
"Ahkkkk kau cabul," teriak Monica.
"Lah aku kan suami mu, bagaimana mungkin aku cabul," kata Rian.
"Tapi kan aku sedang lupa ingatan kenapa kamu langsung ngegas, padahal bisa menunggu aku sembuh," ucap Monica.
"Mau bagaimana lagi aku sudah ingin kok, kamu juga tidak menolak ku," kata Rian.
"Ahkkkk aku tidak mau, kamu yang membuat ku kecelakaan, kamu juga sudah menolak ku. Dan sekarang kamu menanam benih seenaknya. Pergi dari kamar," teriak Monica.
"Sayang jangan begitu," ucap Rian.
"Aku bilang keluar ya keluar, keluar Rian." Monica sangat kesal dengan Rian.
"Sayang jangan begitu." Rian memeluk Monica dengan erat.
"Kamu tau aku sudah belajar untuk berubah saat kamu koma, aku melakukan nya dengan mu karena aku sudah yakin dengan perasaan ku, dengan kamu," ucap Rian.
"Bohong kamu pasti mau enak nya saja," kata Monica.
"Tidak sayang, kalau mau enak nya saja, aku sudah melakukan nya sejak dulu, sejak kita menikah."
"Kamu benar sudah berubah," tanya Monica.
"Iya sayang, aku sudah berubah aku sudah ingin mempunyai anak dari mu, benih ku masih proses berkembang di bawa sana," kata Rian.
Sesampainya di cafe seperti biasa nya Rakha langsung memesan menu yang ada di cafe. Ia masih ingin bersama Vivi yang sangat lembut pada semua orang, termasuk dengan nya.
"Vivi yang enak ya," ucap Rakha.
"Iya iya, pasti yang enak," kata Vivi.
"Rakha Rakha semua sudah terjadi, tidak ada yang bisa terulang. Sudah nikmati saja hidup mu," ucap Rakha.
Tanpa di dugan Vano datang bersama dengan Verrel, Rakha yang melihat kakeknya lebih dulu langsung kebingungan, ia takut Vano akan marah pada nya.
"Lah itu Rakha," ucap Verrel.
"Anak itu," batin Vano yang sebenarnya cukup merindukan cucu nya itu.
"Dia di sini, bukannya tadi di rumah," ucap Verrel.
"Mungkin dia sudah bosan dengan istri nya, wanita itu bukan wanita baik-baik," kata Vano.
"Bukan wanita baik-baik, dari mana paman tau," tanya Verrel.
"Aku sudah menyelidiki nya. Wanita seperti nya mudah bermain dengan pria lain, dia model hal seperti itu hal yang biasa untuk mendapatkan job," jawab Vano.
__ADS_1
"Paman," ucap Rakha sambil mendekati mereka berdua.
"Kau sudah di sini saja," kata Verrel.
"Tadi aku mengantarkan Vivi ke sini," ucap Rakha.
"Oh kau sudah pesan, aku ingin pesan juga," ucap Verrel
"Sudah paman, ayo duduk," kata Rakha.
"Kakek ayo duduk." Rakha hanya bisa menunduk saat di depan kakek nya, ia benar-benar sangat tidak enak pada Vano.
"Kapan istri mu kembali," tanya Verrel.
"Baru saja berangkat, mungkin satu minggu lagi," jawab Rakha.
"Istri seperti itu kau banggakan," ujar Vano.
"Kakek jangan seperti itu, dia pilihan ku," kata Rakha.
"Bagaimana aku bisa memaafkan mu, kau terus membela nya, kau akan menyesal saat tau semua nya," ucap Vano.
"Aku tidak akan menyesal kek, aku sudah memilih nya. Seperti apapun dia aku harus menerima nya," kata Rakha.
"Sudah sudah berhenti bertengkar, paman bukan nya paman ke sini untuk bersenang-senang. Mana tau mendapat kan jodoh," ucap Verrel.
"Pasti ada paman, paman kan hot daddy. Pasti masih ada yang mau dengan paman," kata Verrel.
"Bagaimana dengan Vivi," ucap Verrel.
"Tidak tidak jangan dia," saut Rakha.
"Kenapa? kau suka dengan nya, baru saja menikah sudah suka dengan wanita lain, itu yang nama nya cinta," ucap Vano dengan sangat pedas.
"Wah ada paman Verrel dan kakek Vano. Mau pesan juga," tanya Vivi.
"Nah ini Vivi, iya Vivi kami mau pesan juga," jawab Verrel.
"Ya sudah tunggu sebentar." Vivi meletakan pesanan milik Rakha dan kembali meninggalkan tempat itu.
"Dia sangat menggemaskan," kata Vano.
"Hahaha paman jatuh cinta kembali," tanya Verrel.
"Tidak aku hanya mengatakan dia menggemaskan, apa itu nama nya jatuh cinta," jawab Vano.
"Aahkkk kenapa aku tidak ikhlas jika Vivi dengan kakek," batin Rakha.
__ADS_1
"Rakha kau kenapa," tanya Verrel.
"Tidak ada paman, kakek benar-benar ingin menikah lagi," tanya Rakha.
"Siapa kau berani ikut campur urusan pribadi ku," jawab Vano dengan sinis. Rasa marah dan benci pada Rakha masih terasa di hati nya, ia sangat tidak ikhlas istri nya pergi karena ulah cucu kesayangan nya.
"Kenapa Rakha, kau tidak setuju jika kakek mu menikah lagi," tanya Verrel.
"Aku setuju saja, kakek masih bugar, dia masih sanggup membangun rumah sakit tangga lagi," jawab Rakha.
"Tapi bagaimana dengan ayah, apa ayah setuju," kata Rakha.
"Tunggu sebentar ayah mu akan datang sebentar lagi," ucap Verrel.
"Ayah mau ke sini juga," tanya Rakha.
"Iya kami ingin membahas masalah bisnis, bukan apa-apa," jawab Verrel.
Tak lama Dylan sampai di cafe itu, ia cukup terkejut Rakha sudah berada di sana.
"Kau di sini juga," ucap Dylan.
"Iya aku sudah dari tadi," kata Rakha.
"Bagaimana Verrel apa jadi rencana kita," tanya Dylan.
"Tunggu dulu, sebelum kita membahas ke masalah bisnis, kita mengontrol dulu," jawab Verrel.
"Apa ayah setuju kalau kakek menikah lagi," tanya Rakha.
"Awal nya si aku tidak setuju, baru beberapa bulan mamah meninggalkan tapi ayah sudah mau menikah lagi, tapi aku sadar kakek mu masih sehat dan normal, dia pasti memerlukan seorang wanita untuk membantu kehidupan nya, dan tentu saja bergoyang untuk nya. Jadi aku setuju saja," jawab Dylan.
"Hey siapa juga yang mau menikah lagi," ucap Vano.
Tim mana Vano Vivi atau Rakha Vivi.
Vano
Rakha
__ADS_1