
"Kau yang terbaik Verrel, tapi kenapa kau tidak mau menjadi CEO, kau sangat pintar." Ucap Rizky.
"Aku bukan tidak mau tapi belum mau menjadi CEO sangat sibuk, seperti ayah ku dulu dia tidak ada waktu untuk bunda ku. Aku tidak mau itu terjadi pada Akifa. Aku akan menjadi CEO saat semua sistem dan peraturan di kantor ini berhasil aku rubah."
"Kau berniat untuk kudeta." Tanya Rizky.
"Bukan kudeta Rizky, lihat saja 1 tahun ke depan, aku sudah menyiapkan ini sejak lama, hanya saja aku belum tau cara menerapkan nya dengan baik dan benar. Aku butuh dukungan dari ayah dan kakek ku."
"Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mu Verrel, aku yakin jika Efron grup di bawa pegangan mu perusahaan ini akan jauh lebih maju, kau benar-benar luar biasa Verrel." Ucap Rizky.
"Sudah kau terlalu banyak memuji ku, sekarang kau serahkan sana tugas mu itu, aku ingin istirahat sebentar."
"Baiklah, kau tunggu sini." Ucap Rizky.
Rizky merapikan baju nya, dan langsung keluar kamar membawa berkas dan tugas yang Verrel selesai kan. Pertama Rizky masuk ke dalam ruangannya Adit tapi Adit meminta Rizky untuk langsung ke ruangan CEO yang tak lain adalah Alvaro.
Dulu Rizky sangat takut dan segan pada Alvaro tapi semenjak ia satu rumah dengan Alvaro rasa itu sedikit menghilang. Apalagi jika ia melihat Alvaro yang sangat jauh berbeda jika berada di rumah.
"Rizky, duduk lah." Ucap Alvaro.
"Santai saja seperti di rumah, jika tidak ada orang lain, kau bisa bersikap santai seperti di rumah." Kata Alvaro.
"Hehehe iya tuan." Ucap Rizky.
"Santai mu seperti ini, kau masih memanggil ku tuan." Tanya Alvaro.
__ADS_1
"Maaf paman." Ucap Rizky sambil menyerah tugas nya pada Alvaro.
"Kau pintar sekali, bukan nya ini untuk minggu depan." Kata Alvaro sambil mengecek dan membaca dengan sangat teliti.
"Tunggu-tunggu kau yakin ini kau yang mengerjakan nya, sangat rapi dan luar biasa sekali. Yang bisa membuat serapi dan seluar biasa ini hanya ayah Alex. Aku saja tidak bisa." Ucap Alvaro yang membuat Rizky merasa harus memberitahu yang sebentar nya.
"Rizky aku sangat salut dengan mu, kau bisa menyelesaikan nya tidak sampai satu hari." Alvaro bertepuk tangan. Kebetulan Alex dan Adit tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Alvaro.
"Dimana anak mu Alvaro, dia tidak ada di Kantor ini." Ucap Alex yang sangat kesal.
"Maaf paman, sebenarnya yang membuat semua ini adalah Verrel bukan saya." Ucap Rizky.
"Apa Verrel, ini benar-benar anak itu yang membuat nya." Alvaro sangat terkejut, Alvaro berdiri dan menyerahkan semua nya pada Alex dan juga Adit.
"Luar biasa." Ucap Adit.
"Tidak sampai satu hari." Jawab Alvaro.
"Tidak paman, hanya setengah hari itu pun tidak sampai." Ujar Rizky.
"Alvaro, Verrel memiliki potensi yang sangat luar biasa. Jangan sampai dia join ke perusahaan lain." Kata Adit.
"Apa yang di inginkan anak itu, padahal aku sudah mengajak nya bergabung tapi dia menolak nya dengan macam-macam alasan tidak tentu." Ucap Alex.
"Verrel memiliki rencana tersendiri, dia memiliki sesuatu yang luar biasa yang sudah lama ia siapkan. Dia hanya membutuhkan dukungan kalian." Ujar Rizky.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan benar." Tanya Alex.
"Dia mengatakan nya sendiri pada ku, kita bisa melihat nya apa yang di rencanakan Verrel tidak lama lagi, hanya satu tahun. Dan tugas kita mendukung apa yang ingin ia lakukan. Jika tidak takut nya rencana itu ia jual ke perusahaan lain." Jawab Rizky.
"Rizky benar, aku saja ayah nya tidak tau Verrel memiliki kemampuan dan rencana ini, kita harus mendukung nya."
"Aku pikir anak mu hanya bisa berpikir mesum." Ujar Adit.
"Sekarang dimana dia." Tanya Alex.
"Ada di dalam kamar pribadi ku, dia sedang istirahat." Jawab Rizky.
"Sudah yah, biarkan dia beristirahat. Kita tidak boleh terlalu mengekang nya."
"Kau memang selalu memanjakan anak mu." Ucap Alex.
Rizky kembali keruangan nya bersama dengan Alvaro. Rizky membiarkan Alvaro masuk terlebih dahulu ke dalam kamar pribadi nya.
Alvaro melihat Verrel sendang menonton Video, mata nya terbelalak saat tau apa yang Verrel tonton.
"Verrel kau menonton apa." Tanya Alvaro.
"Ayah, tidak bukan apa-apa." Jawab Verrel sambil menutupi HP nya.
"Dasar mesum otak mu hanya mesum, mesum dan mesum." Alvaro menjewer kuping Verrel.
__ADS_1
"Ayah apa aku salah lagi pula di dalam Video itu aku dan istri ku." Ucap Verrel.