
"Ah istri ku sedang di rumah, aku menginginkan nya." Verrel melemparkan HP nya ke atas sofa.
"Sebenarnya apa tujuan mu ke kantor jika hanya menonton seperti itu." Tanya Rizky.
"Apa kau lupa, tadi kata mu aku suruh menemani mu, sekarang aku sedang menemani mu. Banyak sekali pertanyaan mu cepat selesai kan pekerjaan mu setelah itu ayo kita makan siang." Jawab Verrel.
"Verrel, kau bodoh atau pura-pura bodoh, maksud menemani itu tidak seperti itu, kau bekerja juga bukan malah santai seperti itu."
"Ah, aku tidak perlu bekerja juga sudah kaya raya, apalagi yang mau di cari." Ucap Verrel sambil memejamkan mata nya, kali ini ia ingin tidur.
"Alvaro dimana anak mu, dia menghilang." Ucap Alex.
"Bukan menghilang yah, sedari pagi aku tidak melihat nya, padahal dia berangkat bersama Rizky tadi pagi."
"Anak itu, benar-benar ingin ku beri pelajaran." Ucap Alex.
"Yah, jangan aneh-aneh pada nya, aku tidak bisa melihat nya menderita lagi."
"Kau terlalu memanjakannya, itu yang membuat nya semena-mena." Kata Alex.
"Ayah, sudah lah aku yang akan mengurus Verrel, dia tidak akan mau jika di paksa."
"Tidak bisa, aku akan mencari nya." Ucap Alex.
"Rizky, ambil kan aku minum aku haus sekali." Kata Verrel.
"Kau kira aku budak mu." Rizky berjalan mengambil kan Verrel minum.
__ADS_1
Verrel kembali mengambil hp nya saat hp nya berdering karena ada pesan masuk.
"Kakek mu sedang mencari mu, bersembunyi lah sebelum di menemukan ku, dan kau akan mendapatkan hukuman."
"Mampus, Rizky ayo cepat bawa laptop dan berkas yang ingin kau kerjakan ke dalam kamar." Ucap Verrel.
"Untuk apa dan ada apa." Tanya Rizky.
"Jangan banyak tanya." Verrel membantu Rizky untuk membawa berkas dan Laptop ke dalam kamar, tak lupa Verrel mengambil kertas yang bertuliskan sedang rapat agar kakek nya tidak curiga jika masuk ke dalam ruangan ini.
Di dalam kamar pribadi Rizky, Verrel langsung mengunci kamar itu dan merebahkan diri nya ke atas ranjang.
"Sebenarnya ada apa Verrel, kenapa kau seperti orang ketakutan begitu."
"Kau benar aku sangat takut sekarang, jika kakek ku menemukan ku bisa habis aku terkena hukuman."
"Sangat-sangat takut, dia bisa melakukan apa saja yang dia mau, aku pernah di kurung di dalam gudang dulu, bukan hanya itu aku juga pernah di siksa oleh nya karena kenakalan ku. Intinya dia sangat kejam." Ucap Verrel.
"Lalu sekarang kita bagaimana, aku mana mungkin bisa mengerjakan ini semua di sini."
"Kau tidur lah, aku yang akan mengerjakan nya."
"Kau bisa." Tanya Rizky.
"Kau meragukan kemampuan ku, bahkan pekerjaan ku nanti lebih rapi dari mu." Jawab Verrel sambil mengambil ahli pekerjaan Rizky.
Siang hari pasangan pengantin baru mulai terbangun dari tidurnya. Desy yang telah bangun masih enggan bangkit dan milih memeluk Candra dan meletakkan kepala nya di atas tubuh Candra.
__ADS_1
"Laki-laki ini jika urusan ranjang tetap nomor satu." Ucap Desy. Desy berkata seperti itu karena dulu saat pertama kali mereka melakukan nya ia merasakan hal yang sama.
"Sayang." Candra ikut terbangun tangan nya nakal bergerak kebagian tubuh Desy.
"Sudah bangun." Tanya Candra.
"Bagaimana aku tidak bangun milik mu menempel di tubuh ku, sudah pasti aku langsung bangun."
"Sayang, kapan kita akan pergi dari sini, aku tidak enak lama-lama di sini."
"Nanti malam, aku sudah memesan tiket pesawat nya, kita pergi tidak terlalu jauh kok, karena Rizky tidak mengizinkan ku."
"Baiklah, aku sangat senang bisa bertemu dan menikah dengan mu." Desy mempererat perlukan nya.
Sore hari nya Verrel sudah menyelesaikan tugas Rizky, Verrel tidak menemukan kesulitan sedikit pun karena menurutnya tugas Rizky sangat mudah.
"Rizky bangun kau mimpi basah kan." Ucap Verrel.
"Apa, aku sudah bangun." Kata Rizky.
"Sudah siap, kau periksa lah."
Rizky mengumpulkan nyawa nya terlebih dahulu setelah itu baru lah ia memeriksa pekerjaan yang Verrel kerjakan.
"Verrel kau benar-benar luar biasa, kau menyelesaikan semua nya dalam waktu setengah hari, bahkan aku butuh 3 sampai 1 minggu untuk menyelesaikan semua ini, dan tulisan mu tersusun sangat rapi." Rizky benar-benar sangat mengagumi Verrel.
"Ah itu biasa dan sangat mudah bagi ku." Ucap Verrel
__ADS_1