Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 174 S3


__ADS_3

"Aku tidak peduli Lia, kita harus menikah aku tidak mau jika berurusan dengan kakek ku. Kau tidak mau menolong ku lagi." Dylan masih berusaha membujuk Lia.


"Tidak Dylan, aku tidak bisa, untuk kali ini aku tidak bisa. Maaf aku harus pergi, terimakasih atas semua bantuan ku." Ucap Lia.


"Lia tunggu, begini saja. Kita menikah untuk sementara waktu, aku tidak akan pernah menyentuh mu dan kita akan segera bercerai." Kata Dylan.


"Menikah untuk sementara waktu, maksud mu." Tanya Lia.


"Iya.. Aku dan kau menikah hanya sebentar saja, paling lama satu bulan. Setelah itu kita bercerai." Jawab Dylan.


"Bercerai bagaimana, kalau kita sudah menikah sulit untuk berpisah apalagi dalam waktu satu bulan. Aku tidak mempermasalahkan pernikahan kita, tapi yang jadi permasalahan ku adalah diri ku sendiri, aku bukan wanita yang sempurna Dylan. Kau akan menyesal menikah dengan ku." Jelas Lia.


"Apa yang tidak sempurna Lia, apa ada cacat di tubuh mu, atau buah dada mu besar sebelah. Aku tidak peduli Lia, aku juga tidak menyentuh mu, kita tidak akan melakukan hubungan suami istri. Aku mohon Lia, kali ini saja." Bujuk Dylan.


"Lia, ayo lah, ya kau mau ya." Dylan menggenggam tangan Lia.


Lia sangat bingung harus mengambil keputusan apa, ia ingin sekali membantu Dylan karena Dylan sudah banyak membantu nya, tapi ia sangat takut jika Dylan kecewa dengan diri nya, ia merasa bukan wanita yang pantas untuk Dylan.


"Lia, aku mohon. Kau wanita yang baik, pasti kau kau membantu ku."


"Baik lah, aku mau menikah dengan mu." Ucap Lia.


"Kau serius mau menikah dengan ku Lia." Tanya Dylan.

__ADS_1


"Iya aku mau." Jawab Lia.


"Terimakasih, aku tau kau wanita yang baik." Dylan memeluk Lia dengan sangat erat tatapi Lia tidak membalas pelukan itu.


Dylan dan Lia benar-benar menikah siang itu, walaupun pernikahan ini terpaksa tetap saja Dylan merasa deg-deg kan saat sebelum menjalani Ijab Qabul, berbeda dengan Verrel yang menunjukkan aura kemenangan di wajah nya, Dylan akan segera merasakan apa yang ia rasa kan dulu.


Setelah Ijab Qobul selesai, karena tidak ada acara mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar. Dylan sangat bersyukur bisa melawati masalah nya tadi, walaupun dia belum benar-benar keluar dari masalah.


"Oke Lia, kita sudah menikah. Kita berada di dalam satu kamar yang sama, sesuai dengan ucapan ku tadi, aku tidak akan menyentuh mu, jika aku tidak khilaf, kalau khilaf tolong ingat kan aku, kita seperti pasangan suami istri seperti biasa nya saja, hanya perbedaan nya kita tidak akan melakukan hubungan badan walaupun aku menginginkan nya." Ucap Dylan.


"Dylan, kamu sudah berjanji tidak akan melakukan hal itu." Kata Lia.


"Iya iya maaf, saat ini aku memikirkan bagaimana cara nya kita bisa bercerai tanpa merugikan siapapun." Ucap Dylan.


"Kenapa dia sangat ingin bercerai dengan ku, apa aku kurang tampan. Dia wanita yang aneh." Batin Dylan.


"Kamu kenapa sayang, kenapa terlihat senang sekali." Tanya Akifa.


"Tentu aku senang sayang, Dylan akan merasakan apa yang aku rasakan dulu." Jawab Verrel.


"Dasar kamu ya, sepupu mu sedang dalam masalah kamu malah bahagia." Ucap Akifa.


"Tidak sayang, dia sedang dalam kebahagiaan. Oh iya ayah ku sudah menanyakan cucu pada ku. Kapan kita membuat nya."

__ADS_1


"Kamu sedang sakit sayang, jika kamu sudah sembuh kita akan membuat nya." Ucap Akifa.


"Sayang, kata dokter jika kamu yang memimpin tidak masalah. Ayo lah pimpin aku." Kata Verrel.


"Maksud mu, aku yang mimpi pertandingan." Tanya Akifa.


"Iya sayang, bagaimana kamu mau tidak, enak sayang percaya pada ku." Jawab Akifa.


"Itu memalukan, aku mana mungkin bisa." Ucap Akifa.


"Aku percaya kamu, kamu pasti bisa." Kata Verrel.


Karena kasihan dengan Verrel akhirnya Akifa mau memimpin jalan nya pertandingan.


Sementara Itu Fiona, Adit dan Alana sedang dalam perjalanan pulang. Alana sudah menyelesaikan pendidikan nya di luar negeri dan ingin cepat-cepat masuk dalam dunia kerja.


Mereka tidak memberikan kabar pada Alvaro dan yang lain nya jika ingin pulang, sesampainya di rumah tentu saja mereka bertiga mengejutkan semua orang. Apalagi Alvaro sudah cukup lama tidak bertemu dengan adik nya Fiona.


"Paman, dimana kak Verrel." Tanya Alana.


"Ada di dalam kamar, panggil saja dia." Jawab Alvaro.


Dengan semangat Alana berlari menuju kamar Verrel, ia lupa jika Verrel sudah menikah. Tanpa pikir panjang Alan langsung masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Aahhhhh." Teriak Alana saat melihat sesuatu yang tidak layak ia lihat.


__ADS_2