Eh iya aku lupa." Jawab Alana.
"Tidak papa, kita pakai panggilan itu mulai sekarang." Kata Rizky.
__ADS_1
"Oww kamu mulai mencintai ku." Tanya Alana.
"Apa salah mencintai istri sendiri." Kata Rizky