
Alvaro dan teman-temannya datang masuk kedalam kelas Angel, untuk mengajaknya makan siang. Semenjak kejadian tadi Alvaro khawatir dengan Angel jika menjadi sasaran bully para wanita yang tidak menyukai nya.
Kebetulan Angel sedang merasa risih dengan teman sekelas nya yang dari tadi duduk di samping nya, Angel berusaha menjauhi teman nya itu tetapi teman nya malah semakin mendekati Angel. Tampak nya ia belum tau jika Angel milik seseorang yang di takuti di kampus ini.
"Sayang." ucap Alvaro dengan berjalan mendekati Angel.
Teman nya Angel yang berusia mendekati Angel tadi langsung menjauh, wajahnya tampak ketakutan saat melihat wajah Vino yang sudah terbakar api cemburu karena ia mendekati barang miliki Alvaro.
"Kau." teriak Alvaro.
Sebelum Alvaro mengamuk Angel terlebih dahulu memeluk suami nya. Ia tidak ingin dengan mengamuk akan membuat nama Alvaro buruk di mata para dosen.
"Sudah, biarkan dia. Dia tidak akan berani mendekati ku lagi." bisik Angel.
"Apa perlu bantuan al." tanya Sean.
"Tangan ku sudah gatal." ucap Jakson.
"Terserah kalian, aku tidak ingin melihat nya lagi di kampus ini." kata Alvaro dengan menarik tangan Angel keluar dari kelas nya menuju kamar mandi.
"Keluar." teriak Alvaro, yang membuat semua siswa langsung mempercepat kegiatan nya dan keluar dari kamar mandi itu.
"Sayang, ada apa dengan mu." tanya Angel yang mulia ketakutan.
"Dimana dia menyentuh mu." tanya Alvaro.
"Tidak ada sayang." jawab Angel.
"Jangan berbohong, aku tidak suka dengan pembohongan." ucap Alvaro.
"Tangan ku." kata Angel.
__ADS_1
Alvaro mengambil tisu basah dan mengusap tangan Angel, lalu menciumnya.
"Semua tubuh mu milik ku, aku tidak ingin ada yang menyentuh mu." ucap Alvaro.
"Iya sayang, aku mengerti." kata Angel.
Alvaro mendekati Angel dan memeluk nya dengan sangat erat. Ia benar-benar menyayangi wanita ini, ia tidak pernah memberikan rasa sayang sebesar ini pada orang lain. Angel lah orang pertama yang berhasil merebut hati nya. Walaupun belum ada pengakuan cinta dari bibir Alvaro.
"Kenapa dengan mu, saat ini kamu begitu manja pada ku." tanya Angel.
Alvaro tidak menjawab ucapan Angel, ia malah asik bermain di leher jenjang miliki Angel. Yang membuat Angel tertawa karena geli.
"Maaf." ucap Sean yang tidak sengaja masuk ke dalam kamar mandi, ia ingin membersihkan tangan nya karena ada sedikit darah akibat mengurus teman Angel tadi.
"Minggir aku sudah tidak tahan." ucap Jakson yang langsung masuk kedalam karena sangat ingin membuang air kecil.
Alvaro langsung memeluk Angel dan menutupi pandangannya agar tidak melihat yang tidak seharusnya ia lihat.
"Maaf al, aku sudah kebelet, tidak tahan lagi." kata Jakson.
Fiona dan Adit yang mendengar keributan di kelas Angel, langsung menghampiri kelas itu tetapi kelas itu sudah kosong dan hanya ada beberapa kerusakan kecil.
"Ada apa ini, kenapa bisa begini." ucap Fiona.
"Kau tau kan Alvaro bagaimana, dia tidak akan mengampuni seseorang yang menganggu barang nya. Siapa pun itu, kenal tidak kenal pasti akan habis dengan nya." kata Adit.
Sore hari telah tiba, karena satu kampus sudah tau hubungan nya dengan Angel. Alvaro tidak segan-segan menunjukkan kemesraan nya di depan umum. Sean dengan Jakson saja sampai menggelengkan kepala nya karena baru pertama kali nya Alvaro seperti ini pada wanita.
Mereka berdua masuk kedalam mobil untuk pulang ke rumah, mulai saat ini Angel tidak akan lepas dari pandangan Alvaro. Karena Alvaro sangat menjaga orang yang ia cintai.
"Ada apa." tanya Alvaro.
__ADS_1
"Aku lelah." jawab Angel.
"Lelah, kenapa lelah tadi kita di kampus tidak ngapa-ngapain." tanya Alvaro.
"Ntala badan ku terasa lemas, perut ku mual." jawab Angel.
"Apa kamu hamil sayang." tanya Alvaro.
"Tidak mungkin sayang." jawab Angel.
"Tidak mungkin bagaimana, kita menikah sudah sebulan lebih." ujar Alvaro.
"Tapi kita melakukan nya baru beberapa hari yang lalu." kata Angel.
"Oh iya, aku juga tidak ingin kamu cepat-cepat hamil, aku ingin berpacaran dengan mu lebih lama." ucap Alvaro.
"Oh iya ambil bungkus itu ada sesuatu untuk mu." perintah Alvaro.
"Apa ini mas." tanya Angel.
"HP untuk mu, kamu seperti orang hidup di hutan, tidak memiliki HP." ucap Alvaro.
"Terimakasih mas." kata Angel dan langsung membuka kotak HP itu.
"Tidak gratis sayang." ujar Alvaro.
"Iya aku mengerti." kata Angel yang tidak mengalihkan pandangan nya dari HP baru nya.
"Sebenarnya aku memiliki HP dulu, tapi tertinggal di rumah paman, di HP itu banyak kenangan indah bersamanya orang tua ku." kata Angel.
"Kenapa tidak kamu ambil." tanya Alvaro.
__ADS_1
"Aku tidak berani mas." jawab Angel.