
"Eh siapa dia." Tanya Verrel.
"Tampan si tapi sayang, tidak memiliki perasaan." Ucap Salsa.
"Kau gila, siapa diri mu." Verrel semakin kebingungan.
"Apa maksud mu, kau mengatakan istri ku gila." Ucap Aldy.
"Apa maksud nya ini, jadi kau istri nya Aldy, sayang jelaskan semua ini, kata mu kamu dekat dengan Aldy." Tanya Verrel.
"Dekat bukan berarti pacaran kan, dia hanya aku anggap sebagai kakak ku, tidak lebih kok." Jawab Akifa.
Verrel merasa kesal dengan semua ini, ia telah di tipu dengan kedekatan Aldy dan Akifa, Salsa berjalan mendekati Verrel tanpa aba-aba Salsa mencubit Verrel dengan sangat kuat.
"Ahhh sakit, kau gola benar-benar gila." Teriak Verrel.
"Sayang sudah." Aldy menarik Salsa dan langsung memeluk nya sebelum Verrel marah besar.
"Itu balasan untuk kau yang membuat sakit hati wanita cantik ini, jika tidak mau bertanggung jawab jangan membuat nya." Ucap Salsa.
Verrel berjalan mendekati Akifa dan bersembunyi di belakang tubuh Akifa.
"Sayang jauhkan aku dari wanita gila itu." Rengek Verrel.
"Kamu takut dengan nya." Tanya Akifa.
"Dia sangat menyeramkan, cubitan nya sangat sakit." Jawab Verrel sambil memeluk Akifa, tangan nya masuk ke dalam baju Akifa untuk mengusap perut Akifa. "Jika anak ku wanita jangan sampai seperti nya."
__ADS_1
"Apa kau bilang, anak mu akan mirip dengan ku, camkan itu." Ucap Salsa.
"Sayang." Rengek Verrel.
"Sudah jangan seperti ini, anak kamu akan mirip dengan mu." Ucap Akifa sambil mengusap rambut Verrel.
Setelah sarapan pagi, mereka berempat berjalan menuju kebun belakang Vila, dua ibu hamil itu ingin memakan buah-buahan yang berasal dari kebun nya langsung.
"Sayang, besok kita akan pulang." Ucap Verrel.
"Pulang, tapi aku sangat betah di sini." Kata Akifa.
"Tidak ada penolakan sayang, ayah dan bunda sudah merindukan kita, aku juga sudah lama tidak masuk kerja." Ucap Verrel.
"Iya-iya aku ikut dengan perkataan mu."
Alvaro merasa sangat kejam jika harus memisahkan ayah dan anak nya, ia mengambil keputusan mengasingkan Wanda dan Dila ke suatu tempat yang sangat jauh, dengan memberikan Wanda uang sebagai modal usaha.
"Terimakasih tuan, saya akan membalas kebaikan tuan." Ucap Wanda.
"Pergi dan jangan pernah ganggu keluarga ku lagi, atau aku tidak akan mengampuni diri mu."
"Iya tuan, saya akan pergi jauh dari kehidupan keluarga anda." Ucap Wanda sebelum di bawa pergi oleh para anak buah Alvaro.
Alvaro pulang ke rumah untuk beristirahat, belakangan ini masalah dalam keluarga nya sangat banyak yang membuatnya jarang bisa beristirahat dengan tenang.
"Halo Verrel ada apa." Tanya Alvaro.
__ADS_1
"Ayah kirimkan aku jet pribadi, aku tua mau istri ku naik kepal saat sedang hamil begini." Jawab Verrel.
"Apa hubungan mu dengan Akifa sudah membaik."
"Tentu sudah yah, berkat junior ku yang gagah, dia sampai klepek-klepek." Ucap Verrel dengan sangat percaya diri.
"Bagus lah kalau begitu, jangan sampai kecewakan istri mu lagi, besok ayah akan mengirimkan jet pribadi untuk mu." Alvaro mematikan sambungan telepon.
"Sudah sayang besok kita akan pulang." Ucap Verrel sambil memeluk Akifa.
"Pulang, Akifa kamu akan pulang ini terakhir kali nya kita bertemu." Kata Salsa.
"Iya sal, aku harus ikut dengan nya, tidak terakhir kali sal, pasti kita akan bertemu lagi." Ucap Akifa.
"Semoga saja, aku berharap anak kita bisa bermain bersama."
"Jangan, nanti anak ku jadi galak seperti mu, apalagi jika anak mu juga galak." Ujar Verrel.
"Berhenti berkata istri ku galak." Aldy memukul pantat Verrel.
"Sakit bodoh." Ucap Verrel sambil mengusap pantat nya yang sakit.
"Begitu saja sakit, kau lemah sekali."
"Bagaimana tidak sakit dia habis bekerja keras malam tadi, tidak bisa di hitung seberapa banyak dia maju dan mundur." Ucap Verrel.
"Akifa apa kau bisa nyaman memiliki suami seperti ini, dia benar-benar gila." Kata Aldy.
__ADS_1