
Keesokan harinya. Hampir semua orang kembali bekerja seperti biasanya setelah masalah yang menerjang keluarga ini. Kenzi kembali mengambil alih perusahaan milik istri nya yang saat ini sedang ia kembangkan. Hari ini juga hari pelantikan Vero sebagai CEO baru Efron grup menggantikan Verrel yang memutuskan untuk memberikan jabatan ini pada adik tercinta.
"Ciee yang akan menjadi CEO," goda Alvaro.
"Ayah jangan menggoda ku seperti itu, aku sudah sangat gugup," kata Vero.
"Vero kami bangga pada mu, semangat," ujar Kenzi.
"Iya Vero usia mu lebih muda dari kami, tapi prestasi mu jauh di atas kami," kata Axel.
"Ahkkk kalian membuat ku terharu, aku akan bekerja keras."
Setelah selesai sarapan pagi mereka langsung berangkat ke Efron grup. Keluarga Efron yang tidak sibuk pun datang untuk melihat momen penting itu, hal itu juga menjadi dukungan untuk Vero agar menjadi CEO yang lebih baik lagi dari pendahulunya. Di kantor sudah banyak media yang akan meliput acara yang akan berlangsung.
"Kenzo giliran mu," kata Alvaro.
"Iya kek," ucap Kenzo.
Hampir setiap pergantian CEO, Efron grup akan meresmikan beberapa panti asuhan yang tersebar di beberapa tempat di kota ini, seperti saat ini sebelum acara di mulai Kenzo menjadi utusan Efron grup untuk meresmikan panti yang siap untuk di kelola.
"Sayang apa aku sudah tampan," tanya Vero.
"Sudah sayang, sudah sana ayah sudah menunggu mu," jawab Sakura.
Acara berlangsung dengan lancar, semua karyawan senang menyambut CEO baru mereka. Setelah acara selesai mereka mulai pergi satu persatu meninggal kantor. Termasuk Zayn, Rian, Monica dan Nadya yang juga ikut melihat acara ini. Mereka di minta oleh Verrel untuk jalan bersama agar tidak terlalu canggung saat sudah menjadi suami istri.
"Ini mobil untuk kalian pergi lah jalan-jalan, buat hubungan kalian semakin dekat," kata Verrel.
"Kita akan bertemu di rumah, sampai jumpa," ucap Zayn sambil masuk ke dalam mobil nya.
Nadya masih belum masuk ke dalam, ia melihat ke arah Rian yang pergi bersama Monica, hati nya sangat terasa sakit saat melihat hal itu.
"Hey kau mau aku tinggal," ucap Zayn.
"Kau diam lah," kata Nadya sambil masuk ke dalam.
"Kau suka dengan Rian kan, tapi sayangnya Rian tidak memilih mu," ucap Zayn.
"Tuan apa anda bisa diam, aku sedang malas berbicara, kau seperti wanita yang banyak berbicara," kata Nadya.
"Hey lancang mulut mu ya. Jika kau tidak mau dengan ku ya sudah, jangan sok cantik. Aku bisa mencari wanita yang lebih sopan dari mu," ucap Zayn.
__ADS_1
"Bukan begitu maksud ku, aku minta maaf, jangan sampai kau mengatakan masalah ini pada ayah, ayah bisa marah pada ku," kata Nadya.
"Kau dulu yang membuat ku naik pitam. Aku tidak akan membicarakan hal ini pada ayah mu," ucap Zayn.
Rian membawa mobil nya tanpa tujuan, sedari tadi mereka berdua hanya diam tanpa berbicara. Monica sibuk dengan handphone nya dan Rian sibuk melirik ke arah Monica yang memiliki wajah yang sama persis dengan mantan istri nya.
"Hey aku memang cantik, tapi kecantikan ku bisa hilang jika kau terus melihat ke arah ku, kau bisa menabrak mobil lain," ucap Monica.
"Eh iya maaf, kau hanya sangat mirip dengan wanita yang aku kenal," kata Rian.
"Jadi kau benar-benar seorang duda," tanya Monica.
"Iya aku sudah pernah menikah," jawab Rian.
"Pantas paman menyebut mu sugar daddy," kata Monica.
"Monica bisa kau bercerita tentang diri mu," tanya Rian.
"Semua tentang ku buruk, aku suka ke clubbing, aku merokok, aku bertatto, jika kau tidak mau dengan ky tidak masalah," jawab Monica.
"Tidak semua tentang mu buruk, pasti ada sisi kebaikan dari mu," ucap Rian.
"Aku tetap akan menikah dengan mu, aku akan merubah mu menjadi wanita yang lebih baik," kata Rian.
"Jangan harap, aku rasa setelah beberapa bulan kita menikah kau akan meminta cerai, kau mana mungkin tahan dengan wanita seperti ku," ucap Monica sambil mengambil rokok.
"Hey kau mau apa," tanya Rian.
"Kau tidak lihat aku ingin merokok?"
Rian langsung mengambil rokok milik Monica dan membuang nya keluar mobil.
"Jika sedang bersamamu ku, jangan merokok, aku tidak suka," kata Rian.
"Kau tidak suka itu urusan mu, bukan urusan."
"Sudah menjadi urusan ku, karena aku akan menjadi Imam mu," ucap Rian sambil memberikan tatapan tajam pada Monica.
Ntah kenapa Monica jadi takut melihat tatapan tajam Rian, orang pendiam jika marah memang lebih menakutkan dari biasa nya.
"Ahhkkk aku salah mendapatkan pasangan," batin Monica.
__ADS_1
Rian membawa mobil nya ke cafe milik adik nya, di sana ada Vivi yang pasti ingin melihat wajah calon kakak ipar nya.
"Ini cafe mu," tanya Monica.
"Iya, di dalam ada adik ku, bersikap yang baik, jangan membuat nya takut dengan sikap bar bar mu," jawab Rian.
"Aku tidak bar-bar," kata Monica sambil keluar dari mobil.
"Vivi," ucap Rian.
"Iya kak, aku ke depan," kata Vivi.
Vivi terdiam seketika saat melihat wajah Monica, ia pikir wanita yang ada di depan nya adalah Bella kakak ipar nya. Rian menggelengkan kepala nya, ia memberikan tanda jika Monica bukan wanita yang ada di dalam pikirkan nya.
"Kak, dia siapa," tanya Vivi dengan suara yang terbata-bata.
"Dia calon ipar mu, nama nya Monica," jawab Rian.
"Hay kak, perkenalkan aku Vivi," ucap Vivi.
"Aku Monica salam kenal," kata Monica yang sedikit heran dengan tatapan mata Vivi pada nya.
Berbeda dengan Rian. Zayn membawa Nadya ke apartemen nya. Ia ingin menunjukkan apartemen tempat ia dan Nadya tinggal setelah mereka berdua menikah.
"Kita tinggal di sini," tanya Nadya.
"Iya, kau tidak suka," tanya Zayn.
"Kendala di sini, kita bisa tinggal di rumah ayah ku," jawab Nadya.
"Aku tidak mau, aku tidak mau bergabung dengan mertua ku," kata Zayn sambil berjalan mendekati dapur.
"Ahkk kenapa aku lupa mengisi kulkas," ucap Zayn.
"Tidak ada apa-apa," tanya Nadya.
"Iya aku ingin ke minimarket di bawa, kau di sini saja," jawab Zayn.
Nadya membuka handphone nya, ia sudah sangat benci dengan Rian dan akan menghapus semua hal yang bersangkutan dengan Rian di handphone nya.
"Dia memblokir ku lebih dulu, aku yakin dia memang tidak mencintai ku," ucap Nadya.
__ADS_1